Showing posts with label amerika. Show all posts
Showing posts with label amerika. Show all posts

Monday, June 7, 2021

PENJAHAT DUNIA

PENJAHAT DUNIA DIBUMI ITU BERNAMA AMERIKA SERIKAT

Meskipun umur negara Amerika Serikat belum sampai 250 tahun, AS telah menghabiskan 93% dari usianya, yang berarti 222 tahun dalam berbagai perang ke negara-negara lain dan wilayah di seluruh dunia

Lebih dari 90 perang dan agresi, termasuk kejahatan perang. Karena itulah, boleh dikatakan bahwa AS adalah negara berperadaban rendah dan paling ganas dalam sejarah, menurut daftar hitam ini:

1. 1833 pasukan Amerika menyerbu Nikaragua dan membunuh ribuan orang tak bersalah.

2. 1845 Pasukan AS menduduki dan menganeksasi wilayah Meksiko, yang sekarang dikenal sebagai negara bagian Texas.

3. 1848, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menduduki dan menganeksasi wilayah Meksiko lainnya, yang sekarang dikenal sebagai California dan New Mexico.

4. 1854, AS menginvasi Graham, Nikaragua menghancurkannya, sebagai balas dendam karena tidak menerima agen Amerika ke wilayahnya.

5. 1855 pasukan Amerika Serikat menginvasi Uruguay dan kemudian Terusan Panama.

6. 1857 campur tangan di Nikaragua untuk menggagalkan upaya musuh AS, William Rucker, Dan merebut kekuasaannya.

7. 1873 pasukan Amerika menginvasi Kolombia, dan kemudian selama bertahun-tahun melakukan operasi:  1885 - 1891 - 1892 - 1893 - 1898 - 1899.

8. 1888 pasukan Amerika menginvasi Peru.

9. 1888 intervensi Amerika Serikat di Haiti.

10. 1891 Amerika melakukan intervensi di Chili.

11. 1894 Amerika kembali melakukan intervensi di Nikaragua.

12. 1898 Kuba dikepung, pasukannya berada di laut dan menduduki Teluk Guantanamo.

13. 1901-1902 Amerika kembali melakukan intervensi di Kolombia.

14. 1902 Amerika melakukan intervensi di Honduras.

15. 1904 AS menyerbu Panama.

16. 1905 menyerang Honduras.

17. 1907 Amerika menjatuhkan enam kota di Honduras.

18. 1907 menyerang Meksiko untuk membantu diktator menduduki kursi kekuasaan.

19. 1907 Serangan di Nikaragua

20. 1907 masuk ke Republik Dominika untuk menekan revolusi.

21. 1908 ikut campur dalam perang antara Honduras dan Nikaragua.

22. 1910 intervensi dalam pemilu di Panama.

23. 1911 intervensi untuk menekan kudeta terhadap pemerintah Nikaragua

24. 1911 masuk ke Honduras untuk mendukung revolusi yang dipimpin oleh Manuel Bonilla melawan presiden terpilih Miguel Dowie.

25. 1911 penindasan pemberontakan anti-Amerika di Filipina.

26. 1912 intervensi militer di Cina.

27. 1912 menyerang Kuba.

28. 1912 menyerang Panama.

29. 1912 menyerang Honduras.

30. 1914 Marinir memasuki Haiti dalam serangan udara dan merampok Bank Sentral Haiti dengan dalih menagih hutang.

31. Tetap di Haiti sampai 1914-1915.

32. 1916, pasukan Amerika Serikat melakukan intervensi di Republik Dominika dan membantu pemberontak.

33. 1917 pendudukan Kuba.

34. 1918 terlibat dalam Perang Dunia Pertama

35. 1920-1918 intervensi di Rusia

36. 1919 intervensi militer di Panama

37. 1919 intervensi militer di Kosta Rika

38. 1920 serangan kedua ke Honduras

39. 1920 Serangan Guatemala

40. 1921 Intervensi militer di Turki

41. 1922 Angkatan bersenjata Amerika Serikat menyerbu El Salvador.

42. 1923 Intervensi militer di Cina.

43. 1924 intervensi Honduras.

44. 1925 serangan militer terhadap Panama.

45. 1926 intervensi di Nikaragua.

46. 1932 pendudukan Cina.

47. 1933 pendudukan Nikaragua.

48. 1934 pendudukan Haiti.

49. 1937 menyerang Salvador.

50. 1945 menyerang Nikaragua pada.

51. 1945 ketika perang dunia berakhir dengan pemboman Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.  Di dalamnya, sekitar 220 ribu orang meninggal karena bom atom dan lebih dari 100 ribu orang meninggal secaralangsung selama pengeboman, dan sisanya meninggal pada tahun 1945 sebagai akibat radiasi berbahaya, yang menginfeksinya

51. 1947 Serangandi Yunani.

52. 1950 serangan 1950 di Filipina.

53. 1950 serangan 1950 di Puerto Rico dan terlibat dalam Perang Korea.

54. 1952 campur tangan di Iran, dan badan intelijen Amerika Serikat melikuidasi pemerintah nasional Mohammed Mossadiq dan mengembalikan Syah Iran.

55. Pada tahun 1954, Amerika secara paksa menggulingkan pemerintah Guatemala.

56. 1958 serangan 1958 ke Korea

57. 1958 serangan Lebanon 1958.

58. 1959 menyerang Panama.

59. 1959 menyerang Laos

60. 1960 menyerang Haiti.

61. 1960 operasi militer melawan Ekuador. Pasukan AS menginvasi Pig Bay di Kuba. Presiden Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut dan udara di Kuba untuk memaksa Soviet menghapus rudal nuklir mereka dari pulau itu.

62. 1965 Di belakang kudeta orde baru menjatuhkan Soekarno yang berhaluan kiri.

63. Serangan 1965 di Panama

64. 1966 menyerang dengan gas beracun di Vietnam.

65. Serangan Guatemala 1966.

66. 1967, intelijen Amerika membantu tentara Bolivia dalam perang melawan Guevara dan membunuhnya.

