Showing posts with label saudara. Show all posts
Showing posts with label saudara. Show all posts

Monday, October 25, 2021

SEDULURAN

YANG TIDAK SEDARAH TAPI MELEBIHI SAUDARA ITULAH SEDULUR

"SEDULURAN ADALAH  ANUGERAH" 

Seduluran adalah menyayangi, bukan menyaingi.

Seduluran adalah mendidik, bukan membidik 

Seduluran merangkul, bukan memukul

Seduluran membina, bukan menghina 

Seduluran mencurahkan,bukan memurahkan 

Seduluran mencari solusi bukan mencari  sensasi 

Seduluran membutuhkan, bukan meruntuhkan.

Seduluran menghargai, bukan melukai.

Seduluran membela, bukan mencela.

Seduluran mencoba *mengerti* bukan sensitif jadi sakit hati

Kadang dulur yang suka mentraktir kita, BUKAN karena mereka BERLEBIHAN  tapi karena mereka meletakkan seduluran MELEBIHI UANG...  dan ... karena mereka MENGHARGAI arti sebuah Seduluran.

Kadang² sedulur yang selalu share WA ke kita, bukan karena merasa PINTAR, tapi... karena INGAT  pada  KITA.

Suatu Hari ada yang mengingatkan tentang agama dan iman.

Bukan karena merasa baik dan sudah sempurna, tapi.... itulah perwujudan seduluran.

Suatu saat, kita semua akan TERPISAH, baik oleh jarak, waktu maupun ajal yang akan menjemput kita.

Namun ada sedulur yang terus mendoakan kita 

Suatu saat anak-anak dan cucu-cucu kita akan bertemu mereka dan bercerita... dulu kita pernah menjalin seduluran bersama.

Seduluran tidak mencari cari kesalahan tapi.... menutupi kesalahan 

Seduluran berlandaskan hati yg TULUS dan IKHLAS.

Seduluran akan terus berlangsung walau banyak sekali halangannya

Pada satu waktu sebagian cuma memperhatikan KESUKSESAN kita, tapi... ada sebagian sedulur yg peduli akan kondisi KESEHATAN kita, maka itulah seduluran yg sejati.

Suatu hari kita terlena dalam canda dan tawa tapi... ada yang mengingatkan agar kita tidak pernah Lalai.

Berbeda pendapat pun kita tetap bisa seduluran.

SALAM SEDULUR!

Thursday, April 14, 2016

SAUDARA VS PERSAUDARAAN

Saudara Vs Persaudaraan

Jika ada yang bertanya, adakah  kaitan antara saudara dan kebahagiaan, jawabannya mungkin akan mengagetkan: 
Tidak ada kaitannya!
Saudara tidak akan membuat kita bahagia. Yang membuat kita bahagia adalah persaudaraan.
Saudara adalah orang-orang yang terhubung dengan kita karena pertalian darah, berdimensi fisik.
Sementara persaudaraan adalah orang-orang yang terhubung dengan kita karena pertalian hati, berdimensi spiritual.
Jika menilik sejarah, banyak kejahatan yang dilakukan oleh saudara kepada saudaranya sendiri. Kisah pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia, antara Qabil dan Habil, dilakukan oleh saudara atas saudaranya sendiri.
Begitu pula dalam kisah konspirasi saudara-saudara Nabi Yusuf untuk melenyapkannya.
Jika dalam kasus Qabil dan Habil berlaku kejahatan oleh saudara one-on-one, dalam kisah Nabi Yusuf yang terjadi adalah persekongkolan jahat oleh sesama saudara.
Kisah-kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa saudara yang bertali secara darah (fisik) bisa menjadi musuh saat tidak ada pertalian hati (spiritual).
Ada 4 tipe manusia dalam konteks saudara dan persaudaraan:
#1. Saudara yang menunjukkan persaudaraan. Inilah surga.
#2. Bukan saudara namun menunjukkan persaudaraan. Ini adalah kebahagiaan (happiness)
#3. Bukan saudara dan tidak menunjukkan persaudaraan. Ini disebut ketidak-bahagiaan (unhappiness)
#4. Saudara tapi tidak menunjukkan persaudaraan. Inilah neraka.
Jika ada orang yang bukan saudara dan dia tidak menunjukkan persaudaraan kepada kita, kita bisa dengan mudah menghindarinya. Kita bisa memilih komunitas lain tanpa harus bertemu dengannya.
Namun akan lebih berat bagi kita jika yang tidak menunjukkan persaudaraan itu adalah saudara kita sendiri. 
Disinilah kita perlu memaknai setiap kondisi yang kita hadapi agar tidak mengalihkan kita dari kebahagiaan.
Kepada mereka yang tidak menunjukkan persaudaraan, kita bisa memaknainya sebagai cara Tuhan untuk menjadikan diri kita agar menjadi manusia yang lebih baik. Hilangnya rasa persaudaraan dari saudara kita tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk merayakan setiap momentum dalam hidup kita.
Lantas, apa yang dibutuhkan untuk memunculkan rasa persaudaraan khususnya antara sesama saudara? Kata kuncinya adalah connectedness, rasa terhubung satu sama lain, rasa bahwa kita adalah satu tubuh. 
Disaat ada bagian dari tubuh kita yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya. Demikian pula sebaliknya, saat bagian tubuh yang sakit itu pulih, seluruh tubuh merasakan kesegaran.....
WA Group adalah salah satu upaya untuk  menyatukan hati.
Ada 2 ciri connectedness:
Kita merasa senang jika saudara kita mendapatkan kebaikan, dan kita merasa sedih saat saudara kita mendapatkan keburukan. Inilah yang dianalogikan sebagai satu tubuh.
Kita selalu berhubungan dengan saudara kita meski kita sedang tidak membutuhkannya.

Semoga bisa jd inspirasi agar bisa menjadi saudara yg baik dan menjaga persaudaraan....