Showing posts with label shalat. Show all posts
Showing posts with label shalat. Show all posts

Monday, April 2, 2018

HIPNOTISLAH TUHANMU

HIPNOTISLAH TUHANMU
Hipnosis adalah sebuah teknik komunikasi yang sangat-sangat persuasif. Sedemikian persuasifnya sehingga kita memilih untuk mengikuti perintah (sugesti) yang ada di dalamnya.
Salah satu kaidah hipnosis yang sangat powerful adalah teknik pacing-leading (menyelaraskan-mengarahkan).
Selama ini banyak pihak yang menyalahartikan ilmu komunikasi ini sebagai pemanipulasian pikiran orang lain. Bahkan lebih ekstrim lagi beberapa ustadz malah mengharamkannya, karena menganggap hipnotis ada hubungannya dengan pemanfaatan kuasa kegelapan atau penggunaan makhluk gaib. Hipnotis itu sihir, maka haram hukumnya!
Untuk menghilangkan persepsi yang salah tadi, dalam kesempatan yang berbahagia,  ini saya akan mengajak Anda untuk memahami hipnotis dari sudut pandang yang lebih religius. Harapan saya, setelah selesai membaca tulisan ini, Anda akan bertambah pemahaman, bahwa hipnotis bukanlah sebuah ilmu aneh, bahkan ajaib. Hipnotis ada dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan dalam agama kita. Islam.
***
Dalam Islam, amalan yang wajib dilakukan setiap hari oleh pemeluknya adalah shalat. Asholatu ‘imaduddin, shalat itu tiangnya agama. Maka barang siapa mendirikan shalat, maka dia sedang memerkokoh agamanya, dan barang siapa meninggalkan amalan shalatnya, maka dia sedang merobohkan agamanya. Begitu seringkali saya mendengar para Ustadz membicarakan amalan wajib yang satu ini. 
Menurut bahasa, shalat artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah, shalat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan syariat yang ada.
Dalam pengertian lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ (Imam Bashari Assayuthi, 30).
Dan salah satu syarat sahnya shalat adalah dibacanya ummul kitab, yaitu surah Al Fatihah.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak sah shalat yang di dalamnya tidak dibaca surat al-Fatihah.
Lalu dalam sumber lain Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“Tidak sah shalat kecuali dengan surat al-Fatihah.”
Apa alasannya?
Menjawab pertanyaan itu mari kita simak dan maknai surat AL-Fatihah berikut:
Bismillahirrahmaanirrahiim
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang)
Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
(Segala Puji Bagi Allah Penguasa Alam Semesta)
Ar Rahmaanirrahiim
(Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang)
Maaliki yaumid diin
(Yang Menguasai Hari Pembalasan)
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
(Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.)
Ihdinas shiraatal mustaqiim
(Tunjukilah kami jalan yang lurus,)
Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim, ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin
(Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang  sesat.)
Sebenarnya kalau mau diringkas, surat ini mempunyai inti sebagai berikut:
'Segala Puji Bagi Allah Penguasa Alam Semesta'
dan
'Tunjukilah kami jalan yang lurus'
Jadi apa hubungan ummul kitab ini dengan hipnotis?
Erat, sangat erat bahkan. Saya akan ulang lagi salah satu definisi hipnotis, yaitu sebuah teknik komunikasi yang sangat-sangat persuasif. Sedemikian persuasifnya sehingga kita memilih untuk mengikuti perintah (sugesti) yang ada di dalamnya.
Sementara shalat, dengan Al Fatihah sebagai salah satu unsur wajibnya juga merupakan sarana komunikasi hamba dengan Tuhannya. Apa tujuan komunikasi ini? Tentunya mendapatkan hal yang kita inginkan, melalui sugesti yang kita berikan.
Sesuai dengan teknik pacing-leading, marilah kita kupas satu persatu ayat yang berada dalam Al Fatihah. Saya jamin Anda akan takjub begitu menyadarinya, dan lebih yakin lagi bahwa hipnotis ternyata sangatlah religius.
a. Segala Puji Bagi Allah Penguasa Alam Semesta
Setelah membaca basmallah, maka ini adalah langkah 'pacing' pertama yang diajarkan Allah untuk kita lakukan. Memuji Allah, dan berterimakasih atas karunia alam semesta beserta isinya, di mana termasuk kita berada di dalamnya.
b.Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Belum puas dengan sekali 'pacing', maka memuji Allah akan kasih dan sayangNya yang memang sudah terbukti berlimpah ruah kita terima merupakan 'pacing' yang kedua.
c. Yang Menguasai Hari Pembalasan
Dan untuk meyakinkan diri lagi maka, kita juga melakukan 'post hypnotic suggestion' (yaitu kepasrahan kita akan kuasa Allah sebagai Sang Penguasa Hari Pembalasan) masih dalam bentuk pacing.
