Showing posts with label telur. Show all posts
Showing posts with label telur. Show all posts

Friday, July 13, 2018

HOAX TELUR PALSU

HOAX TELUR PALSU
Dari Indonesian HOAX Community !!,, Semoga Mencerahkan !!
#klarifikasi #edukasi #jenistelur #telurputih #tidakamis #lapisanputih #selaputputih #membrankulittelur
Beredar di grup WA sebuah video ibu-ibu berbaju merah yang mempermasalahkan:
1. Lapisan selaput putih pada cangkang telur.
2. Bintik putih pada kuning telur.
3. Bau telur yang tidak amis.
4. Putih telur yang encer.
Kemudian ibu-ibu tersebut menuduh bahwa telur yang dia perlihatkan adalah telur palsu. Berikut ini bantahan terhadap hal tersebut:
INI TANGGAPAN DR. DRH. DENNY WIDAYA LUKMAN, MSi dosen Kesmavet FKH IPB 
Tanggapan saya terhadap video di atas:
Itu-ibu penyebar fitnah.
Sampai detik ini belum ada teknologi manusia yang dapat membuat kulit telur ayam dan isinya.
1. Telur itu umurnya sudah lama (mungkin lebih dari 4 minggu). Telur yang sudah lama disimpan menyebabkan putih telur menjadi relatif lebih encer dan kuning telur yang relatif jadi lebih lunak karena kekentalannya menurun;
2. Dikatakan jika ada bintik hitam di kuning telur artinya telur asli, itu SALAH. Telur yang baik justru kuning telurnya BERSIH, tidak ada bintik-bintik warna lain;
3. Dikatakan ada plastik di bagian dalam kulit telur. Itu SALAH. Kulit telur itu terdiri atas beberapa lapisan (hanya jelas dilihat dengan mikroskop). Lapisan terluar itu dari luar adalah:
(a) kutikula, lapisan ini rusak jika telur dibersihkan (cuci, lap) atau ada gesekan saat telur menggelinding di atas kawat kandang; dan jika umur telur lama;
(b) kulit telur, yang tersusun kuat dan mengandung kalsium. Warna dan kekuatan kulit dipengaruhi jenis ayam dan pakan ayam;
(c) Membran kulit telur (yang dibilang “plastik”), yang melindungi isi telur. Membran ini juga ada 2 lapis: bagian luar yang kontak dengan kulit telur dan bagian dalam yang kontak dengan putih telur.
Kulit telur yang berlapis dan kokoh diciptakan Tuhan untuk melindungi calon anak ayam di dalamnya dari faktor2 lingkungan, terutama kuman2 (telur itu penerus keturunan ayam).
Jadi informasi yang diberikan Ibu dalam video itu TIDAK BENAR dan MENYESATKAN dan bila tersebar itu jadi FITNAH.
Jadi kalau ada yang bilang telur palsu, jangan langsung percaya
Semoga Tuhan memberi petunjuk kepada Ibu itu dan mengampuni dosanya. Aamiin ya Rabbal’aalamiin
Jadilah konsumen yang cerdas dan bijak
--Selesai kutipan-- disebarkan oleh Dewi Ratih Anggraeni di grup FB Ikatan Alumni IPB
Sebagai perbandingan, di bawah ini video dari dokter hewan yang mengambil contoh telur dari peternakan. Bisa dilihat masih ada semburat kotoran ayam pada cangkang telur. Beliau menjelaskan jenis-jenis telur.

Monday, February 26, 2018

XI JIN PING

XI JIN PING
Presiden Xi Jin Ping dari Tiongkok berkata: Ketika saya masih kecil, saya sangat egois, selalu mengambil yang terbaik untuk diri saya sendiri. Perlahan-lahan, semua orang meninggalkan saya dan saya tidak punya teman. Saya tidak berpikir itu salah saya tetapi saya mengkritik dan menyalahkan orang lain.
Ayah saya memberi saya 3 kalimat untuk membantu saya dalam hidup.
Suatu hari, ayah saya memasak 2 mangkuk mie dan meletakkan 2 mangkuk di atas meja. Satu mangkuk hadir dengan satu telur di bagian atas mie dan mangkuk lainnya tidak memiliki telur di atasnya. 
Ayah berkata, "Anakku. Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan ”.
Telur sulit didapat saat itu! Hanya bisa makan telur selama festival atau Tahun Baru. Tentu saja saya memilih mangkuk dengan telur! Saat kami mulai makan. Saya mengucapkan selamat kepada diri saya sendiri atas pilihan dan keputusan bijak yang saya lakukan dan mendapatkan telur itu. Lalu saya terkejut ketika ayahku makan mie, ada dua telur di bawah mangkuknya, tersembunyi di bagian bawah mie! Saya sangat menyesal! Dan memarahi diriku sendiri karena terlalu terburu-buru dalam keputusanku. Ayah saya tersenyum dan iba kepada saya, ”Anakku. Kamu harus ingat apa yang dilihat mata Anda mungkin tidak benar. Jika kamu berniat mengambil keuntungan dari orang-orang, kamu akan berakhir dengan kekalahan!”
Keesokan harinya, ayah saya kembali memasak 2 mangkuk mie: satu mangkuk dengan telur di atasnya dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya. Sekali lagi, dia meletakkan dua mangkuk di atas meja dan berkata kepada saya, ”Anakku. Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan?”
Kali ini saya lebih pintar. Saya memilih mangkuk tanpa telur di atasnya. Yang mengejutkan saya, saat saya memisahkan mie di atas, tidak ada satu pun telur di dasar mangkuk! Sekali lagi ayah saya tersenyum dan berkata kepada saya, “Anakku, kamu tidak harus selalu bergantung pada pengalaman karena kadang-kadang, hidup dapat mengecohmu atau menipu kamu. Tetapi kamu tidak boleh terlalu jengkel atau sedih, hanya memperlakukan ini sebagai pengetahuan yang kamu dapat sebagai proses pembelajaranmu. Kamu tidak akan mendapatkan pelajaran semacam ini dari buku teks.
Hari ketiga, ayah saya lagi memasak 2 mangkuk mie, lagi satu mangkuk dengan telur di atas dan mangkuk lainnya tanpa telur di atasnya. Dia meletakkan 2 mangkuk di atas meja dan kembali berkata kepada saya, ”Anakku. Silahkan kamu pilih. Mangkuk mana yang kamu inginkan?”.
Kali ini, aku memberi tahu ayahku, "Ayah, kamu pilih dulu. Ayah adalah kepala keluarga dan berkontribusi paling banyak kepada keluarga." Ayah saya tidak menolak dan memilih mangkuk dengan satu telur di atasnya. Saat saya makan semangkuk mie saya, di hati saya berkata pasti tidak ada telur di dalam mangkuk. Yang mengejutkan saya! Ada dua telur di dasar mangkuk.
Ayah saya tersenyum kepada saya dengan cinta di matanya, "Anakku, kamu harus ingat! Ketika kamu berpikir untuk kebaikan orang lain, hal-hal baik akan selalu alami terjadi pada dirimu!"
Saya selalu ingat 3 kalimat nasehat ayah saya dan hidup dng melakukan sesuai nasihatnya. Dan benar, saya bisa sukses besar.
Xi Jin Ping