67. 1970 menyerbu Kamboja dan, menurut "legitimasi representatif" Pangeran Sihanouk, orang netral "dalam Perang Vietnam" dan membuangnya dan mengalihkan kekuasaan kepada pemerintah yang lemah, yang setia kepadanya.

68. 1972 pemboman Laos

69. 1973 membuat Chile tidak stabil, membunuh presidennya, Salvador Allende, yang menentang Amerika Serikat, dan mendirikan kediktatoran militer di sana.

70. 1975 mendukung militer Indonesia untuk invasi ke Timor Timur.

71. Menyerang Nikaragua pada 1980.

72. Pada 1980-1990, Reagan berkuasa dan meluncurkan proyek Star Wars, dan entitas Zionis memberikan bantuan keuangan yang signifikan dan menciptakan kekuatan militer di wilayah tersebut.

73. Amerika Serikat mengerahkan misilnya ke seluruh Eropa.

74. 1983 operasi militer melawan Iran.

75. 1986 intervensi militer di Grenada

76. 1988 serangan di Libya.

77. 1988 menyerang Honduras.

78. 1989 serangan terhadap pesawat Iran yang menewaskan 290 penumpang.

79. 1989 invasi militer ke Panama

80. 1991, kerusuhan di Kepulauan Virgin Inggris ditekan, yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil.

81. 1991 serangan ke Irak pada 1991

82. 1995 agresi di Bosnia

83. 1998 pendudukan Somalia dan penggunaan kekerasan yang berlebihan terhadap warganya.

84. 1999 serangan ke Sudan pada tahun 1999.

85. 2001 perang melawan Yugoslavia di bawah naungan NATO. Pemboman berlangsung selama 78 hari, dan Yugoslavia hancur berantakan.

86. 2001 serangan terhadap Afghanistan dan menduduki hingga sekarang.

87. Serangan 2003 terhadap Irak dan kematian ribuan orang tak bersalah.

88. 2010 serangan ke Libya dan penggulingan Gaddafi

89. 2011 mendukung kelompok-kelompok teroris bersenjata di Suriah untuk menggulingkan rezim Suriah.

90. 2015 mendukung dan mempersenjatai Agresi Saudi ke Yaman.

91. Dan masih banyak lagi yang tidak tercatat spt kasus Guantanamo, di mana ratusan orang Arab dan Muslim ditangkap dalam kondisi yang tidak manusiawi dan biadab, seperti yang diakui oleh orang Amerika sendiri.

Semoga brmanfaat 

Sunday, May 10, 2020

PILIH SHANGHAI

Minggu 10 May 2020

Oleh : Dahlan Iskan

Ini memang bacaan hari Minggu. Tapi ibu satu ini luar biasa: Suami kerja di Amerika. Istri kerja di Shanghai. Di manakah dua anaknya akan ”disembunyikan” dari Covid-19? 

Menariknya suami-istri itu orang Amerika. Bukan keturunan Tionghoa. Mereka pun diskusi tentang keselamatan dua anaknya itu. Topik diskusinya: lebih selamat di mana, di Tiongkok atau di Amerika?

Setiap rumah tangga punya problemnya sendiri-sendiri. Demikian juga pasangan ini.

Sejak sebelum Tiongkok dilanda Covid-19, dua anak mereka sudah ikut ibunya di Shanghai. Mereka sekolah di kota terbesar di Tiongkok itu.

Ketika wabah kian hebat melanda Tiongkok, di Amerika masih tenang-tenang saja. Seperti tidak mungkin wabah yang sama akan masuk ke Amerika.

Shanghai pun mengumumkan sekolah-sekolah harus tutup.

Maka sang ibu mengirim dua anaknya pulang ke Amerika. Tanpa ada yang menemani. Di bandara Washington dijemput sang ayah. Sementara Tiongkok dilanda Covid biarlah mereka tinggal bersama sang ayah di Washington DC.

Mereka pun pindah sekolah ke sana. Kembali ke sekolah mereka yang lama.

Sebulan kemudian, ternyata Covid mulai merajalela di Amerika. Cepat sekali. Mulailah ada pengumuman: sekolah akan ditutup.

Sang istri mengikuti perkembangan itu demi anaknyi. Dengan tingkat waswas yang tinggi.

Tak lama kemudian Tiongkok mulai berhasil mengatasi Covid-19. Sedang Amerika kian kedodoran. Sang ibu ambil putusan cepat: lebih selamat kalau anaknyi ditarik kembali ke Shanghai. Toh sekolah di Washington akan ditutup.

Soal penanganan pandemi, sang istri menjadi lebih percaya pada kemampuan Tiongkok. 

Sedang keadaan di Amerika justru sangat mengkhawatirkannyi. Dia tidak percaya sistem di Amerika bisa bertindak keras seperti di Tiongkok. 

Maka dia pun terbang ke Washington DC. Menjemput sang anak. Begitu mendarat di Washington dia sudah mengambil kesimpulan: keputusannyi benar. Yakni untuk menarik kembali anaknyi ke Shanghai.

Saat mendarat di bandara pun dia sudah tahu: Amerika sangat sembrono --sangat menganggap enteng pandemi ini. Dia lihat di bandara itu: tidak ada pemeriksaan yang memadai. Di Washington pun dia lihat sikap orang-orangnya cuek-bebek. Seperti sedang tidak ada pandemi. Jalan-jalan raya masih ramai. Orang masih berlalu-lalang di mana-mana. Restoran masih penuh. ”Ini bahaya,” katanyi dalam hati. 

Maka tidak sampai hitungan hari dia sudah berangkat lagi ke bandara. Bersama dua anaknyi. Tujuannya bulat: Shanghai. Anaknyi akan lebih aman daripada di Amerika.

Hanya 36 jam sang ibu di Amerika. 

Kelak, beberapa hari kemudian, dia merasa lebih benar lagi. Yakni ketika dia ikuti perkembangan Covid-19 di Amerika. Yang korbannya terus meroket seperti tak terkendali.

Itulah gambaran seorang ibu yang lagi terjepit pandemi di antara dua benua.

