Showing posts with label stress. Show all posts
Showing posts with label stress. Show all posts

Friday, September 21, 2018

LANSIA TETAP SEHAT

LANSIA TETAP SEHAT
INTISARI SEMINAR PENSIUNAN KOMPAS GRAMEDIA TUA TETAP SEHAT (USIA 40 TH KE ATAS)
Oleh: Dr. Hendrawan Nadesul - 18 Juli 2018
Untuk menjaga agar di usia tua tetap sehat kita harus memperhatikan beberapa hal antara lain:
1. Gaya hidup terutama  pola makan, semua jenis makanan boleh dimakan asal jangan berlebihan.
2. Faktor kecelakaan: harap hati-hati untuk naik turun tangga dan lantai licin.
3. Jangan terlalu banyak mikir, stres yang akan membebani otak
4. Bangun tidur tidak boleh kaget akan menyebabkan serangan jantung
5. Kalau lagi tidur dan bangun jangan langsung berdiri dan jalan tetapi duduk dulu beberapa saat.
6. Olah raga jalan pagi sangat baik untuk kesehatan selama 50 menit
7. Dianjurkan tidak olah raga berat seperti badminton. tennis, jogging dll.
8. Kalau mau angkat barang harus jongkok terlebih dahulu
9. Hati-hati minum obat China efeknya akan kena ginjal
10. Saat olah raga atau jalan kaki  hindari menginjak-nginjak kerikil  sebab akan menyebabkan kerusakan syaraf kaki (bila tidak pakai alas kaki/sepatu)
11. Kita harus bersyukur bila makan dan tidur masih enak dan nyenyak
12. Tidak  makan ikan asin dan minum sirup merah terutama sejak anak-anak jangan dibiasakan minum sirup merah banyak mengandung zat kimia
13. Bila sakit dianjurkan berobat ke dokter tidak ke alternatif sebab dokter  lebih tahu tentang penyakit  dan obatnya
14. Penyebab sakit kanker akibat banyak makan daging dan banyak lemak, kurangi makan daging 
15. Tidak baik banyak makan gorengan karena  minyak banyak menyebabkan hiperkolesterol, perbanyak makan sayuran seperti: bayam, kangkung, brokoli, jamur
16. Jangan sering stres sebab stres akan mengalahkan sehebat apapun kuatnya phisik kita dan jangan frustasi, hidup jangan mengejar kekayaan, harta dan kekuasaan tapi carilah kebahagiaan
17. Dikatakan sehat itu: bugar badan, jiwa, sosial dan spiritual.
18. Usia diatas 60 tahun tidak boleh sering naik turun tangga dan tidak  boleh angkat barang berat
19. 5 kunci hidup sehat:  Menu makanan harian yang tepat, bergerak badan memadai, stres terkendali, check up kesehatan rutin, check up kehidupan apa yang sudah kita lakukan dalam hidup ini
20. Untuk makanan selingan  ubi rebus adalah makanan sehat banyak mengandung vitamin, dilarang makan daging olahan seperti HAM DAN SOSIS,  
21. Bila suka makan daun-daun lalapan akan lebih baik dimakan mentah.
22. Supaya kita tetap sehat dan kuat agar setiap pagi sarapan, dan jangan makanan yang sering dipanaskan sebab makanan tersebut sudah kurang sehat  dan jangan makan makanan yang terlalu asin sebab akan menyebabkan hypertensi
23. Makanan udang, kepiting, cumi tidak menyebabkan hiperkolesterol  asal makannya jangan berlebihan begitu juga buah durian
24. Usia diatas 60 tahun tidak perlu minum susu sebab di usus kita sudah tidak ada pemecah susu, penggantinya banyak makan buah-buahan dan sayuran
25. Terlalu lama menyimpan makan di kulkas tidak baik sebab menurunkan kwalitas
26. Perlu minum suplemen:  Anti oksidan Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B1, Calsium, Omega dan Vitamin untuk Retina mata.
27. Jaga Badan agar tidak kegemukan karena akan menyebabkan kencing manis.
28. Tanda-tanda serangan jantung:   keringat dingin, sesak napas dan dada sakit.
29. Tambahan bagi orang tua dalam mendidik anak, jangan dimanjakan,  harus mandiri biar tahan banting, didiklah anak jangan menjadi orang kaya, tetapi didiklah menjadi  orang yang bahagia.

SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT SILAKAN DICOBA DAN DILAKSANAKAN TERUTAMA YANG SUDAH USIA 40 TAHUN KETAS.