Ayat selanjutnya merupakan bridge atau penghubung yang akan memperhalus transisi dari pacing menuju leading.
Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan
Bagaimana Kawan, sudah mulai ‘ngeh’ dengan pendapat saya? Sudah?
Bagus!
Kita sudah membuktikan teori tiga kali pacing yang perlu dilakukan dalam teknik hipnosis, seperti banyak diulas dalam buku teori hipnosis dan NLP.
Tinggal langkah terakhir. Langkah penguncinya, yaitu 'Leading'.
Mari kita bersama-sama membaca dua ayat terakhir dengan khusyu. Kita resapi maknanya, dan rasakan pengaruhnya dalam hati kita.
Mari kita LEAD Tuhan kita. Mari kita hipnosis Allah.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang  sesat.
Menurut Anda, setelah tiga kali kita melakukan pacing (baca: penyelarasan dengan kepasrahan tingkat tinggi), dan diakhiri dengan leading dengan khusyu ini, berapa persen kemungkinan Allah mengabulkan doa kita. Dalam istilah lain, bukankah doa adalah permintaan. Dan sebenarnya permintaan adalah sebuah perintah dalam tataran terhalusnya. Sebuah sugesti.
Anda yang merasakan, maka Anda pulalah yang bisa menjawabnya.
Singkat kata maksud surah Al-Fatihah adalah:
'Ya Allah Tunjukilah kami jalan yang lurus'
Insya Allah inilah inti dari surah Al-Fatihah.
***
Surat Al-Fatihah  merupakan Ummul Kitab atau induk dari Al-Quran, merupakan intisari dari Al-Quran yang mengandung pelajaran aqidah, syariah dan akhlaq. Aqidah, syariah dan ahlaq merupakan intisari dari ajaran Islam. Sehingga jika intisari ajaran Islam ini dipahami, dihayati dan diamalkan setiap muslim, maka mereka akan menjadi orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, orang-orang yang diridhoi Allah swt.
Saya sudah banyak membaca buku dan atau mendengar motivator yang mengatakan bahwa seseorang bisa mencapai dream-nya melalui proses pemrograman kata-kata/bahasa ke dalam pikirannya. Pemrograman kata-kata tersebut adalah kata-kata yang memiliki makna positif atau konstruktif.
Kata-kata yang paling baik adalah Firman Allah dalam Kitab Suci Al-Quran, yang jika secara rutin diprogramkan ke dalam jiwa (pikiran) manusia dengan membacanya akan mampu menciptakan perubahan pada diri orang tersebut.
Surat Al-Fatihah bagi seorang muslim yang taat akan dibaca minimal 17 kali dalam sehari semalam. Sebagai induk dari Al-Quran (Ummul Kitab), Al-Fatihah memiliki makna yang dahsyat yang bisa mengubah seseorang. Surat ini mampu melejitkan kualitas diri seseorang secara spiritual, sosial maupun finansial. 
Tentu saja jika kita mampu memaknai ayat-ayat yang dibaca secara benar. Pemaknaan yang mampu menggerakkan jiwa secara spiritual, menumbuhkan sifat-sifat sosial dan mendorong kita untuk melakukan usaha atau ihtiar dalam membuka kunci-kunci keberkahan dari langit dan bumi.
Pemaknaan pacing-leading ini akan membantu kita memodel makna Al Fatihah dalam perilaku keseharian kita. Insya Allah.
Al Fatihah disebut sebagai ummul kitab tentunya bukan tanpa alasan. Dan ketika mau membedahnya lebih dalam lagi ternyata kita menemukan bahwa Allah telah menurunkan Al Fatihah dengan teori 'pacing-leading' tadi.
Artinya, Allah justru mengajarkan kita untuk menghipnosis-Nya.
Maka, Saudaraku, ketika Anda mempunyai sebuah 'dream'. Sebuah keinginan baik demi kemajuan perusahaan Anda. Kebahagiaan keluarga Anda. Ketentraman Negara tercinta ini. Bersegeralah, hipnotislah Tuhanmu.
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan pemahaman saya yang bodoh ini.
Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach

Saturday, April 16, 2016

MANDEH (IBU)

Mandeh (Ibu)
SEPENGGAL CERITA YANG SANGAT MENG-INSPIRASI DAN MENUSUK PERASAAN
Tanpa di rencanakan Mandeh mengabarkan bahwa dia sudah di bandara untuk terbang ke Jakarta. Dalam dua jam dia sudah sampai " jemput Mandeh di bandara ya nak" demikian pesan singkatnya lewat WA. Mandeh walau usianya sudah diatas 70 thn, namun bukanlah Mandeh yang puritan. Mandeh melek tekhnology dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Namun Mandeh tetap dengan prinsip hidupnya yang mandiri. Tak pernah mau merepotkan anak dan cucu.