Kisah berikutnya tidak hanya menarik, tapi juga penting bagi kita. Agar kita tahu beginilah cara mengelola masyarakat di tengah pandemi. Harian South China Morning Post, Hongkong, memuat kisah sang ibu itu. Tanpa menyebutkan nama dan identitas lengkap.

Begitu mendarat kembali di Shanghai sang ibu menemukan suasana yang begitu berbeda. Begitu ketat. Padahal wabah sudah mulai bisa diatasi di Shanghai.

Tanggal 15 Maret 2020 dia mendarat kembali di bandara Shanghai. Bersama dua anaknyi. Suasananya berbeda sekali dengan di bandara Amerika. 

Penumpang pesawat tidak boleh langsung meninggalkan pesawat. Harus lama duduk manis di dalam dulu. Sampai semua pemeriksaan selesai. Satu persatu ditanya tentang keadaan badan mereka. Suhu badan. Obat yang sedang di makan. Pernah pergi ke kota mana saja. Banyak dokumen kesehatan yang harus diisi. Lalu diperiksa begitu teliti. Dua jam lamanya ibu dan anak Amerika itu berada di dalam pesawat. 

Ketika penumpang akhirnya diizinkan meninggalkan pesawat, masih harus antre menjelang proses imigrasi. Dua jam lamanya berdiri di barisan antre itu.

Begitu tiba di depan, seorang petugas bandara melakukan pemeriksaan lagi. Semua dokumen diperiksa teliti lagi. Yang memeriksa mengenakan pakaian APD lengkap.

Setelah lolos pemeriksaan itu masuk lagi ke dalam antrean berikutnya: antre mem-foto copy semua dokumen kesehatan. Yang sudah lolos dua pemeriksaan sebelumnya. Ada mesin foto copy Xerox di situ. 

Copy-an dokumen tersebut lantas ditempeli kertas kuning. Artinya, itulah tanda boleh antre di tahap berikutnya. Yakni antre untuk dilakukan pemeriksaan cepat Covid-19.

Hasil pemeriksaan itu akan menentukan nasib. Ada tiga kemungkinan: harus karantina di rumah masing-masing, atau harus karantina di hotel yang sudah ditunjuk. Atau juga harus langsung masuk rumah sakit. 

Setelah melalui proses itu, barulah bisa ke imigrasi. Untuk pemeriksaan paspor.

Sang ibu bernasib baik: kondisi badannyi dan anak-anaknyi sangat baik. Mereka dinyatakan harus masuk karantina di apartemen mereka sendiri.

Untuk itu dia mendapat dokumen ”lolos” dari bandara. Berarti boleh mengambil bagasi.

Tapi bukan berarti sudah bebas. Untuk pemegang dokumen warna itu dia harus masuk lorong antrean khusus. Yakni yang menuju bus yang sudah ditentukan. Yakni bus jurusan apartemen sang ibu. Tidak boleh pakai taksi atau pakai bus lain.

Tapi sebelum menuju bus khusus itu dia harus men-download Apps khusus. Yakni Apps laporan kesehatan. Dia harus mengisi daftar pertanyaan di Apps itu. Kondisi badannya harus selalu dilaporkan lewat ponselnya.

Sampailah sang ibu dan anak di dekat bus. Dia harus menjalani lagi pemeriksaan suhu badan. Lalu harus menunjukkan bahwa dia sudah memiliki Apps di ponselnyi. 

Masih ada prosedur lain lagi. Dia hanya boleh mengarantina diri di apartemen sendiri kalau bisa memenuhi syarat ini: tetangga di apartemen itu mengizinkan. Yang dimaksud tetangga adalah komite penghuni apartemen (semacam pengurus) dan manajemen apartemen.

Kalau dua pihak itu tidak setuju mereka harus karantina di hotel. Ada dua pilihan hotel. Yang tarifnya 30 dolar dan yang 60 dolar. Itulah hotel yang sudah ditentukan. Agar pemerintah bisa mengawasi dengan ketat.

Sang ibu cukup pede untuk bisa diterima komite apartemen dan manajemenya. Itu karena sang ibu tinggal di apartemen yang penghuninya mayoritas orang asing.

Sebelum sang ibu naik bus, seorang petugas berpakaian ”astronaut” memeriksa paspor. Lalu mengambilnya. Paspor itu baru akan dikembalikan kalau hasil tes Covid-19 sudah keluar.

Tanpa menunggu pengembalian paspor sang ibu naik bus besar. Tidak tahu bus itu akan ke mana. Tidak semua penumpangnya di apartemen yang sama.

Satu jam kemudian tibalah bus besar itu di sebuah gelanggang olahraga. Sang ibu mengecek di mana lokasi itu. Dia pun tahu. Di sebuah distrik yang dia kenal. 

Penumpang diminta turun dari bus. Tapi diperiksa dulu nomor penumpangnya. Lalu harus masuk ke dalam antrean di sport center itu. Sesuai dengan nomor dan warna kertas yang dia pegang.

Sang ibu masuk grup 1. Maka antrean masuk sport center itu pun harus di antrean 1.

Di dalam gelanggang olahraga disediakan tempat duduk yang bisa disandarkan. Agar mereka bisa istirahat. Ada juga pesawat tv dengan program video on demand.

Mereka harus lama sekali di situ. Untuk menunggu dipanggil satu persatu. Untuk menjalani tes Covid-19.

Petugas astronaut lantas membagikan selimut. Lalu mengantar roti yang ditaruh di kereta dorong. Jumlahnya tak terbatas. Dibagi juga susu impor dari Jerman. Sang ibu menaruh apresiasi tinggi atas susu itu. Orang asing di Tiongkok memang tidak biasa minum susu lokal. Dibagi juga masker dan air dalam botol.

Jam 20.30 (berarti sudah 7 jam setelah mendarat) namanyi dipanggil. Dua orang perawat berpakaian astronaut membawanyi ke belakang gedung. Yakni ke halaman yang dipasangi tenda. 

Di situlah dilakukan tes Covid-19. Yakni dengan cara diambil cairan mukus yang ada di dalam hidung -- dekat tenggorokan. 