Saturday, October 28, 2017

9 TIPS GAYA HIDUP SEHAT PADA LANSIA

9 TIPS GAYA HIDUP SEHAT PADA LANSIA
Cara agar tua tetap sehat merupakan dambaan semua orang, namun bagaimana itu bisa dilakukan? Tentu saja gaya hidup sehatlah faktor utama. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, seseorang lansia dapat beraktifitas tanpa mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin sebagai pengurang stress dan sakit kepala. Berikut ini saya bagikan 9 Tips Gaya Hidup Sehat di Usia Tua
Hidup Sehat Lansia #1. Pola Makan Sederhana
Gaya hidup sehat yang paling utama bagi lansia adalah pola makan, makanan yang boleh dikonsumsi yang disarankan adalah sayuran, gandum, buah-buahan yang tidak memicu asam lambung seperti jeruk manis, dan pepaya. Hindari juga segala makanan yang mengandung telur karena dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
Hidup Sehat Lansia #2. Olahraga Ringan
Olahraga yang paling cocok untuk lansia adalah yoga, jalan kaki di pagi hari dan bersepeda.
Hidup Sehat Lansia #3. Jangan Mengkonsumsi Makanan Berlemak
Sedikit saja makanan berlemak yang masuk pada tubuh lansia mengakibatkan gejala yang serius seperti kolesterol naik, pusing, resiko jantung dan mual. Gejala pun dampaknya bisa langsung terjadi pada saat memakan ataupun setelah makan.
Hidup Sehat Lansia #4. Minumlah Susu Pencegah Osteoporosis (Tulang Kropos) 
Banyak produk yang menawarkan susu untuk mencegah osteoporosis, namun hal yang penting diperhatikan adalah tidak semua produk susu cocok untuk anda. Lantas bagaimana cara memilih produk yang cocok ? anda dapat meminta saran kepada dokter konsultan gizi, karena dokter gizi akan melakukan pengecekan mulai dari riwayat penyakit anda hingga kesehatan lainnya yang dapat menentukan susu apakah yang cocok bagi anda.
Hidup Sehat Lansia #5. Mempertahankan Ideal Tubuh (Bukan Diet)
Ingat kebanyakan pada usia lansia salah konsep mengenai cara diet lansia, pada usia lansia tidak diperkenankan untuk mengurangi asupan makanan ataupun juga sebaliknya menambah asupan makanan, tetapi pada usia lansia makanlah sewajarnya agar anda terhindar dari resiko obesitas.
Bagaimana jika pada usia lansia memiliki postur tubuh yang gemuk?, memang pada usia gemuk resiko terserang penyakit diabetes, dan pada saat usia lansia memang tidak dianjurkan melakukan diet tanpa pegawasan, hal ini bukannya sehat malah menambah penyakit baru. Solusi yang paling tepat adalah berkonsultasi dan kontrol pada dokter spesialis ahli gizi.
Hidup Sehat Lansia #6. Sebisa Mungkin Mengurangi Asupan Garam
Garam yang dikonsumsi pada usia tua mengakibatkan tekanan darah tinggi, minimkanlah asupan garam menjadi 3-4 gram sehari.
Hidup Sehat Lansia #7. Berhentilah Merokok Pada Usia Tua
Meski anda menerapkan gaya hidup sehat pada lansia, tetapi kebiasaan merokok tetap anda jalankan, akan membuat usaha anda sia-sia. Merokok pada lansia dapat memiliki resiko lebih besar, karena daya tahan paru-paru dan jantung sudah mulai lemah. Berbeda dengan pada saat muda, jantung dapat memompa darah lebih cepat dan lancar dalam mengeluarkan toksin (racun) dalam tubuh.
Hidup Sehat Lansia #8. Sebaiknya Hindari Makanan Yang Mengandung Santan
Santan memang bumbu khas indonesia dan sehat, namun selalu ingatlah komponen penting gaya hidup sehat bagi lansia adalah asupan makanan. Diambil dari tabloidnova ternyata santan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hidup Sehat Lansia #9. Hindari Stres
Stress pada usia tua cukup ampuh merenggangkan nyawa, bagaimana tidak? Lonjakan tekanan darah tinggi pada umumnya diakibatkan stress. Berikut ini tips menghindari stress pada lansia :
o    Meditasi. Merupakan cara ampuh mengontrol stress dengan di dampingi oleh tenaga professional. Semisal anda tidak mempunyai cukup biaya lebih, ajaklah lansia ketempat yang sejuk dan tenang seperti di pegunungan, hal ini cukup ampuh dalam menyegarkan pikiran yang didampingi oleh udara yang segar dan tidak bising.
o    Ajaklah Tertawa. Bagi kaum muda tertawa sudah kerap umum yang memberikan manfaat awet muda dan terhindar dari stress, hal ini berlaku pada usia tua
o    Jalan Pagi Hari. Mungkin ini dianggap sebagai hal biasa bagi yang tidak mengetahuinya, kebanyakan penduduk diarea pegunungan selalu memanfaatkan jalan pagi hari pada pukul 5.30 hingga 7.00 untuk menyegarkan pikiran.
o    Hindarkan Diri Dari Masalah. 80% stress diakibatkan masalah yang tidak kunjung selesai, sesegera mungkin selesaikan pada usia muda hingga tua nanti anda memupuk masalah seperti hutang yang belum terbayarkan. Jika anda memiliki masalah sesegera mungkin mintalah bantuan kekerabat anda ataupun saudara anda.
o    Hindarkan Diri Dari Keletihan. Letih sangat memicu sekali amarah yang berujung pada stress, maka dari itulah dokter tidak menyarankan untuk bekerja keras.
o    Hindarkan Teriakan-Teriakan Yang Berlebihan. Meski ini bukan penyebab paling umum, seseorang lansia juga menyebabkan jantung bedebar dan memicu sakit yang berujung pada amarah.
o    Perbanyak Minum Air. Meski sudah tua, otak tetap membutuhkan air, dan air tersebut digunakan untuk melancarkan peredaran darah pada otak yang berguna sekali mengurangi depresi, amarah, stres maupun keletihan. Karena dalam dunia medis penyempitan pembuluh darah disebabkan oleh faktor stres.