"Jangan kau bilang sama Adi kalau Mandeh datang. Nanti iba hati pula dia kalau Mandeh tidak lebih dulu kerumahnya." Kata Mandeh.
Adi adalah kakak tertuaku. Hidupnya memang tidak beruntung. Tak pernah masuk perguruan tinggi. Usahanya hanya pedagang kecil di pasar tradisional. Namun kami semua adiknya menghormatinya. Walau dia paling tidak beruntung hidupnya di bandingkan kami namun dia tidak pernah menyusahkan kami. Bahkan selalu menolak bila di bantu. Berkat Uda Adi , Uda Burhan bisa selesaikan kuliah dan bekerja sebagai PNS.  Uda Burhan membantu Uni Linda kuliah sampai selesai. Uni Linda bekerja di BUMN dan membiayai ku selesai kuliah. Aku terjun sebagai pengusaha. Terakhir si Mulyadi, aku bantu selesai kuliah dan sekarang jadi dosen.
Kami adik beradik saling tolong menolong sejak Ayah meninggal. Semua berkat didikan Mandeh yang berhasil menjadikan Uda Adi sebagai pemimpin kami setelah ayah meninggal. Biaya hidup Mandeh sepenuhnya di tanggung Uda Adi. Mande lebih leluasa meminta kepada Uda Adi. Pergi haji pun Mandeh bersama Uda adi. Tentu uda adi yang menanggung biayanya. Entah mengapa kami tak peduli dengan segala beban yang di tanggung Uda Adi.
"Mengapa kalian berdiam diri soal si Burhan? Apa kalian pikir Mandeh sudah pikun." Rasanya jantung ku berhenti berdetak. Bagaimana Mandeh bisa tahu kasus Uda Burhan. Mungkin karana Mandeh melek teknologi dan aktif di sosmed. Semuanya Mandeh tahu karena berita soal Uda Burhan sudah tersebar kamana mana.
" Ya aku kurang paham urusannya Mandeh"
"Jangan pula kau pura pura. Kau sama saja dengan Burhan. Usaha kau berkembang karena bantuan dia sebagai pejabat"
Aku hanya diam. Memang usahaku berkembang karena proyek dari instansi Uda Burhan. Jalanan macet terasa ratusan tahun sebelum sampai di rumah Uda Burhan. Gadget ku bergetar. Kulihat di layar tertulis nama istriku.
"Ya mah, Mandeh sudah bersama papa. Mau bicara dengan Mandeh?
Aku menyerahkan Gadget kepada Mandeh. "Si Dina mau bicara, Mandeh"
"Ya Ananda. Nanti selepas dari rumah Uda Burhan kau, Mandeh akan mampir ke rumah. Gimana kabar cucu cucu Mandeh?”
Tak berapa lama Mandeh berbicara dengan istriku dan kemudian menyerahkan Gadget kepadaku.
"Mengapa kau biarkan si Dina terus bekerja? Kurang apa kalian? Rumah besar. Kendaraan ada empat. Belum lagi vila dan apartemen. Sementara kedua anak kalian di suruh tinggal di luar negeri. Ayam saja tidak begitu lakunya dengan anak anaknya. "
"Si Dina itu S3 Mandeh. Sayang ilmunya tak dipakai? Anak anak sekolah di luar negeri biar dapat pendidikan terbaik"
"Entahlah. Mandeh orang kampung nak. Mandeh hanya tahu seharusnya istri dirumah kalau suami mampu mencukupi kebutuhan dan tugasnya menjaga rumah dan anak. Lain halnya kalau suami tidak mampu. Kau lebih dari mampu. Kedua anakmu perempuan tak elok anak gadis jauh dari orang tuanya"
Aku hanya diam. 
"Uni kau tahu Mandeh datang? "
“Tahu. Dia menanti Mandeh di rumah uda Burhan."
Mandeh terdiam. Pandangannya tertuju ke jalanan. Tapi aku tahu banyak yang dipikirkannya. Mandeh tidak pernah henti berpikir dan ikut memberikan bimbingan di tengah setiap masalah kami.
Ketika sampai di rumah Uda Burhan. Nampak uni Linda menyambut Mandeh didepan pagar sambil memeluk Mandeh dan membawa tas Mandeh masuk kedalam rumah.  Di ruang tamu nampak Uda Burhan duduk dengan wajah layu menatap jendela kearah taman yang asri dirumahnya. Aku duduk di lantai bersila. Uni Linda duduk disamping Uda Burhan. istri Uda Burhan duduk di samping Mandeh.
"Apa yang terjadi sesungguhnya nak?” Kata Mandeh memecah keheningan.