Selesai pengambilan mukus sang ibu kembali lagi ke kursi yang bisa disandarkan tadi. Saat inilah sang ibu waswas. Sambil lesehan di kursi ia membayangkan: jangan-jangan hasilnya positif. Jangan-jangan tertular saat di Amerika. Kalau sampai sang ibu positif, berarti akan dipisah dari dua anak kecilnyi. 

Panjanglah bayangan sang ibu. Akan di mana anaknya. Akan di mana pula dia. Bagaimana akan bisa berkomunikasi. Kalut.

Tapi dia juga kagum. Betapa banyak orang yang dites di Tiongkok ini. Beda sekali dengan di Amerika. 

Bayangan itu membuat sang ibu tidak bisa tidur. Padahal sudah jam 00.30. Untungnya anak-anaknyi lelap di balik selimut tebal di kursi sandar itu.

Jam 02.30 terdengarlah pengumuman. Semua penumpang bus tadi dinyatakan negatif. Bukan main leganyi.

Mereka pun boleh siap-siap pulang. Baru siap-siapnya. Masih banyak dokumen yang harus diisi dan diperiksa. Termasuk dokumen pernyataan tidak akan keluar dari apartemen selama 14 hari. 

Jam 04.30 barulah mereka bisa meninggalkan sport center.

Sang ibu akhirnya bisa tiba di apartemennya sendiri. Di Shanghai.

Tapi jam 9 pagi pintu kamarnyi sudah diketok. Petugas berpakaian astronaut melakukan pengukuran suhu badan. Begitu juga sore hari.

Begitulah ketatnya pemeriksaan di Tiongkok. Sejak dari dalam pesawat sampai tiba di rumah. Itulah mengapa Covid-19 cepat teratasi di sana.

Saat itu, pada tanggal itu, penumpang masih begitu bebasnya keluar masuk Indonesia. (Dahlan Iskan)

Foto :Shanghai City 

https://www.disway.id/r/928/pilih-shanghai

Friday, May 1, 2020

CHINA, KHILAFAH BARU PASCA- AMERIKA?

Dunia berubah sangat cepat. Kapan hari Amerika Serikat masih jagoan. Hajar sana, hajar sini, hantam kanan, hantam kiri. Gertak depan gebrak belakang. Tapi, tiba-tiba sekarang terlihat loyo, tidak tahu harus berbuat apa.

Melawan teroris, jago. Menghadapi Iraq, Iran, Syria, Amerika seperti Jango. Tapi menghadapi musuh yang tak kelihatan, Covid-19, malah jadi bego. Donald Trump bingung. mau lockdown takut ekonomi bangkrut. Mau tetap buka-bukaan, maju mundur, karena serangan oposisi sangat gencar. Ia membuat banyak komentar menggelikan, seperti menyuntikkan deterjen dan pemutih ke tubuh untuk mencegah virus.

Sampai sekarang kasus positif Corona di Amerika hampir mencapai 900 ribu, terbanyak di seluruh dunia, dengan kematian 50 ribu jiwa, lebih dari sepuluh kali lipat korban tewas di China. Korban tewas diperkirakan akan melampaui korban Perang Vietnam, 60 ribu tewas.

Kelas Donald Trump

Krisis ini menjadi ujian kepemimpinan dunia, dan Trump tidak menunjukkan kelasnya. Alih-alih mengambil tindakan cepat, Trump sibuk cari kambing hitam. Menyalahkan China, memusuhi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mengacam menghentikan iuran.

Di dalam negeri Trump lebih suka cari ribut dengan gubernur-gubernur yang berseberangan partai dengannya. Para gubernur dari Demokrat itu menghendaki lockdown total.

Trump tidak sependapat dan malah memprovokasi warga untuk menolak lockdown. Demo menolak lockdown pecah di beberapa tempat, dan Trump terang-terangan mendukungnya.

Ekonomi Amerika suram. Pengangguran mencapai 10 juta orang dan diprediksi bisa bertambah sampai dua kali lipat. Pertumbuhan bisa negatif dan Amerika bisa terperangkap dalam resesi terburuk sejak depresi besar, 1930.

Ekonomi seluruh dunia akan mengalami nasib sama merasakan resesi atau bahkan depresi. Dunia tunggang langgang mencari kepemimpinan. Amerika tak bisa diharapkan. Dulu waktu Perang Teluk di awal 1990-an Amerika bisa menggalang koalisi untuk menggempur Saddam Husein di Iraq.

Paling tidak negara-negara sahabat setia Amerika seperti Inggris dan Australia rela kirim pasukan gabung Amerika. Begitu juga ketika Amerika menguber Osama bin Laden dalam perang melawan teror setelah serangan WTC 2001. Tapi sekarang, tidak ada sekutu, tidak koalisi, semua sibuk selamatkan diri sendiri.

‘Khilafah’ China

Dunia seperti vakum kekuasaan sekarang dan setelah krisis Corona usai. Siapa yang akan mengisi kekosongan itu? Tak mudah diprediksi. Tapi, kandidat paling kuat, siapa lagi, kalau bukan China.

Orang boleh bicara apa saja mengenai China. Tapi, tak bisa dibantah bahwa China sudah keluar sebagai pemenang dalam krisis ini. Ketika hampir seluruh dunia masih panik menghadapi wabah, China sudah menuntaskan persoalannya.

China mengirim tenaga medis dan peralatan kesehatan ke berbagai penjuru dunia. Ketika Italia dan Spanyol menjadi episentrum wabah di Eropa ,dan negara-negara tetangganya setengah hati membantu, China cepat tanggap mengirim berbagai bantuan.

Gerakan China menjangkau cepat dan efektif ke negara-negara Asia, Afrika, dan sebagian Timur Tengah. Di Asia dan Afrika, China dianggap sebagai dewa penyelamat. Bukan saja di saat krisis seperti sekarang, tapi juga nanti ketika pemulihan ekonomi membutuhhkan pasar-pasar baru, maka pasar China yang bisa diandalkan untuk tujuan ekspor.