Wednesday, January 13, 2016

10 CARA MENGATASI STRESS SEKARANG JUGA

10 Cara Mengatasi Stress Sekarang Juga

Letakkan Stress Pada Tempatnya

Cara anda mengatasi stress memberikan perbedaan yang amat besar pada perasaan anda. Bahkan bisa membantu menjaga tekanan darah, kadar gula darah dan hal-hal lainnya. Gunakan strategi “menenangkan” berikut ini untuk menghentikan stress sesegera mungkin.

#1 -  Mengunyah Permen Karet

Saat merasa diri anda sedang mengalami stress, kunyahlah sebutir permen karet. Menurut penelitian, mengunyah permen karet menurunkan rasa cemas dan mengurangi rasa tegang (stress). Beberapa peneliti berpendapat bahwa cara mengatasi stress melalui kegiatan mengunyah yang ritmis/teratur dapat memperbaiki aliran darah ke otak, sedangkan peneliti lainnya percaya bahwa bau dan rasa permen karet dapat membantu anda lebih relaks.

#2 -  Keluar ke Alam Bebas

Meluangkan waktu di  alam bebas merupakan salah satu cara mengatasi stress yang mudah dipraktekkan dan berkaitan dengan kesehatan yang lebih baik. Meskipun di dekat rumah, anda bisa berada dalam suasana alami dan biasanya disertai dengan melakukan suatu aktivitas seperti berjalan kaki. Melakukannya hanya beberapa menit saja dapat memberikan perasaan yang amat berbeda.
#3 -  Tersenyum Dengan Tulus
Jangan menganggap enteng bila suatu saat seseorang menyarankan anda untuk tersenyum. Pada saat diri anda tegang, sebuah senyuman di wajah anda – terutama sebuah senyuman yang tulus yang dibentuk oleh otot-otot di sekitar mata dan mulut anda – akan mengurangi resepons rasa tegang pada tubuh anda, bahkan bila saat itu anda merasa kurang happy. Tersenyum juga lebih cepat mengurangi debar jantung begitu situasi stress anda berakhir.

#4 -  Ciumlah Wewangian Lavender

Beberapa jenis wewangian seperti lavender bersifat menenangkan dan dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi stress. Dalam sebuah penelitian, para perawat yang memercikkan beberapa tetes minyak lavender pada pakaian kerja mereka merasa lebih tenang menghadapi stress, sedangkan yang tidak menggunakan wewangian lebih merasakan stress saat bekerja. Lavender juga dapat meningkatkan intensitas beberapa pereda rasa sakit dan obat anti-anxietas. Oleh karena itu, bila anda ingin menggunakan salah satunya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

#5 -  Tune In

Anda akan menghadapi stress berupa situasi yang penuh ketegangan? Musik dapat membantu menenangkan diri anda. Dalam sebuah penelitian, seseorang akan memiliki kadar hormon stress kortisol yang lebih rendah bila mereka mendengarkan musik Choral Latin sebelum melakukan sesuatu yang menegangkan (seperti menghadapi ujian lisan atau berpidato di depan umum) dibanding dengan mendengarkan rekaman air yang mengalir. (Anda bertanya-tanya apa itu musik Choral Latin? Coba dengarkan Misesere by Gregorio Allegri di YouTube)

#6 – Atur Nafas Anda

Merasa lebih tenang menghadapi stress sangat dekat dengan nafas anda berikutnya. Berfokus pada pernapasan membuat diri anda membatasi reaksi “maju bertempur atau mundur teratur” (fight or flight reaction) tubuh dalam menghadapi ketegangan atau rasa takut, dan mengalihkan perhatian anda dari pikiran-pikiran yang negatif.
Duduklah dengan nyaman di satu tempat yang tenang. Ambil napas dengan perlahan melalui hidung, dan biarkan dada dan perut bagian bawah terangkat dan perut mengembang. Keluarkan napas sama perlahannya, sambil mengulang kata atau kalimat yang dapat membuat anda tenang. Agar didapat hasil yang maksimal, ulangi gerakan pernapasan ini paling sedikit 10 menit lamanya.

#7 – Sayangilah Diri Anda Sendiri

Kita semua memiliki aliran pikiran yang konstan yang melintas dalam benak kita, dan terkadang apa yang tercetus tentang diri kita sendiri bukanlah hal yang baik. Tetap bersikap positif dan berkeinginan untuk membantu diri sendiri menghadapi stress akan membantu anda lebih tenang dan dapat lebih menguasai keadaan. Bicaralah pada diri anda sendiri dengan cara yang sama halusnya, memberi semangat seperti yang anda lakukan pada teman yang membutuhkan bantuan. Bertekadlah “Semuanya akan beres” misalnya, atau “Aku tahu bagaimana cara menanganinya”

#8 -  Mengatasi Stress Dengan Menulis

Menuangkan pikiran anda dalam tulisan merupakan pelepas tekanan emosional yang luar biasa. Begitu pemikiran atau perasaan anda tertuang pada secarik kertas, maka anda bisa memulai membuat rencana bagaimana cara menyelesaikan masalahnya. Tidak menjadi soal apakah anda menggunakan pena dan buku-catatan,  smartphone atau laptop anda. Yang penting adalah bahwa anda jujur tentang perasaan anda.

