Showing posts with label sehat. Show all posts
Showing posts with label sehat. Show all posts

Friday, September 21, 2018

LANSIA TETAP SEHAT

LANSIA TETAP SEHAT
INTISARI SEMINAR PENSIUNAN KOMPAS GRAMEDIA TUA TETAP SEHAT (USIA 40 TH KE ATAS)
Oleh: Dr. Hendrawan Nadesul - 18 Juli 2018
Untuk menjaga agar di usia tua tetap sehat kita harus memperhatikan beberapa hal antara lain:
1. Gaya hidup terutama  pola makan, semua jenis makanan boleh dimakan asal jangan berlebihan.
2. Faktor kecelakaan: harap hati-hati untuk naik turun tangga dan lantai licin.
3. Jangan terlalu banyak mikir, stres yang akan membebani otak
4. Bangun tidur tidak boleh kaget akan menyebabkan serangan jantung
5. Kalau lagi tidur dan bangun jangan langsung berdiri dan jalan tetapi duduk dulu beberapa saat.
6. Olah raga jalan pagi sangat baik untuk kesehatan selama 50 menit
7. Dianjurkan tidak olah raga berat seperti badminton. tennis, jogging dll.
8. Kalau mau angkat barang harus jongkok terlebih dahulu
9. Hati-hati minum obat China efeknya akan kena ginjal
10. Saat olah raga atau jalan kaki  hindari menginjak-nginjak kerikil  sebab akan menyebabkan kerusakan syaraf kaki (bila tidak pakai alas kaki/sepatu)
11. Kita harus bersyukur bila makan dan tidur masih enak dan nyenyak
12. Tidak  makan ikan asin dan minum sirup merah terutama sejak anak-anak jangan dibiasakan minum sirup merah banyak mengandung zat kimia
13. Bila sakit dianjurkan berobat ke dokter tidak ke alternatif sebab dokter  lebih tahu tentang penyakit  dan obatnya
14. Penyebab sakit kanker akibat banyak makan daging dan banyak lemak, kurangi makan daging 
15. Tidak baik banyak makan gorengan karena  minyak banyak menyebabkan hiperkolesterol, perbanyak makan sayuran seperti: bayam, kangkung, brokoli, jamur
16. Jangan sering stres sebab stres akan mengalahkan sehebat apapun kuatnya phisik kita dan jangan frustasi, hidup jangan mengejar kekayaan, harta dan kekuasaan tapi carilah kebahagiaan
17. Dikatakan sehat itu: bugar badan, jiwa, sosial dan spiritual.
18. Usia diatas 60 tahun tidak boleh sering naik turun tangga dan tidak  boleh angkat barang berat
19. 5 kunci hidup sehat:  Menu makanan harian yang tepat, bergerak badan memadai, stres terkendali, check up kesehatan rutin, check up kehidupan apa yang sudah kita lakukan dalam hidup ini
20. Untuk makanan selingan  ubi rebus adalah makanan sehat banyak mengandung vitamin, dilarang makan daging olahan seperti HAM DAN SOSIS,  
21. Bila suka makan daun-daun lalapan akan lebih baik dimakan mentah.
22. Supaya kita tetap sehat dan kuat agar setiap pagi sarapan, dan jangan makanan yang sering dipanaskan sebab makanan tersebut sudah kurang sehat  dan jangan makan makanan yang terlalu asin sebab akan menyebabkan hypertensi
23. Makanan udang, kepiting, cumi tidak menyebabkan hiperkolesterol  asal makannya jangan berlebihan begitu juga buah durian
24. Usia diatas 60 tahun tidak perlu minum susu sebab di usus kita sudah tidak ada pemecah susu, penggantinya banyak makan buah-buahan dan sayuran
25. Terlalu lama menyimpan makan di kulkas tidak baik sebab menurunkan kwalitas
26. Perlu minum suplemen:  Anti oksidan Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B1, Calsium, Omega dan Vitamin untuk Retina mata.
27. Jaga Badan agar tidak kegemukan karena akan menyebabkan kencing manis.
28. Tanda-tanda serangan jantung:   keringat dingin, sesak napas dan dada sakit.
29. Tambahan bagi orang tua dalam mendidik anak, jangan dimanjakan,  harus mandiri biar tahan banting, didiklah anak jangan menjadi orang kaya, tetapi didiklah menjadi  orang yang bahagia.

SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT SILAKAN DICOBA DAN DILAKSANAKAN TERUTAMA YANG SUDAH USIA 40 TAHUN KETAS.

Saturday, December 16, 2017

RESOLUSI 2018 - FOKUS BERPIKIR UNTUK SEHAT

RESOLUSI 2018 - FOKUS BERPIKIR UNTUK SEHAT

Waktunya kini kita semua merenungkan, sekaligus memastikan, dan memutuskan, bahwa ke depan nanti hendaknya kita semua fokus berpikir untuk sehat.
Bukan karena saya dokter kalau berulang kali perlu mengatakan kembali, bahwa tiada yang lebih indah daripada kalau kita dalam kondisi sehat. Uang, harta, kekuasaan menjadi tidak ada artinya kalau kita tidak sehat. Maka selalu kejarlah bagaimana supaya kita sekurangnya tetap sehat.
Bahwa tubuh kita mungkin sudah telanjur menyimpan penyakit keturunan, sudah telanjur ada organ yang tidak beres, beberapa kelemahan, atau kekurangan. Biarlah itu menjadi otobiografi tubuh milik kita hari ini, yang terbentuk akibat ketidaktahuan kita selama ini bagaimana seharusnya membangun tubuh yang sehat. Sekarang sekurangnya kondisi itu tidak bertambah memburuk. Untuk itu perlu fokus berpikir agar bagaimana sehat sebagai satu-satunya pilihan.
Kalau sedang makan, kita tetap berpikir dan tidak mengumbar keinginan belaka. Anak-anak dididik untuk makan dengan kepala, dan bukan dengan hati, untuk itu meja makan rumah kita senantiasa diisi dengan menu yang menyehatkan, bukan menu yang merusak badan. Bahwa sebagian besar masalah kesehatan manusia di dunia bermunculan lantaran yang kita makan ternyata salah.
Apakah kita juga sudah melakukan aktivitas fisik yang memadai sesuai kodrat tubuh untuk selalu bergerak, dan bukan cuma duduk. Sudahkah kita menggerakkan seluruh sendi dan otot seturut kodratnya. Persendian bahu kodratnya berputar, persendian lutut menekuk dan mengedang, persendian ruas tulang leher berputar, persendian ruas tulang belakang membungkuk dan menegak, jemari tangan menggenggam, meremas, dan memegang. Kalau semua persendian diberi kesempatan melakukan pergerakan yang bersesuaian dengan kodratnya, tentu akan tetap terpelihara lentur, dan tidak kaku.
Demikian pula halnya dengan otot-otot yang menyangga persendian. Tidak semua otot tubuh kita yang ribuan jumlahnya itu diajak bergerak, mengetul dan mengedang apabila badan kita tidak selalu bergerak. Maka bergerak, menggerakkan seluruh otot tubuh yang paling kecil sekalipun, layak menjadi keharusan. Hanya apabila kita selalu bergerak, melakukan semua pekerjaan harian sendiri, seluruh otot tubuh ikut aktif, maka secara fisik kita lebih sehat. Idealnya menurut Cooper, penggagas Aerobic, kita wajib berjalan kaki tergopoh-gopoh setiap hari barang 50 menit seminggu bisa 6 kali.
Apakah kita juga sudah mendengarkan “suara tubuh” secara bijak. Hanya makan kalau sedang lapar saja, hanya minum kalau haus saja, dan menyimak apa pun yang menjadi jeritan tubuh. Kalau lutut terasa nyeri, pikirkan kemungkinan lutut sedang menjerit. Dengarkan. Kalau dada terasa nyeri, mungkin jantung sedang menjerit, dengarkan. Kalau dada terasa sesak, mungkin paru-paru sedang menjerit, dengarkan. Kalau perut terasa nyeri, mungkin usus sedang menjerit, dengarkan. Kalau kepala terasa nyeri, mungkin otak sedang menjerit, dengarkan. Hanya bila kita mendengarkan apa pun jeritan tubuh, maka selagi masih awal kita minta pertolongan dokter untuk mendeteksinya, siapa tahu benar ada organ tubuh kita yang sedang menjerit. Jeritan yang masih sangat awal, sekiranya itu betul masalah medis, sehingga penanganan medisnya masih mudah, murah, dan tidak harus telanjur merusak organ tubuh akibat komplikasi lantaran dibiarkan terus menjerit, dan kita tidak mengindahkannya.
