Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Friday, July 17, 2020

SEBUAH RENUNGAN TENTANG COVID-19

Bayangkan Anda dilahirkan pada tahun 1900.

Ketika Anda berusia 14 tahun, Perang Dunia I dimulai dan berakhir ketika Anda berusia 18 tahun dengan 22 juta orang meninggal.

Segera setelahnya pandemi global, Flu Spanyol, muncul, menewaskan 50 juta orang. Dan Anda masih hidup dan berusia 20 tahun.

Ketika Anda berusia 29 tahun, Anda selamat dari krisis ekonomi global yang dimulai dengan jatuhnya Bursa Efek New York, yang menyebabkan inflasi, pengangguran, dan kelaparan.

Ketika Anda berusia 33 tahun, para Nazi berkuasa.

Ketika Anda berusia 39, Perang Dunia II dimulai dan berakhir ketika Anda berusia 45 tahun dengan 60 juta orang meninggal. Dalam Holocaust 6 juta orang Yahudi mati.

Ketika Anda berusia 52 tahun, Perang Korea dimulai.

Ketika Anda berusia 64 tahun, Perang Vietnam dimulai dan berakhir ketika Anda berusia 75 tahun.

Seorang anak yang lahir pada tahun 1985 berpikir kakek-neneknya tidak tahu betapa sulitnya kehidupan, tetapi mereka telah selamat dari beberapa perang dan bencana.

Hari ini kita memiliki semua kenyamanan di dunia baru, di tengah pandemi baru. Tapi kita mengeluh karena kita perlu memakai masker. Kita mengeluh karena kita harus tetap terkurung di rumah kita di mana kita memiliki makanan, listrik, air mengalir, wifi, bahkan Netflix! Tidak ada yang ada pada zaman itu. Tetapi manusia selamat dari keadaan itu dan tidak pernah kehilangan semangat hidup.

Perubahan kecil dalam perspektif kita dapat menghasilkan keajaiban. Kita harus bersyukur bahwa kita hidup. Kita harus melakukan semua yang perlu kita lakukan untuk melindungi dan saling membantu.

Pesan ini harus menjangkau semua orang.

Friday, February 27, 2015

SEBUAH CATATAN UNTUK DIRENUNGKAN.

SEBUAH CATATAN UNTUK DIRENUNGKAN.


Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.  Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil dirumah dan di sekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di media sosial ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang "ngotot" dan merasa paling benar sendiri. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya "ngotot" dan merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis. Mengapa.....?

Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan-kelebihan dan kekuatan kekuatan mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.
Diolah kembali dari tulisan George Carlin, Comedian pemerhati kehidupan. 
Semoga ada reformasi pendidikan untuk anak, cucu, cicit kita.