#9 – Curhat Ke Teman

Bila anda merasa stress oleh sesuatu, carilah bantuan seorang teman atau orang yang anda cintai untuk diajak bicara. Bertemanlah dengan seseorang yang memiliki kecemasan yang sama, anda berdua akan merasa seperti tidak sendirian bila masalah itu dibicarakan bersama.

#10 – Bergeraklah

Bila anda berolah raga dan berketingat, maka suasana hati anda akan membaik, kosongkan kepala anda, dan beristirahatlah dari hal-hal yang membuat anda merasa stress. Anda akan merasa lega, apakah dengan jalan kaki selama waktu tertentu (dianjurkan berjalan kaki selama 20 menit) atau berolahraga intens di satu gym.

Sumber: WebMD – 10 Ways to Stop Stress Now 

Saturday, November 21, 2015

10 ALASAN MENGAPA ANAK ANDA MENGALAMI STRESS

10 ALASAN MENGAPA ANAK ANDA MENGALAMI STRESS
27 Agustus 2015 – Ketika Valaree Busse mendekati akhir tingkat ke delapan di SMP St. Paul NE, pembimbing sekolah memanggilnya beserta teman-teman sekelasnya untuk membahas apa yang disebut sebagai “penjajakan karir”. Pada umur 13 dan 14 tahun anak-anak itu diminta untuk merencanakan semua kegiatan kerjanya mulai 4 tahun mendatang saat mereka memasuki dunia perkuliahan di perguruan tinggi.
“Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh yaitu; bagi mereka yang tidak berminat untuk meneruskan ke perguruan tinggi, bagi mereka uang ingin kuliah di PT selama 2 tahun dan bagi mereka yang berminat kuliah 4 tahun” begitu ujar Janet ibunda Valaree.
“Mereka harus membuat rencana karir pada akhir masa SMU sebagai seorang mahasiswa baru. Valaree belum tahu apa yang diinginkannya. Setahun yang lalu dia ingin memperdalam ilmu tari. Sekarang dia ingin kuliah di sekolah kedokteran hewan, namun belum tahu apakah menjadi seorang ahli teknologi kehewanan atau seorang dokter hewan. Mereka diberitahu bahwa bila anak-anak tidak memulai merencanakan karir masa depannya mulai sekarang, maka mereka akan ketinggalan dalam persaingan” lanjut bunda Janet. 
Tekanan pada kehidupan sosial Valaree semakin bertambah. “Bila anda melihat foto-foto teman-teman anda beserta orang lain yang ceria dan narsis habis di Facebook dan Instagram di mana anda tidak berada di antara mereka, itu sungguh amat menyakitkan” ujar ibunda Janet lagi. “Sebelum ada media sosial, anda tidak akan mungkin melihat banyak hal yang dilakukan oleh teman atau orang lain tanpa kehadiran anda”
Semuanya itu menjadi badai stress yang amat sempurna yang membuat Valaree yang biasa hidup bahagia dan ceria sering berurai air mata. “Dia pernah menangis terus-menerus selama 3 hari berturut-turut. Ia mengatakan secara berulang-ulang: ”Aku merasa sangat tertekan! Aku tidak bisa menjadi diriku sendiri, karena saya harus berperan sebagai orang dewasa”. Dia tidak tidur di malam hari karena merasa khawatir apa yang akan dipikirkan seseorang tentang peran yang dijalaninya, yang kemudian bisa diposting di Facebook. Dan dia ingin menjadi seorang anak, namun harus memikirkan apa yang akan dilakukannya mulai 4 tahun dari sekarang”
Suatu Survei WebMD National menunjukkan bahwa para orang tua menganggap sekolah dan teman sebagai sumber terbesar tumbuhnya stress bagi kehidupan putra-putri mereka. Survei ini juga menemukan fakta bahwa 72% anak-anak didik mengalami perilaku yang negatif yang berkaitan dengan stress, dan 62% dari anak-anak itu menunjukkan adanya gejala-gejala fisik yang berkaitan dengan stress seperti sakit kepala dan sakit perut/mules.
Survei WebMD National itu diadakan saat survei stress di Amerika oleh Asosiasi Psikolog Amerika menemukan bahwa siswa SMU mengeluhkan mereka mengalami stress yang lebih besar dibanding yang dialami orang dewasa
Apa yang menjadi penyebab semua stress ini? Penelitian dan para ahli kesehatan anak mengungkap berbagai hal sebagai penyebabnya. Ini termasuk:
#1 – PERCEPATAN PERKEMBANGAN ANAK
Bagi banyak orang tua murid dan guru, Taman Kanak-kanak (TK) merupakan tingkat pertama bersekolah bagi anak. Tigapuuh tahun yang lalu, TK hanya hanya membimbing untuk menggambar dan menyusun balok. Sekarang, TK memberikan pekerjaan rumah (PR) selama rata-rata 25 menit per hari, sedangkan bagi murid kelas 1 dan 2, jumlah PR menjadi 3 kali lipat dari yang direkomendasikan oleh Asosiasi Pendidikan Nasional (Amerika). Ini menurut suatu penelitian baru yang dilakukan oleh Unversitas Kedokteran Boston. Satu hasil penelitian lain oleh Universitas Virginia menemukan bahwa waktu yang dihabiskan untuk belajar membaca dini di TK meningkat sebesar 25% sejak tahun 1998, sedang waktu yang diluangkan untuk kesenian, musik dan pendidikan fisik mengalami penurunan yang drastis.
#2 – TEKANAN BELAJAR DAN ULANGAN YANG BERLEBIHAN
“Obsesi kami untuk menguji anak-anak memberikan tekanan yang amat besar kepada anak-anak itu” ujar Marian Earls, MD, seorang dokter spesialis anak yang mendalami perkembangan dan perilaku anak di North Carolina. “Saya melihat anak-anak kelas 3 SD datang bersama orang tua mereka yang melihat adanya masalah pada tidur anak mereka, anak mudah menangis, dan enggan untuk pergi ke sekolah karena banyaknya tuntutan belajar dan ulangan”
#3 – JADWAL BELAJAR YANG BERLEBIHAN