Pasar Amerika tak bisa diharapkan. Apalagi dengan kepemimpinan Trump yang tertutup seperti sekarang. Bahkan, Australia, sekutu lama Amerika, sudah berancang-ancang untuk beralih ke lain hati dengan melirik China. Gaya Amerika yang suka pamer hard power, kekuatan keras, sudah tidak laku lagi, dan gaya diplomatik halus, soft power lebih bisa diterima.

Jack Ma Versus Bill Gates

Wajah diplomasi soft power China makin kuat dengan munculnya Jack Ma, manusia terkaya di China, yang aktif mengirimkan bantuan peralatan dan obat-obatan ke seluruh penjuru dunia dan diterima dengan tangan terbuka.

Beda dengan Bill Gates yang bantuan-bantuannya malah dicurigai bahkan dia dituduh menciptakan virus ini untuk mengurangi dengan paksa populasi dunia sampai 10 persen. Upaya filantropi Gates malah makin memperburuk wajah Amerika. Sementara, WHO sendiri terlihat lebih dekat ke China daripada Amerika.

Dirjen Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Etiopia adalah orang pilihan China, dan China mempunyai hubungan sangat akrab dengan Etiopia yang dijuluki sebagai “Little China” dan menjadi gerbang masuknya investasi China ke berbagai negara Afrika.

Amerika dan sekutu-sekutu Eropa tidak membiarkannya menjadi lokomotif baru. Mereka menuntut dibentuk tim investigasi internasional untuk menyelidiki kemungkinan China melakukan keteledoran dalam penyebaran pandemi ini. Amerika yang paling bersikeras, kemudian Prancis dan Jerman mulai masuk barisan. Perang perebutan kepemimpinan global tak terhindarkan.

The Clash of Civilization

Siapa yang bakal jadi jawara? Amerika tetap masih terlalu tangguh. Tapi China adalah penantang serius dan satu-satunya. Seperti diprediksi Samuel Huntington dalam “The Clash of Civilization” (1996) perebutan kepemimpinan global akan terpolarisasi pada empat peradaban besar, Barat, Timur Konfusian, Kristen Ortodoks, dan Islam.

Peperangan berbasis ideologi antara kapitalisme vs komunisme dianggap sudah tamat sejak runtuhnya Uni Soviet dan sekutunya di Eropa Timur pada 1990.

Francis Fukuyama kemudia memproklamasikan “The End of Hisrory” (1990), sejarah telah berakhir dengan kemenangan kapitalisme sebagai kampiun dunia.

Perang yang muncul kemudian adalah perang peradaban ala Huntington. China mewakili peradaban Timur yang konfusianis melawan Amerika representasi peradaban Barat Kristen. Inilah dua kekuatan yang sekarang ini paling digdaya dan di tengah krisis pandemi ini China menunjukkan keunggulan.

Bagaimana dengan peradaban lainnya? Rusia yang mewakili peradaban Kristen Ortodoks Eropa Timur belum bisa membuktikan kepemimpinan global di tengah pandemi, karena masih harus berjuang mengatasi pandemi di dalam negeri. Presiden Vladimir Putin juga lebih sibuk melakukan konsolidasi politik sehingga penanganan pandemi dan dampak ekokominya agak terbengkelai. Pada akhir perang peradaban Ortodoks Rusia akan cenderung berkoalisi dengan China atau bahkan Islam untuk melawan musuh bersama, Amerika Serikat.

Di mana kekuatan Islam dalam percaturan geopolitik pandemi sekarang? Belum juga kelihatan. Di tengah situasi keos seperti sekarang para aktivis khilafah mungkin berharap bisa mencuri kesempatan untuk mengambil alih kepemimpinan global.

Tapi, belum ada tanda-tanda ke arah itu. Negara-negara Islam masih sibuk dengan urusan dalam negeri, termasuk Turki yang masih kelabakan mengatasi pandemi.

Khilafah global Amerika, sangat mungkin, telah memasuki episode akhir, tapi khilafah islamiyah belum juga menunjukkan kesiapan untuk mengambil alih. Tampaknya, khilafah China yang jauh lebih siap.

Editor Mohammad Nurfatoni.

Oleh : Dhimam Abror Djuraid, 

Wartawan senior, tinggal di Surabaya.


US DAN KEADILAN NURANI

Amerika Serikat Telah Tidak memPedulikan "KEADILAN & NURANI"

Badan intelijen Rusia sekali lagi Berhasil mengungkapkan Trik Kotor Amerika Serikat ~Menggunakan virus mahkota baru untuk membahayakan nyawa umat manusia di seluruh dunia ~

2019-COVID - Coronavirus dimulai oleh Amerika Serikat, tetapi wabah itu menjadi tidak terkendali karena dua perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat bersaing keras dan ingin mengambil tempat teratas, menguasai pasar vaksin senilai hampir US $ 10 miliar di seluruh dunia, (

Karena kesalahan dalam operasi, virus bocor untuk menginfeksi orang2 Amerika sendiri, menyebabkan sebagian besar orang2 Amerika saling menginfeksi dan mati, tetapi beritanya dimanipulasi sebagai penyakit flu biasa. Pada saat ini, Amerika Serikat memiliki beberapa trik juga pikiran sangat2 kotor juga jahat. Dengan dalih/memframing Corona Virus itu adalah Permainan Militer Dunia Wuhan, virus itu menyebar untuk memperluas infeksi di luar negeri.  Hingga ke seluruh Dunia yang menjadi ikut terancam oleh virus corona dan sekarang sepenuhnya di luar kendali.

Badan Kesehatan Rusia pertama kali secara terbuka telah menyatakan bahwa coronavirus adalah virus yang diproduksi secara sintetis, sama sekali bukan disebabkan oleh virus hewan liar di Wuhan, Tiongkok. Bioteknologi dan komunitas medis di seluruh dunia mencoba yang terbaik untuk melacak sumber virus, guna menemukan cara untuk menyelesaikan persamaan virus, dan menemukan penangkal untuk menyelamatkan umat manusia.  Oleh sebab itu (pada saat Tiongkok melakukan LockDown Kota Wuhan), Hanya Amerika Serikat lah yang tetap diam dan menolak mengumumkan kondisi Amerika, sehingga sebagian besar negara telah mencurigai bahkan meyakini bahwa Amerika Serikat adalah sumber virus corona baru tsb!