Kalau kita sudah telanjur mengidap suatu penyakit, sudahkah kita mengobatinya, dan mengendalikannya agar penyakit tidak berkembang menjadi penyakit menahun. Penyakit menahun yang tidak terkendali akan berubah menjadi penyakit kritis yang ongkos mengobatinya berlipat kali lebih mahal. Hanya bila semua penyakit yang kita idap, berhasil kita kendalikan, kita menjadi sama sehatnya dengan orang yang tidak mengidap penyakit. Sebaliknya, waspada mereka yang tidak memiliki penyakit, tak punya keturunan penyakit apa pun, kalau tidak fokus berpikir untuk sehat, tepat memilih gaya hidup, maka tubuhnya akan menderita lalu menjadi semakin rusak. Tidak semua kerusakan tubuh bisa diperbaiki, berapa pun uang dan harta kita punya.
Soal kesehatan jiwa kita, apakah kita sudah bersahabat dan cukup pandai hidup berdampingan dengan aneka stressor yang menghadang dalam kehidupan kita sehari-hari. Bohong kalau dalam hidup kita terbebas dari stressor tekanan, konflik, frustrasi, serta krisis. Semua orang, besar kecil tua muda lelaki perempuan, kaya papa, tentu dihadang oleh aneka stressor dalam keseharian. Hanya bila ketahanan jiwa kita kokoh, akibat kita dilatih lalu terlatih hidup prihatin, demikian juga selama masa kanak-kanak, maka kita kebal untuk tidak rentan jatuh stres.
Sama halnya dengan badan yang memerlukan imunisasi supaya kebal terhadap penyakit infeksi, jiwa juga perlu dikebalkan terhadap serangan stressor yang tak terelakkan, dengan membangun ketahanan jiwa. Caranya jiwa harus digembleng tidak lembek, dengan hidup prihatin, pernah merasa sedih, putus asa, kecewa, hidup susah. Hanya bila jiwa pernah mengalami semua itu, tidak rentan jatuh stres. Melatih jiwa untuk lekas bersyukur, dan ekspektasi dalam hidup tidak muluk-muluk.
Ingat paradigma “Jangan didik jadi orang kaya, tapi didik mereka jadi orang berbahagia. Bila anak dididik jadi orang kaya, maka anak melihat segala sesuatu sebagai harga, dan bukan sebagai nilai. Menghargai orang dari apa yang dimiliki, bukan dari isi kepala dan kepribadian, integritasnya. Kekayaan, kepemilikan harta, dan kekuasaan, tidak menambah kebahagiaan manusia.
Berpikir positif, tidak dengki iri hati dan syak wasangka, karena itu berpengaruh buruk pada jiwa. Yakinilah bahwa perbuatan baik saja yang kita lakukan, resonansinya akan bergetar positif terhadap kehidupan kita ke depan nanti.
Hidup prihatin itu bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Mendahulukan kewajiban baru mengharapkan hak.
Hanya bila kita membangun religiusitas, bahkan lebih dari itu, yakni spiritualitas yang sehat saja, maka jiwa kita ayem. Banyak orang hanya benar arah hidupnya, jalan hidupnya, namun mengabaikan bagaimana benar cara menempuhnya di hadapan Sang Khalik. Kalau bisnis, berbisnis yang benar di mata Sang Khalik. Kalau bergaul, bergaul juga yang benar di mata Sang Khalik. Begitu pula, apa pun tindakan, sikap, dan perilaku kita perlu benar di mata Sang Khalik. Hanya bila itu semua kita sikapi, maka akan ayem hidup kita.
Sekarang semakin banyak orang cacat moralnya, karena memilih kelakuan yang tidak benar di mata Sang Khalik. Banyak orang mengaku beragama, tekun beribadah, namun kita melihat yang korupsi tidak berkurang. Artinya benar hanya arah hidup, namun tidak benar cara menempuhnya. Sayang sekali kalau prestasi, reputasi, nama (besar) yang kita bangun, menjadi runtuh hanya karena cara kita menempuh hidup ini tidak benar di mata Sang Khalik. Maka perlu berpikir benar.
Sehat berikutnya, seyogianya sehat secara sosial juga, selain sehat secara spiritualitas sebagaimana sudah diungkap di atas. Kita hidup guyub dalam kebersamaan. Melihat sesama sebagai saudara sendiri. Melihat keberagaman sebagai anugerah, sehingga hidup rukun, karena sama-sama cucu Adam-Hawa. Kita semua di dunia mewarisi gen yang sama, maka kita menjadi insan adiluhung kalau melihat semua insan adalah sama, dan itu merupakan bagian dari berpikir egaliter.
Demikian, hendaknya kita semua punya permenanungan di ujung tahun, sekurangnya bersepakat menegakkan fokus untuk berpikir sehat, apa pun sikap, tindakan, dan perilaku keseharian kita. Tujuannya bagaimana hidup memberi kita sebanyak-banyak kebahagiaan.
Salam sehat.
Dr HANDRAWAN NADESUL