“Saya bisa bilang bahwa tingkat kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak sekarang tidak seperti yang seharusnya mereka lakukan” ucap Todd Bentsen, seorang duda cerai dengan 2 anak di Washington, DC. “Saya tidak dijadwalkan sebagaimana cara saya harus membuat jadwal untuk anak-anak saya – misalnya perhatian setelah sekolah, kegiatan olah-raga, terapi bicara dan sebagainya. Saya merasa bahwa saya menghabiskan separoh waktu saya untuk memastikan bahwa semua orang yang terlibat hadir pada tempat mereka saat mereka dibutuhkan.” Kegiatan seperti olahraga dan musik seharusnya merupakan kegiatan yang meringankan stress bukan malah menambah stress.
“Anda harus bisa memahami anak anda dan perhatikan adanya isyarat pada diri mereka”, kata Sandra Hassink MD, Presiden Akademi Kedokteran Anak Amerika. “Kita semua mengenal kelompok anak-anak yang berjiwa bebas, yang paling sesuai dengan kegiatan yang tidak terjadwal. Dan kita juga mengenal adanya kelompok anak yang menyukai kegiatan terjadwal, yang ingin tahu apa yang akan terjadi kemudian. Oleh karena itu tidak ada hanya satu jawaban atau solusi.”
Perhatikan adanya isyarat pada anak anda. Jika anak anda memulai suatu jenis olah raga atau pelajaran musik yang baru dan mulai kelihatan lemah dan lesu serta tertekan, maka mungkin semua itu sudah terlalu banyak bagi dirinya
#4 – BERKURANGNYA SALURAN YANG SEHAT UNTUK MERINGANKAN STRESS.
Masih ingat masa liburan? Putra putri anda mungkin sudah melupakannya. Asosiasi Pendidikan Anak Nasional melaporkan bahwa 7% anak kelas 1 dan 8% anak kelas 3 tidak pernah mengalami masa libur. Sejak tahun 2008, 20% sistim pendidikan sekolah memperpendek masa liburan dengan rata-rata 50 menit (hampir satu jam) per minggu. Pendidikan fisik juga dipotong. Kebanyakan di antaar anak-anak mendapat PE kurang dari 2 kali per minggu
#5 – TONTONAN DAN BERITA MEDIA YANG BERLEBIHAN
Terima kasih kepada jaringan dan konektifitas 24 jam yang terus menerus saat ini. Namun anak-anak menjadi terpapar pada berita-berita mengerikan di usia muda. Dan jaman ini, anak-anak kecil lebih banyak dipertontonkan pada kekerasan dan seksualitas orang dewasa yang dibungkus sebagai acara entertainment. Dan seringkali ditonton tanpa hadirnya orang tua mereka. Fenomena ini diperparah dengan hadirnya smartphones dan tablets yang penggunaannya di kalangan anak-anak bak roket melangit.
Orang tua harus bisa menyaring informasi atau tontonan semacam ini, Hassink mengatakan: “Lihatlah konten berita atau tontonan yang dilihat oleh anak-anak. Perhatikan kepentingan mereka. Para orang tua harus hadir dan lebih perduli pada apa yang menjadi tontonan anak-anak”
#6 – BULLYING DAN PELECEHAN
Sebelum adanya internet, bila anda tidak diundang di satu pesta ulang tahun, anda akan mengetahuinya tanpa melihat foto-foto di Facebook yang memperlihatkan kegembiraan teman-teman yang tidak anda alami karena tidak diundang. Catatan yang tidak menyenangkan dari tangan ke tangan jaman dulu, sekarang beralih ke tulisan-tulisan yang melecehkan yang tersebar secara viral di internet hanya dengan satu klik pada keyboard.
Semua ini akan berlangsung untuk waktu yang panjang.  “Anak-anak menggunakan berbagai aplikasi seperti Yik Yak dan Snapchat untuk mengunduh komen maupun gambar yang mereka pikir akan hilang begitu saja, dan tentu saja semua yang sudah diunduh ke internet tidak akan hilang dan beredar terus ke mana saja” Ujar Janet, ibunda Valaree.
#7 – KURANG TIDUR
Tekanan sekolah dan daya tarik media sosial akan sedikit demi sedikit mengurangi kemanjuran obat stress yang penting, yakni: tidur. Menurut Yayasan Tidur Nasional (Amerika), sekitar sepertiga para orang tua mengatakan bahwa PR dan kegiatan sesudah sekolah mengganggu tidur sang anak.  Dan hampir 3 dari 4 anak berumur 6 – 17 tahun memiliki satu perlengkapan elektronik di kamar tidur mereka, yang tentu saja mengurangi waktu tidur malam mereka dengan hampir 1 jam. Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan waktu tidur sedikit saja dapat mempengaruhi daya ingat, nalar dan suasana hati.
#8 – PENYAKIT KRONIS
Penyakit kronis yang sedang diderita olah anak-anak ini meningkat dengan lebih dari dua kali lipat selama periode tahun 1994 – 2006, dari 12,8% menjadi 26,6%, dengan penyakit asthma, obesitas dan masalah belajar dan perilaku menduduki peringkat atas. Sekitar 6,4 juta anak di USA telah didiagnosa dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); yang merupakan peningkatan sebanyak 2 juta lebih dibanding satu dekade yang lalu. Ditambah, kondisi yang dulu membunuh anak-anak seperti HIV dan Down syndrome, sekarang menjadi penyakit kronis dan penyakit yang manageable. Kehilangan waktu sekolah dan kegiatan bermain karena kunjungan kontrol ke dokter, efek samping pengobatan dan ketidak mampuan melakukan sesuatu yang dapat dilakukan anak-anak lain dapat merupakan stress bagi anak dengan penyakit kronis
#9 – MASALAH KELUARGA
Masalah dalam keluarga seperti orang tua yang sakit, berpisah atau bercerai benar-benar dapat menyebabkan stress pada anak. Angka perceraian bertahan pada angka yang cukup stabil selama sekitar satu dekade, di mana terdapat sekitar 1,5 juta anak setiap tahun yang hidup dengan orang tua yang bercerai.