Cepat atau lambat, kekejaman orang Amerika pasti akan terungkap , koran tidak akan terbakar, dan penelitian dari intelijen Rusia yang terus bekerja akan mengungkap lagi dengan lebih detail. Amerika Serikat jelas2 telah menggunakan penelitian bioteknologi sebagai umpan untuk melakukan perang bioteknologi, yang jelas2 sangat merugikan negara2 lain dan melihat laporan berikut ini:

Nyata2 Militer AS secara terbuka telah melanggar Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Larangan Senjata Biologis dan Kimia, AS yang secara diam-diam telah melakukan penelitian tentang virus, bakteri, dan racun yang mematikan. Hal Ini telah menyebabkan ratusan ribu orang tak berdosa telah terpapar pada ancaman patogen sangat berbahaya dan berbagai penyakit tak tersembuhkan.

Para ilmuwan perang biologis Pentagon mengandalkan perlindungan diplomatiknya untuk mengembangkan virus buatan di laboratorium biologi yang mencakup 25 negara di seluruh dunia.  Laboratorium biologi AS ini, berdasarkan pada alokasi Departemen Pertahanan (DTRA) AS untuk proyek militer senilai $ 2,1 miliar ($ 2,1 miliar) yang disebut "Program Kerjasama Biologis (CBEP), didirikan di beberapa negara bekas Soviet seperti Georgia, Ukraina dan  Timur Tengah, Asia Tenggara dan Afrika".

Igor Nikulin, anggota Komisi Senjata Biokimia PBB, mantan ahli senjata biokimia Uni Soviet, dan ahli mikrobiologi Rusia, sangat2 meyakini & percaya bahwa coronavirus baru berasal dari luar Tiongkok.  Anggota Kongres Duma Rusia Natalia Poklonskaya dan Ketua Partai Demokrat Liberal Rusia Zhinovsky juga secara terbuka berkomentar bahwa coronavirus baru adalah sabotase dari Amerika Serikat.

Bahkan, terus terang saja, Amerika Serikat menggunakan bioteknologi untuk menyerang Tiongkok dalam perang biotek!

Karena situasi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat & Sekutu2nya yang semakin hari menjadi semakin sangat2 buruk,  hanya perang biokimia yang harus mereka2 ambil, karena hanya membutuhkan sangat sedikit uang untuk mencapai tujuan jahatnya tsb , walau untuk itu harus membunuh dan menghancurkan Negara2 Lain*. Karena Tiongkok tidak memiliki penelitian tentang coronavirus baru, Amerika Serikat lah yang baru saja berhasil mengembangkan vaksin virus pneumonia tsb.  

Maka Bangkitlah Seluruh Rakyat Tiongkok, Meskipun untuk itu Anda Semua harus berdagang seumur hidup.

Hanya Satu Tujuan Amerika Serikat berserta Sekutu Bonekanya untuk mempertahankan Tahta Dunianya (Yang Sekarang pun mereka2 bersama sama mengalihkan Realita dengan menuntut Tiongkok & mereka2 saat ini hanya punya 1 cara, yakni menghancurkan perkembangan ekonomi Tiongkok yang semakin kuat.

Semoga Hukum KARMA BerLAKU!


