Monday, October 21, 2013

RENUNGAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

RENUNGAN HARI KESAKTIAN PANCASILA


Hari kemarin, 1 Oktober 2013, aku merenung… tentang Pancasila dan Garuda … Sungguh indah dan tepat Pancasila dijadikan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Begitu hebat dan mendalam orang-orang yang terlibat dalam perumusannya. Mereka berpikir untuk membuat suatu fondamen yang kokoh untuk satu bangsa yang akan jadi bangsa hebat dan disegani dunia. 

KETUHANAN YANG MAHA ESA, sila pertama, bukankan mencerminkan betapa negeri akan mengutamakan agama yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar yang paling esensial bagi pembangunan bangsa ini. Berdasarkan pada agama dan kepercayaan yang SELALU mengajarkan dan mengedepankan kebaikan. 

Mengapa banyak di antara kita tidak bisa jadi orang baik berdasarkan ajaran agama dan kepercayaanya masing, bahkan saling menghujat, berebut kekuasaan, jabatan dan pengaruh yang sama sekali tidak mencerminkan keinginan kita untuk membangun bangsa yang berakhlak mulia, maju terdepan dan berjaya di antara bangsa lain?

PERI-KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, sila kedua, bukankah mengisyaratkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beradab, saling menyayangi, saling menghargai, saling menghormati walaupun berbeda suku, adat dan kepercayaan? Bahwa Para pemimpin menyayangi rakyatnya dan sebaliknya, rakyat menghormati pemimpinnya?

Mengapa kebanyakan pemimpin tidak menginginkan rakyatnya sejahtera, pandai dan bermartabat, sampai mau membiarkan rakyatnya mencari kerja di luar dan dihina dina oleh bangsa lain. Mengapa para pemimpin yang berlimpah harta membiarkan rakyatnya masih miskin, tinggal di gubug kardus, makan nasi aking, terkebalakang dalam segala hal? Mengapa hukum dan keadilan di negeri ini masih timpang, tajam ke bawah namun majal ke atas. 

PERSATUAN INDONESIA, sila ketiga, bukankah mengisyaratkan bahwa kita adalah bangsa yang mengedepankan kesatuan dan persatuan, menghindari pertikaian antar golongan-golongan masyarakat atau antar suku-suku. Bangsa yang mencintai perdamaian dan kehidupan yang tenang sejahtera, rukun dan damai dalam beraktivitas?

Mengapa insan pers terus menerus menampilkan dan mengabarkan berbagai macam konflik dan perpecahan; tawuran antar mahasiswa atau pelajar, perang antar geng, perkelahian massal antar kampung, demo anarkis, kekerasan satu agama atas yang lainnya? Apakah tidak ada lagi rasa persaudaraan dan persatuan di antara kita?

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN, sila keempat. Mengapa kita masih berdemokrasi dengan mengabaikan sila ini, sehingga akhirnya rakyat tidak berdaya untuk mengkoreksi kepimimpinan yang korup, kolutif dan konspiratif demi kepentingan golongan tertentu? Mengapa terjadi kita masih terus menerus salah untuk memilih pemimpin bangsa yang negarawan dan benar-benar berjuang untuk kesejahteraan rakyat, pemimpin yang benar-benar menghayati sila-sila lain dalam Pancasila demi menyeleggarakan kepemimpinan bangsa yang benar?

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, sila kelima. Bukankan mengamanatkan bahwa penyelenggara Negara harus mengusakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa perduli perbedaan suku, ras dan agama? Mengapa masih ada bagian masyarakat yang dibiarkan miskin, tidak mendapat perlakuan yang egaliter dengan yang lain, tidak mendapat perumahan, tidak medapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, tidak mendapat fasilitas pemeliharaan kesehatan yang sama, dan masih banyak ketidak adilan sosial lainnya yang kita jumpai?

GARUDAKU, DI AMBANG KEPUNAHAN

Aku juga merenung tentang Garudaku, yang dengan gagah perkasa membawa perisai Pancasila di lehernya. Apakah kita semua tahu bagaimana bentuk dan nasib burung Garuda-ku dalam kehidupan yang nyata? Apakah warna bulunya? Apa bedanya dengan Garuda dari Thailand (yang menggunakan garuda juga sebagai lambang negaranya), Amerika dan Jerman?


Sungguh amat memperihatinkan bahwa sebagian besar kita, apalagi anak cucu kita tidak mengenal, apalagi membanggakan Garuda-ku yang gagah perkasa. Dalam alam nyata Garuda-ku ternyata adalah spesies yang terancam kepunahan - .http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/28/mni0li-burung-garuda-diambang-kepunahan 

Sungguh miris untuk mengetahui kenyataaan tentang Pancasila dan Garuda-ku seperti ini, di hari peringatan Kesaktian Pancasila kemarin, 1 Oktober 2013. Semoga kita semua kembali menjadi bangsa yang menyadari betapa hebat dan perlunya Pancasila untuk dihayati dan diamalkan kembali …..
Aamiin ya Rabbal’aalamiin

Jakarta, 2 Oktober 2013

No comments:

Post a Comment