Namun sejumlah kecil anak yang lahir di antara tahun 1980 – 1990 tetap mengalami anxietas/kecemasan karena orang tua sering berpisah dan untuk waktu yang lama. Saat ini, lebih dari 2 juta anak-anak Amerika pernah memiliki orang tua yang ditugaskan ke Irak atau Afganistan, dan penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari semua umur yang berasal dari keluarga militer mengalami lebih banyak stress dibanding anak-anak lainnya
#10 -  STRESS ORANG TUA
Keluarga merupakan pendukung bagi anak. Namun bila keluarga berjuang untuk dan tidak dapat memainkan peran itu, maka anak akan bertambah tertekan. “Sebagaimana kami meminta para orang tua untuk memperhatikan anak-anak mereka, maka para orang tua juga perlu memperhatikan diri mereka masing-masing” ucap Hassink. “Kita sebagai orang tua tahu bahwa kita memasuki zona di mana ‘kita harus melakukan banyak tugas berturut-turut’. Dengan meluangkan sedikit waktu yang tak terjadwal dengan putra putri anda, maka anda dapat mengurangi rasa tertekan dan memperoleh enerji untuk tugas berikutnya.
Seperti para orang tua lainnya, Busse dan sang suami memahami bahwa stress yang dialami Valaree putri mereka membutuhkan lebih banyak bantuan yang tidak dapat mereka berikan. Dengan memanfaatkan progam bantuan untuk karyawan yang ditawarkan oleh perusahan di mana  Busse bekerja, mereka mendapatkan seorang penasihat yang bisa membantu mereka. “Dia membantu memilah apa yang penting dan mana yang tidak” ujar Busse. “Dia juga behasil membuat Valaree untuk mulai mencatat, dan saya pikir kemampuan untuk mencatat segala kegiatannya ini amat membantu. Dia memberikan alat yang diperlukan Valaree untuk menyesuaikan diri dengan tekanan yang ia hadapi, dan Valaree menjadi semakin baik dalam hal menceritakan hal-hal yang ia butuhkan
MENGENAL STRESS: TANDA-TANDA YANG HARUS ANDA PERHATIKAN
Bagaimana anda bisa tahu kalau putra atu putri anda mengamai stress? Anda bisa mengira bahwa anda mengetahuinya, namun tidak selalu dapat dikenali. Stress dan anxietas pada anak seringkali berlangsung tanpa diketahui karena merupakan kelainan tanpa gejala. Anak-anak bereaksi ke ‘dalam’ dan tidak memperlihatkan tanda-tanda di sekolah. Oleh karenanya mereka tidak dicurigai mengalami stress karena mereka tidak mengganggu murid yang lain.
Perhatikan tanda-tanda di bawah ini:
·         Bertindak mengganggu atau moody yang tidak lazim
·         Perubahan performa sekolah yang tidak dapat dijelaskan
·         Menjauhkan diri dari teman-teman
·         Tidak mengikuti kegiatan yang sebetulnya disenanginya
·         Gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan, seperti sering sakit perut atau sakit kepala, dan sering mendapat perawatan di klinik sekolah
·         Tidur lebih banyak atau sebaliknya lebih sedikit dari biasanya
·         Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
Setiap orang mengalami stress dan kecemasan. Itu umum terjadi, terutama selama masa kanak-kanak. Namun apakah stress menyebabkan terganggunya kehidupan si anak? Apakah akan berlangsung lama? Jika anak anda melalui satu minggu yang penuh stress, dan kecemasan yang dialaminya menghilang setelah semuanya mereda, maka itu adalah normal. Namun bila stress menonjol dan sering, serta tidak mereda, maka itulah saatnya anda untuk mengunjungi seorang psikolog anak untuk membantu anda mengatasi problem stress yang dialami sang putra/i anda
CARA MEMBANTU ANAK ANDA MENGATASI STRESS
Bila anda melihat adanya tanda-tanda stress pada anak anda, di bawah ini ada beberapa tips dari Spindel tentang cara memperbaiki keadaan ini:
·         Menjaga Kontak Dengan Putra-Putri Anda. Cara terbaik untuk meningkatkan kegembiraan pada anak adalah dengan tetap menjaga kontak denga mereka. Pastikan anda menyediakan waktu saat anda mematikan ponsel dan alat komunikasi lainnya, dan pastikan juga bahwa anda berbicara dengan mereka dan sebaliknya.
  • Tetaplah Tenang. Keluarga senantiasa lari dari satu hal ke hal lainnya. Pastikan pitra/i anda memperoleh waktu di rumah secara regular dan tidak direncanakan saat mereka bermain, beristirahat, atau melakukan apapun yang mereka suka. Ini menyediakan ruang di mana mereka bisa memilih dan mengambil, dan yang menyejukkan suasana, penuh kegembiraan dan bebas dari stress. Semua anak perlu bersantai dan bergembira
  • Namakan Stress dan Normalkan Keadaan Kembali. Untuk anak, Spindel menamakan stress dengan “worry bully” or “Mr. Worry.” Stress dapat membuat anak merasa bahwa tubuhnya ada di luar kontrol mereka. Jelaskan pada mereka bahwa stress adalah reaksi tubuh terhadap kejadian menakutkan yang dicemaskan akan terjadi. Dan bila mereka belajar untuk mengenali tanda-tanda itu, mereka dapat melakukan sesuatu, seperti bernapas dalam-dalam (deep breathing) untuk meredakan reaksi stress
  • Tetap Menjalankan Kebiasaan-Kebiasaan Yang Menyehatkan seperti nutrisi yang baik dan tidur secara teratur
  • Minta Petunjuk Dokter Anak atau konsultan bila stress pada anak kelihatannya menetap dan mengkhawatirkan
  • Perhatikan Diri Anda Sendiri. Periksalah emosi anda sendiri sebelum anda merawat putra/i anda. Bila anda berhasil menghilangkan stress pada diri anda, maka ini dapat memperkuat hubungan anda dengan putra/i anda