Friday, December 14, 2018

NAGA CHINA BERSINAR

NAGA CHINA BERSINAR
Oleh: DAHLAN ISKAN
Seluruh dunia tidak ada yang berani menantang Amerika, China tidak hanya berani, malahan telah berhasil melakukannya! Ya, Naga China telah datang!!
Kissinger pernah berkata: Siapa yang menguasai minyak, dialah yang mengendalikan semua negara di dunia, siapa yang menguasai bahan makanan, dialah  yang mengendalikan umat manusia, Siapa yang memegang hak peredaran mata uang, dialah yang mengendalikan dunia.
Tidak ada negara yang tidak membutuhkan minyak, tetapi tidak setiap negara memproduksi minyak.
Melihat peluang bisnis yang luar biasa ini, saat itu Amerika menerapkan peraturan terhadap Arab Saudi dan negara lainnya yang kaya dengan hasil minyak, bahwa semua perdagangan minyak harus dilakukan dalam dolar AS, yang berarti bahwa negara mana pun yang akan membeli minyak, untuk pembayaran impor harus menukarkan mata uang mereka ke dalam dolar AS.
Negara-negara penghasil minyak, harus menerima dolar AS sebagai pembayaran baru boleh menjual minyaknya. Dengan ancaman akan mendapat segala macam masalah jika tidak menurut.
Ini berarti bahwa perdagangan minyak dunia dikuasai oleh Amerika dengan cara yang tidak jujur.
剪羊毛 (Fleecing of the Flock- to take someone's money dishonestly, by charging too much money or by cheating them).  Mengambil uang seseorang secara tidak jujur, dengan memungut terlalu banyak atau dengan menipu uang mereka.
Mengapa bisa terjadi demikian, apa dasarnya ? Dengan dasar kekuatan pesawat terbang dan artileri Amerika, bagi Amerika kebenaran adalah apa yang berada dalam jangkauan meriam mereka.
Di bawah tinju besar hegemoni Amerika, siapa yang berani membangkang ?
Dengan mengandalkan hegemoni kekuatan dolar, Amerika telah memperoleh keuntungan dan  manfaat yang luar biasa besarnya, maka siapa saja yang menantang hegemoni Amerika, mereka pasti akan diakhiri nasibnya.
Di Timur Tengah Saddam Hussein yang ambisius menyatakan ide untuk menggantikan  dolar ke euro, akibatnya oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell yang  hanya dengan santai memegang dan mengacungkan sebungkus bubuk cuci pakaian di sidang PBB sebagai pertanda untuk menggulingan diktator  Irak Saddam Hussein, dengan sekejab Irak telah dihancur luluhkan dan Saddam Hussein menemui nasibnya ditiang gantung. Sekarang yang ketinggalan hanya Irak yang dengan dalih  "demokrasi" telah hancur porak poranda.
Di era siapa yang kuat makan yang lemah, kapal induk Amerika adalah penegak kebenaran. Siapa memiliki kepalan tinju yang besar dialah yang berkuasa.
Jangankan Irak, bahkan dalam kubu mereka sendiri jika ada yang berani mempersoalkan hegemoni dolar Amerika, mereka akan senasib mendapat hajaran bertubi tubi tanpa ampun.
Kanselir Jerman Angela Merkel yang yang sangat berpengaruh di Uni Eropa hanya memberikan sedkit pernyataan bahwa Euro lebih sesuai untuk penyelesaian pembayaran minyak dari pada dolar, Amerika segera bertindak, krisis moneter di Yunani mengakibatkan seluruh Uni Eropa kacau balau, sehingga Uni Eropa yang kokoh kuat hampir berantakan dan babak belur, Angela Merkel tidak berani lagi sekecap pun menyebutkan euro sebagai alat pembayaran.
Amerika dengan cara menyembelih ayam untuk menakuti monyet memperingatan kepada orang lain siapa berani menyentuhnya pasti akan tamat !
Tahun 2014, Rusia dengan berani mendahului menggunakan RMB untuk melakukan perdagangan minyak dengan China, ini adalah satu letupan yang sangat mengejutkan. Setelah itu Iran juga meninggalkan dolar AS dan menggunakan RMB. Bahkan Irak, yang "dibebaskan" oleh Amerika Serikat, ikut juga bergabung dengan kubu RMB. Venezuela bahkan lebih hebat, walau menghadapi tekanan keras dari Amerika, tidak lagi menggunakan dolar AS sama sekali.
Sejauh ini, dua pertiga pembelian minyak China telah menggunakan renminbi,  dolar AS yang telah melekat pada minyak selama bertahun-tahun ditinggalkan !
Untuk sepenuhnya mematahkan hegemoni dolar, maka China memelopori, setiap eksportir minyak yang  menerima RMB sebagai pembayaran diperbolehkan untuk menukar yuan RMB ke emas di Shanghai Gold Exchange, dengan demikian akan sangat mendorong internasionalisasi yuan, kali ini Amerika Serikat benar-benar panik.
Mengikatkan minyak, renminbi dan emas, sama dengan meningkatkan kepercayaan terhadap renminbi setara dengan emas, tidak diragukan lagi akan mendorong seluruh dunia bersaing untuk menggunakan renminbi sebagai cadangan.
Setelah langkah renminbi ditukar dengan emas, selain Amerika, ada negara lain yang cemas. Negara ini adalah Arab Saudi penguasa minyak Timur Tengah. Karena tahun demi tahun  upaya China membeli minyak dari negara-negara dengan menggunakan RMB, maka pembelian minyak dari dari Arab Saudi secara drastis berkurang.
Menghadapi pasaran besar China akhirnya, Arab Saudi pada waktu akhir akhir ini terpaksa harus  menunjukan sikap lebih akrab  dengan menyatakan harapan agar bisa bekerja sama dengan lebih baik.
Bermacam-macam  indikasi menunjukan bahwa Arab Saudi, saudara tersetia Amerika di Timur Tengah, pun akan mengikuti kecenderungan menggunakan RMB.
Jangan lupa Arab Saudi adalah penguasa besar minyak Timur Tengah, sangat besar pengaruhnya terhadap penghasil minyak lainnnya di Timur Tengah, apabila Arab Saudi membelot,  blockade  minyak terhadap China benar-benar akan berantakan! Pada saat itu, China benar-benar dapat menyingkirkan cengkeraman tangan hitam Amerika! Akan terwujud semua pembayaran impor minyak akan diselesaikan dalam RMB.
Berani menghadapi Amerika sebagai penyebab masalah, ini sama dengan menyerobot makanan dari mulut harimau, Amerika benar-benar cemas dan marah !
Tahukah jika 20 tahun yang lalu, negara yang berani berbuat demikian sama saja dengan mencari mati, Amerika Serikat akan menggunakan seribu satu macam akal untuk menghilangkannya dari muka bumi hingga ampasnya pun tidak tersisa.
Namun, China saat ini bukan  seperti dulu, setelah 20 tahun menanggung kesulitan untuk mencapai ambisinya, akhirnya berhasil mempunyai kekuatan untuk melawan Amerika, Amerika sekarang bukanlah  Amerika seperti  20 tahun yang telah silam. Setelah 20 tahun memerangi disana sini, menguras perbendaharaan negaranya, negara ini yang tadinya adidaya sudah tidak lagi segagah perkasa seperti dulu.