"Aku hanya melaksanakan perintah pimpinan Mandeh. Kini aku di korbankan.." Kata Uda Burhan dengan suara lirih.
"Seharusnya kau tidak patuh kepada pimpinan tapi patuh kepada UU dan aturan. Negeri ini tidak dimiliki oleh pimpinanmu tapi oleh rakyat. Rakyat mengamanahkan mu melaksanakan tugas sesuai aturan. Paham kau Nak? Negeri ini Merdeka dengan jumlah Syuhada tak terbilang. Kakek kau ikut menyabung nyawa melawan penjajah asing agar aku dan kau juga cucumu bisa merasakan nikmat Merdeka. Negeri ini merdeka karena Rahmat Allah. Kini kau kotori itu dengan buruk lakumu. Tak malu kau dengan cucumu?
"Tapi Mandeh. Kalau tak patuh dengan pemimpin aku akan tersingkir"
"Nak. Mengapa kau sangat takut kehilangan jabatan bila kau merasa benar. Jalan ALLAH itu tidak mudah, anakku. Kau harus Istiqamah agar pertolongan ALLAH sampai kepadamu."
"Tidak sesederhana itu Mandeh..Ini politik"
"Mandeh hanya orang kampung. Tidak sepintar kau. Mandeh hanya tau kalau jabatan itu milik ALLAH dan kepada ALLAH lah berharap. Bukan kepada pimpinan. "
"Ya Mandeh ... " kata uda Burhan dengan lirih.
Mandeh meliat kearah kami satu persatu.
"Kau, Linda." kata Mandeh menatap Uni Linda "Kau sibuk terus dengan karier mu. Kadang di Eropa, kadang di Amerika. Kau lupa bahwa kau istri dan ibu dari anak anakmu. Apa yang kau cari nak. Shalat pun kau tak pernah. Pakaianmu seperti anak muda. Padahal kau tidak muda lagi. Tidak takut kau akan mati kapanpun. Apa bekal mu nak untuk di bawa pulang ke ALLAH"
Uni Linda hanya diam.
"Kau," kata Mandeh menatapku "Kau selalu sibuk. Istrimu sibuk. Udah kaya kalian. Tapi sampai kini belum terpikir mau pergi haji. Istrimu sibuk dengan karirnya. Anak gadis mu kau kirim ke luar negeri. Orang tua macam apa kalian?. Tak takut kau dengan tanggung jawab amanah sebagai orang tua, sebagai suami di hadapan ALLAH nanti ?
Aku hanya diam.
"Si Mulyadi juga tak ubahnya dengan kalian. Sibuk terus. Dia dosen tapi waktunya lebih banyak di luar. Tak malu dia dengan jabatannya sebagai dosen? Udah kepala tiga umurnya belum juga menikah"
Kami semua terdiam. Tak berapa lama Mandeh berdiri dari duduknya.
"Uda kalian si Adi, tak sekolah tinggi seperti kalian tapi kau Burhan di biayainya sampai selesai jadi sarjana. Uda kalian tak punya rumah mewah seperti kalian, tapi dia yang membawa Mandeh ke Makkah. Dia tidak punya HP sehebat kalian tapi dia yang setiap hari menelphone Mandeh. Dia tidak sekaya kalian, tapi dia tak pernah barang seharipun terlambat mengirim uang belanja bulanan untuk Mandeh di kampung. Mandeh tak pernah menuntut balas kepada kalian anakku. Tapi "Akhlak yang baik selalu bersumber dari REZEKI yang HALAL." Jernih di hulu akan jernih di hilir. Sehingga kalian pandai bersyukur dan selalu mendekat kepada Allah, tak ragu berbakti kepada orang tua, ".
Kami semua terdiam.
"Hati Mandeh senang bila meliat kehidupan Uda Adi kalian.  Dia santun dan mandiri. Rajin shalat dan berbakti dengan mande. Lihatlah hidupnya sekarang, walau tak kaya tapi semua anak anaknya berbakti pula dengan dia. Tak ada beban rasa kawatir mau di penjara seperti kau Burhan. Dia lebih baik dari kalian".
Kami semua terdiam..
"Entahlah anakku... Mandeh tak henti berharap dalam doa agar kalian berubah karena Mandeh sadar Hidayah itu hak ALLAH. Mandeh terus mendoakan kalian siang malam..."
Mandeh menatapku, “Sekarang antarkan Mandeh ke rumah Uda kalian. Mandeh mau menginap dirumahnya. Besok biar dia yang antar Mandeh ke Bandara. Sekali lagi Mandeh berharap kepada kalian. Kalau kalian sayang dengan Mandeh,  SHALAT lah....!!! jangan tinggalkan Shalat agar doa Mandeh di dengar dan di ijabah Allah.