Monday, April 2, 2012

13 Tips Mengatasi Stress

Apakah stress itu?

Stress merupakan suatu bentuk reaksi tubuh kita bila menghadapi suatu beban yang senantiasa ada dan harus kita hadapi setiap saat. Beban ini, yang biasanya disebut stressor, bisa muncul dari berbagai permasalahan yang menyangkut kehidupan sehari-hari kita ini seperti perkawinan, pendidikan anak, pergaulan, pekerjaan, lingkungan, keuangan, perubahan gaya hidup, penyakit maupun pengalaman traumatis.

Stress muncul jika seseorang gagal untuk menyesuaikan diri dengan tantangan dan tuntutan yang dihadapinya. Atau dengan perkataan lain ada semacam kesenjangan antara tuntutan kehidupan dan kemampuan untuk menghadapinya. Setiap orang bisa dihinggapi stress dengan intensitas tertentu. Ada yang bisa mengatasinya dengan baik, namun banyak yang kemudian menderita gejala-gejala fisik dan mental yang merugikan.

Yang pasti, stress itu tidak bisa dihindari, sehingga satu-satunya jalan adalah dengan MENGHADAPINYA. Caranya ialah dengan mengelola stress yang menghinggapi kita. Untuk bisa mengelola stress kita harus memperkuat fisik dan mental (body and mind) diri kita. Menurut Profesor Dr. Dr. H. Dadang Hawari, kekebalan atau imunitas terhadap stress dapat ditimbulkan dengan beberapa cara. Berikut ini tips untuk menghadapi stress.

#1 - Menjaga pola makan yang baik

Makanlah secukupnya, tidak lebih tidak kurang. Terapkan menu makanan dengan kalori yang seimbang antara karbo, protein dan lemak. Rasulullah berpesan untuk tidak makan berlebihan dan berhenti makan sebelum kenyang. Ini penting untuk menghindari kegemukan atau kekurangan berat badan. Biasakan makan makanan yang hangat, karena makanan dingin bisa mengurangi imunitas kita terhadap infeksi. Makanlah secara teratur dengan jadwal pagi, siang dan malam.

#2 - Tidurlah nyenyak

Tidur merupakan obat alam terbaik untuk menyembuhkan kelelahan fisik dan mental selain merupakan kebutuhan dasar hidup kita. Yang baik ialah bila kita tidur 7 – 8 jam setiap hari atau sekurang-kurangnya 4 hari dalam seminggu untuk menjaga kekebalan tubuh kita. Tidur hanya  3 – 4 jam atau kurang setiap malam akan mengurangi kekebalan dan rentan terhadap stress. Jagalah posisi kepala saat tidur untuk menghindari kekakuan leher saat bangun.

#3 - Berolah-raga secara teratur.