Negara yang memilih melakukan pembayanran dengan RMB China apakah mereka penuh kesadaran seperti Rusia, ataukah seperti Iran yang bertahun tahun dengan sekuat tenaga bertahan terhadap tekanan Amerika atau Venezuela, ataukah, Irak yang baru sadar setelah ditipu, dihancurkan oleh Amerika, semua berani berdiri dan membangkang. Dan lagi yang membuat mereka lebih  kuat dan berani  dikarenakan mitra mereka adalah China  yang diakui oleh dunia sebagai satu-satunya negara yang berani bertanding dengan Amerika.
Sebaliknya Amerika, negara kuat yang berkelahi dimana mana, menghabiskan kekuatan dan uang, utang negara menjadi bertumpuk tumpuk. Hingga membuat tragedy menutup Kongres. Setelah Trump berkuasa, terjadi kontraksi global demi melindungi diri mereka sendiri.
Bagaimanapun murkanya menghadapi merosotnya dolar, jika sebab ini akan menantang China yang sedang bangkit, benar-benar bukanlah pilihan terbaik bagi Amerika yang sedang mendekati akhirnya sebuah era.
Dalam beberapa tahun terakhir Amerika Serikat dimana-mana menjegal China di Lautan Selatan dengan gila gilaan mengganggu, mengancam China, Amerika melalui cara ini mengeluarkan rasa kemarahan hatinya. Tidak heran beberapa sarjana di Amerika mengeluh:  bahwa 20 tahun lalu karena kurang hati hati tidak dengan sengaja melepaskan China membuat Amerika Serikat menjadi sangat pasif hari ini !
Tentunya semua tahu bahwa kebangkitan China saat ini diperoleh dengan penuh kepedihan cucuran darah dan air mata. 
Ketika AS membom kedutaan China, China bertahan mengekang kemarahan. Ketika Amerika menabrak pesawat militer di Laut China Selatan, China bersabar !
Tahun 1996 saat krisis di Selat Taiwan Amerika menutup GPS dua kapal induk China di Selat Taiwan. China masih bersabar.
Saat ini, situasi di laut selatan sudah mantap. Proyek reklamasi lahan China di Gudao telah mengejutkan dunia. Vietnam memprovokasi Xisha dipukul mundur. Presiden Filipina yang anti-Tiongkok turun panggung dan akan segera diadili.
Arbitrasi Laut Tiongkok Selatan yang diprakarsai oleh Amerika Serikat tidak ada lagi juntrungannya. Jepang membeli Kepulauan Diaoyu jadi dagelan, sekarang patroli Kepulauan Diaoyu oleh China telah normal  kembali. Tidak hanya itu, kapal perang dan pesawat terbang China juga terus melaju melintasi laut Jepang, Jepang sangat marah dan tidak henti hentinya memprotes. Sebagai tanggapan, dengan galak China menjawab: "jika berkali kali kami lintasi, Jepang akan merasa terbiasa !"
Di dekat pulau karang (島礁 Daojiao) di mana militer Indonesia pernah mendarat, para ilmuwan China mengumumkan penemuan sebatang tanaman yang terancam punah, beberapa puluh kilometer sekelilingnya dibuat pagar dan dinyatakan sebagai  kawasan lindung dan siapapun dilarang masuk. Ketika berita itu keluar, netizen tertawa dan berkata: Ini adalah sebatang  pohon yang memenangkan kejayaan bagi negara.
Saat ini, di Tiongkok teleskop Tianyan telah menjadi teleskop radio terbesar dan termaju di dunia, manusia mendengarkan suara alam semesta, semua melihat China !  
Sekarang ponsel Huawei China telah mulai muncul,  Samsung sudah menurun ke low end, sering macet dan meledak. Bebrapa model tidak boleh dibawa keatas pesawat. Sedangkan sambutan terhadap pemasaran Apple 8  semakin kurang populer, yang berbaris mengantri pun banyak berkurang.
China telah memulaikan One Belt One Road,  menambahan banyak rute, perdagangan global tidak lagi monopoli Amerika Serikat. Kereta api Changan yang  megah dengan ratusan rentengan kereta barang bagaikan naga yang panjang, membuat setiap orang di negara yang dilewati berbaris sepanjang jalan kagum melihanya, sambil berseru: Naga China telah datang. 
Saat ini, pembayaran elektronik melalui China Mobile telah meningkat secara menyeluruh, bahkan kakek penjual ubi panggang bisa dibayar menggunakan WeChat. Pada hal saat ini di Amerika Serikat masih mengandalkan kartu kredit yang sudah ketinggalan zaman. Banyak orang Barat yang tinggal di China ketika kembali ke negaranya merasa tidak semudah di China. Mereka semua mengatakan bahwa China adalah masyarakat tanpa uang tunai, dan negaranya sendiri terlalu terbelakang. 。
Generasi kelima dari pesawat tempur siluman berat 歼 (jian) -20 telah digunakan. Untuk menghadapi pesawat tempur siluman Amerika. China sudah memiliki ”Bendera Merah” seri ke-9  rudal pertahanan udara, yang membuat pesawat tempur AS tidak lagi berani melanggar wilayah udara China.
Teknologi kapal selam nuklir China telah sepenuhnya ditingkatkan. Sangat menakjubkan kapal induk buatan China sendiri telah berturut-turut diluncurkan.
Armada China  telah memiliki rudal seri Dongfeng 21D, yang dapat dengan mudah menghancurkan armada kapal induk AS.
Setelah berita itu tersebar, garis pertahanan kapal induk AS dengan segera mundur ke jarak 400 kilometer dari China.
Kini China memiliki pesawat peringatan dini (early warning aircraft) model baru, pembom strategis model baru, pesawat angkut besar type 運(yun)20, helikopter tempur, helikopter angkutan berat 武直(wuzhi) 10, 武直(wuzhi)19,  武直 (wuzhi) 20. dan seterusnya sangat mempesona.
Ini adalah kecepatan China ! Ini adalah pertahanan nasional China. Keperkasaan Naga China telah dipertunjukkan.
Seratus tahun yang lalu, China telah mengalami Perang candu, Perang Pemberontakan Boxer melawan aggressor gabungan 8 negara , Perang Sino-Jepang dan sebagainya, menderita penghinaan dan penderitaan yang tak terhingga.
Seratus tahun orang-orang China bekerja keras, tekun dan menahan penderitaan. Dengan tekun membuat bom nuklir, pesawat terbang, tank.  Apa yang musuh tidak miliki, China juga buat ! 
Akhirnya, China hanya menggunakan waktu 60 tahun telah mengejar 200 tahun kecepatan Barat ! Dengan kucuran darah dan air mata leluhur mereka mencapai keberhasilan hari ini! Kejayaan Naga China ada di pelupuk mata. 
Ketika China tiba-tiba mengeluarkan pedang muzizat, memotong putus hegemoni dolar AS, Amerika tiba-tiba menditeksi bahwa dengan berlalunya waktu, sekarang China telah bangkit dan kuat bukan lagi China dulu yang dikendalikan oleh Amerika. Mereka tidak dapat lagi mencegah Naga China melangkah kan kaki menuju kejayaan.  
Saat ini, China dalam gelombang nuklir bergerak maju dengan kecepatan  yang mengejutkan dan telah membuat terobosan satu demi satu. Bangsa China  berharap anak-anak China akan menggunakan usaha mereka sendiri untuk menyinari kemakmuran bangsa China. 
Dari pada mengatakan China membuat keajaiban, lebih tepat jika dikatakan  bahwa China adalah sebuah keajaiban !  
Negara besar, China harus melipat gandakan upayanya untuk memulihkan kembali kejayaannya.
Naga  China bersinar  earah dengan 21st century  !