Showing posts with label presiden. Show all posts
Showing posts with label presiden. Show all posts

Tuesday, August 10, 2021

PRESIDEN UNIK

PRESIDEN UNIK DI DUNIA, PERPANJANGAN SIM DIURUS SENDIRI

Banyak cara Pak Jokowi menegakkan kedisiplinan warga supaya urusan administrasi bisa dilakukan sendiri tidak lewat calo yang berujung budaya korupsi. 

Pak Jokowi terlihat saat memperpanjang SIM, juga turut melakukan sesi foto biasa selayaknya pengendara lainnya.

Tampak foto kedua di unggahan, Jokowi duduk dengan latar belakang biru berlambang Kepolisian.

Di sampingnya juga berdiri Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya.

Jokowi tampak mengenakan stelan jas warna biru.

Penampilannya juga dipadu kemeja putih serta dasi warna merah.

Contoh buat kita semua tertiplah berlalulintas dan lengkapi surat-surat kendaraan kita 

Copas dari M. Hade IHI.

Saturday, August 25, 2018

KENAPA 2019 MAU GANTI PRESIDEN?

KENAPA 2019 MAU GANTI PRESIDEN?
Kenapa pada ngebet mau ganti Presiden!!!!!!
Ini jawabannya
Jokowi Akan Sita 7000 Triliyun Lebih, Hasil Dari Kejahatan Yang Disimpan di Swiss, Makanya Harus Ganti Presiden
Pendanaan uang segar untuk membangun Indonesia akan segera terwujud kembali. Pemerintahan Joko Widodo sangat luar biasa dalam menjalin bilateral dengan dengan didunia. Yang dulunya dibiarkan oleh rezim sebelumya sekarang dibongkar, diangkat dan ditarik ke Indonesia.
Negara Swiss adalah Negara yang menggunakan system TAX HEAVEN namun bisa ditaklukan oleh Seorang JOKO WIDODO berkat kecerdasannya.
Pemerintah Indonesia dan Swiss sudah mengadakan perundingan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam perundingan tersebut disepakati membekukan dan menyita para pelaku kejahatan, termasuk koruptor di kedua negara.
Dalam perjanjian kesepakatan kedua pemerintah adalah mengembalikan aset pelaku kejahatan kerah putih kepada negara Indonesia dan Negara Swiss.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp 2.535 triliun (kurs Rp 13.000 per US$). Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun yang dilansir Thejakartapost.com
“Kami sepakat untuk memulai rencana negosiasi Mutual Legal Asisgment (MLA). Pada April nanti tahap pertama negosiasi MLA akan dilaksanakan dan kami sepakat untuk mendorong agar agreement MLA itu bisa ditandatangani tahun ini” ucap Menlu Retno dalam pernyataan bersama dengan Menlu Burkhalter pada 16/3 di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta.
Retno menambahkan bahwa perjanjian ini sangat penting khususnya bagi Indonesia. Sebab, dengan perjanjian ini harta dan aset para pelaku kejahatan yang dilarikan ke Swiss bisa disita untuk negara.
“Bagi Indonesia kerjasama MLA sangat penting karena persetujuan itu menjadi dasar menyita, membekukan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal” imbuh Retno.
Retno melanjutkan, kerjasama ini juga akan menjadi sinyal bagi dunia internasional bahwa Indonesia dan Swiss memiliki komitmen kuat dalam menanggulangi kejahatan lintas negara.
Selain membahas MLA, kedua Menlu ini juga membahas soal penguatan kerjasama bilateral dan ekonomi kedua negara, termasuk salah satunya adalah peningkatan ekspor kakao ke Swiss.
Kesepakatan itu disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Swiss, Didier Burkhalter, dengan Menteri Luar Indonesia, Retno Marsudi, di Jakarta
Pantesan anjing-anjing pada mengonggong, karena makanannya mau disita.

Friday, April 6, 2018

CHANGE YOURSELF FIRST

CHANGE YOURSELF FIRST
Change Yourself First, then the World will Change
Beberapa politisi dengan semangat berapi-api membuat gerakan #2019GantiPresiden.
Tujuannya jelas: agar nasib negeri ini wa bil khusus nasib kita semua berubah jadi lebih baik, maka di 2019 nanti presiden yang sekarang sedang berkuasa harus diganti. Begitu kira-kira nalar dan maksud mereka.
Saya tak hendak bicara politik sebab itu bukan kompetensi saya. Seperti biasa saya hanya ingin mengajak kita semua untuk berpikir dan berintrospeksi.
Untuk merubah nasib kita (nasibku, nasibmu), itu sebenarnya apa sih yang harus diubah pertama kali ? Apakah merubah diri kita ini dulu atau merubah diri sang presiden ?
Kalau saya amati dari pengalaman hidup saya sendiri (dan juga pengalaman orang-orang dekat saya) mohon maaf saya akhirnya sampai pada suatu premis mendasar bahwa tak peduli berapa puluh kali ganti presiden tapi kalau pola hidup kita tidak diubah (diganti dengan pola yang lebih baik) semisal habits buruk kita tidak diganti dengan habits yang lebih memberdayakan, cara berpikir kita yang cenderung selalu negatif thinking tidak diganti dengan cara berpikir yang lebih right thinking, cara kerja kita yang asal-asalan tidak kita ubah menjadi cara kerja yang lebih produktif, maka ya ndak akan pernah berubah nasib kita. Tak peduli siapa presiden, raja, perdana menteri atau kepala negaranya...
Kalau hal-hal brengsek di dalam diri kita ini tetap kita pelihara (bangun pagi masih kesiangan, baca buku terakhir hanya pas waktu sekolah/kuliah, malas diskusi sama orang-orang hebat, diajak ikut pelatihan ogah-ogahan, sukanya ndebat dan ngritik tapi giliran disuruh kasih solusi cuma plonga-plongo alias nggak bisa memberi gagasan alternatif yang konstruktif, kerja kagak pernah tuntas, disiplin diri yang rendah, masuk kerja lebih seringnya terlambat, kerjaan favorit cuma baca info hoax di medsos dlsb, maka tidak heran, mbok presiden udah ganti sampai 7 kali juga, hidup kita ya bakalan tetep aja ngenes kayak gini.
Kalau saya sih ndak mau risau wal galau soal presiden. Mau presidennya cebongers, kampreters, durenners, tikusers, kancilers atau setan gundulers sekalipun, bagi saya ndak penting-penting amat.
Sebab saya percaya dan yakin sepenuhnya bahwa yang terpenting adalah bagaimana saya bisa tetap waras dan sehat, baik secara akal, budi, dan perilaku saya baik secara hablum minal Allah, pun secara hablum minnan nas
Karena yang perlu disadari, adalah bahwa perubahan hidup kita ini sepenuhnya adalah tanggungjawab kita sendiri. Makanya, change yourself first –lah….
Sumiharso Industrial Psychologist

http://bit.ly/KonsultasiPsikologi