Sudah jadi rahasia umum kalau olaH raga itu baik untuk kesehatan, namun untuk melakukannya secara teratur diperlukan tekad kuat dan disiplin yang tinggi. Berolah raga bisa tanpa biaya dengan berjalan atau jogging dalam lingkungan anda. Berolah raga sekitar 10 – 15 menit setiap hari atau paling sedikit 2 kali seminggu atau sampai anda berkeringat sudah cukup. Jangan lUpa mandi dengan air hangat setelah berolah raga

#4 - Berhenti merokok

Ini berat bagi orang yang sudah bertahun-tahun menjadi perokok. Malah kebanyakan menganggap rokok sebagai obat stress yang bisa menenangkan pikiran dari persoalan yang lagi menimpa. Bahaya merokok sudah sangat jelas. Sebaliknya, euphoria sementara dan efek kecanduan merokok justru menyebabkan kerentanan terhadap stress. Berkurangnya kekebalan juga disebabkan karena berkurangnya nafsu makan yang mengakibatkan kekurangan gizi. 


#5 - Hindari minuman beralkokol


Minum minuman beralkohol biasanya merupakan gaya hidup sebagian orang dan dilarang oleh agama Islam untuk mengkonsumsinya. Mulai minum minuman beralkohol berpotensi untuk menjadi kebiasaan dan akhirnya terjerumus menjadi seorang alkoholik. Banyak cerita mengenaskan mengenai orang yang mati karena ketagihan dan sampai minum yang oplosan. Jadi, hindarilah, jangan coba-coba.

#6 - Jaga berat badan

Menjaga berat badaN ideal merupakan jaminan ketahanan terhadap stress. Baik kelebihan maupun kekurangan berat badan berakibat menurunnya daya tahan terhadap stress. Periksa berat ideal anda menggunakan Body Mass Index (BMI), lalu ambillah tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan berat badan ideal anda, misalnya dengan diet dan olah raga.

#7 - Bersosialisasi

Sebagai mahluk sosial, tidak seorangpun di dunia ini bisa hidup sendiri tanpa orang lain seperti yang pernah dilakukan seorang yang namanya Robinson Crusso. Bersosialisasi atau bergaul dengan orang lain akan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stress. Cipatakan hubungan yang sehat, bersahabat dan harmonis dengan teman-teman, tetangga, sesama karyawan dan anggota keluarga yang lain. Miliki seseorang sahabat atau seseorang yang dekat sebagai tempat curhat dan berbagi rasa.

#8 - Manfaatkan waktu anda

Jangan buang waktu. Time management yang baik bagi kehidupan sehari-hari merupakan penunjang kekebalan terhadap stress. Sangat penting untuk menjadwalkan setiap kegiatan anda di rumah, sekolah atau kantor. Gunakan waktu anda secara efektif dan efisien untuk hal-hal yang produktif semata. Jangan menunda sesuatu jika bisa dikerjakan sekarang. Bagilah waktu anda secara proporsional untuk bekerja, keluarga, istirahat, olah raga, makan dan yang paling penting, luangkan waktu untuk menghadap dan mengingat Allah alias shalat dan dzikir.

#9 - Beragama secara kafah

Anutlah agama anda dengan sepenuh hati dan jiwa, karena kita sebagai manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan spiritual. Jangan jadikan agama hanya sekedar formalitas dan status. Agama atau keyakinan dapat memberikan kekuatan dan kedamaian hati dalam menghadapi tekanan dan tantangan hidup sehari-hari. Tekuni ilmu ikhlas. Telah terbukti bahwa orang yang ikhlas lebih tahan banting dan memiliki ketahanan fisik dan mental yang luar biasa

#10 - Rekreasi

Rekreasi yang sehat sesekali merupakan cara yang bagus untuk memulihkan ketahanan fisik dan mental dari suatu kehidupan yang monoton dan membosankan. Pergi untuk bersantai dengan keluarga atau teman-teman perlu dijadwalkan. Selain kesenangan, menghabiskan waktu dengan keluarga akan membuahkan keharmonisan, kedekatan, saling pengertian, cinta dan kasih antara anggota keluarga.

#11 - Mengatur keuangan yang seimbang

Seimbangkan pengeluaran dengan pendapatan anda. Jangan pernah mengeluarkan lebih dari apa yang anda peroleh. Gunakan uang anda dengan bijak dan prioritaskan untuk hal yang produktif ketimbang sekedar untuk memenuhi keinginan konsumtif. Belilah yang anda perlukan bukan yang anda inginkan. Dalam hal mencoba untuk memenuhi ambisi sosial dan karir, lakukan itu secara terkontrol sesuai kekuatan dan kelemahan, kemampuan dan keterbatasan anda.

#12 - Cinta kasih dan perhatian

Mencintai dan dicintai merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Cinta kasih dan perhatian harus dikembangkan dalam sebuah keluarga, suami, istri dan anak-anak untuk mendapatkan keharmonisan dan rasa aman. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa sekitar 80% para eksekutif mengalami stress karena adanya ketidak-harmonisan dalam keluarga

#13 - Lain-lain

Ada beberapa cara lain untuk mengatas stress dan memperkuat ketahanan fisik dan mental yakni dengan melakukan relaksasi, meditasi dan yoga. Relaksasi herbal seperti pijat, mandi dan aromaterapi juga bisa membantu pemulihan kekuatan jiwa untuk menghadapi tantangan dunia.

Selamat berjuang mengatasi stress dengan sukses!



Article by: Uno Birawan