Saturday, October 28, 2017

9 TIPS GAYA HIDUP SEHAT PADA LANSIA

9 TIPS GAYA HIDUP SEHAT PADA LANSIA
Cara agar tua tetap sehat merupakan dambaan semua orang, namun bagaimana itu bisa dilakukan? Tentu saja gaya hidup sehatlah faktor utama. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, seseorang lansia dapat beraktifitas tanpa mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin sebagai pengurang stress dan sakit kepala. Berikut ini saya bagikan 9 Tips Gaya Hidup Sehat di Usia Tua
Hidup Sehat Lansia #1. Pola Makan Sederhana
Gaya hidup sehat yang paling utama bagi lansia adalah pola makan, makanan yang boleh dikonsumsi yang disarankan adalah sayuran, gandum, buah-buahan yang tidak memicu asam lambung seperti jeruk manis, dan pepaya. Hindari juga segala makanan yang mengandung telur karena dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
Hidup Sehat Lansia #2. Olahraga Ringan
Olahraga yang paling cocok untuk lansia adalah yoga, jalan kaki di pagi hari dan bersepeda.
Hidup Sehat Lansia #3. Jangan Mengkonsumsi Makanan Berlemak
Sedikit saja makanan berlemak yang masuk pada tubuh lansia mengakibatkan gejala yang serius seperti kolesterol naik, pusing, resiko jantung dan mual. Gejala pun dampaknya bisa langsung terjadi pada saat memakan ataupun setelah makan.
Hidup Sehat Lansia #4. Minumlah Susu Pencegah Osteoporosis (Tulang Kropos) 
Banyak produk yang menawarkan susu untuk mencegah osteoporosis, namun hal yang penting diperhatikan adalah tidak semua produk susu cocok untuk anda. Lantas bagaimana cara memilih produk yang cocok ? anda dapat meminta saran kepada dokter konsultan gizi, karena dokter gizi akan melakukan pengecekan mulai dari riwayat penyakit anda hingga kesehatan lainnya yang dapat menentukan susu apakah yang cocok bagi anda.
Hidup Sehat Lansia #5. Mempertahankan Ideal Tubuh (Bukan Diet)
Ingat kebanyakan pada usia lansia salah konsep mengenai cara diet lansia, pada usia lansia tidak diperkenankan untuk mengurangi asupan makanan ataupun juga sebaliknya menambah asupan makanan, tetapi pada usia lansia makanlah sewajarnya agar anda terhindar dari resiko obesitas.
Bagaimana jika pada usia lansia memiliki postur tubuh yang gemuk?, memang pada usia gemuk resiko terserang penyakit diabetes, dan pada saat usia lansia memang tidak dianjurkan melakukan diet tanpa pegawasan, hal ini bukannya sehat malah menambah penyakit baru. Solusi yang paling tepat adalah berkonsultasi dan kontrol pada dokter spesialis ahli gizi.
Hidup Sehat Lansia #6. Sebisa Mungkin Mengurangi Asupan Garam
Garam yang dikonsumsi pada usia tua mengakibatkan tekanan darah tinggi, minimkanlah asupan garam menjadi 3-4 gram sehari.
Hidup Sehat Lansia #7. Berhentilah Merokok Pada Usia Tua
Meski anda menerapkan gaya hidup sehat pada lansia, tetapi kebiasaan merokok tetap anda jalankan, akan membuat usaha anda sia-sia. Merokok pada lansia dapat memiliki resiko lebih besar, karena daya tahan paru-paru dan jantung sudah mulai lemah. Berbeda dengan pada saat muda, jantung dapat memompa darah lebih cepat dan lancar dalam mengeluarkan toksin (racun) dalam tubuh.
Hidup Sehat Lansia #8. Sebaiknya Hindari Makanan Yang Mengandung Santan
Santan memang bumbu khas indonesia dan sehat, namun selalu ingatlah komponen penting gaya hidup sehat bagi lansia adalah asupan makanan. Diambil dari tabloidnova ternyata santan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hidup Sehat Lansia #9. Hindari Stres
Stress pada usia tua cukup ampuh merenggangkan nyawa, bagaimana tidak? Lonjakan tekanan darah tinggi pada umumnya diakibatkan stress. Berikut ini tips menghindari stress pada lansia :
o    Meditasi. Merupakan cara ampuh mengontrol stress dengan di dampingi oleh tenaga professional. Semisal anda tidak mempunyai cukup biaya lebih, ajaklah lansia ketempat yang sejuk dan tenang seperti di pegunungan, hal ini cukup ampuh dalam menyegarkan pikiran yang didampingi oleh udara yang segar dan tidak bising.
o    Ajaklah Tertawa. Bagi kaum muda tertawa sudah kerap umum yang memberikan manfaat awet muda dan terhindar dari stress, hal ini berlaku pada usia tua
o    Jalan Pagi Hari. Mungkin ini dianggap sebagai hal biasa bagi yang tidak mengetahuinya, kebanyakan penduduk diarea pegunungan selalu memanfaatkan jalan pagi hari pada pukul 5.30 hingga 7.00 untuk menyegarkan pikiran.
o    Hindarkan Diri Dari Masalah. 80% stress diakibatkan masalah yang tidak kunjung selesai, sesegera mungkin selesaikan pada usia muda hingga tua nanti anda memupuk masalah seperti hutang yang belum terbayarkan. Jika anda memiliki masalah sesegera mungkin mintalah bantuan kekerabat anda ataupun saudara anda.
o    Hindarkan Diri Dari Keletihan. Letih sangat memicu sekali amarah yang berujung pada stress, maka dari itulah dokter tidak menyarankan untuk bekerja keras.
o    Hindarkan Teriakan-Teriakan Yang Berlebihan. Meski ini bukan penyebab paling umum, seseorang lansia juga menyebabkan jantung bedebar dan memicu sakit yang berujung pada amarah.
o    Perbanyak Minum Air. Meski sudah tua, otak tetap membutuhkan air, dan air tersebut digunakan untuk melancarkan peredaran darah pada otak yang berguna sekali mengurangi depresi, amarah, stres maupun keletihan. Karena dalam dunia medis penyempitan pembuluh darah disebabkan oleh faktor stres.