Showing posts with label lansia. Show all posts
Showing posts with label lansia. Show all posts

Thursday, January 6, 2022

BERITA BAIK BUAT PARA LANSIA

Kalau masih muda tolong sampai kan ke ortu kita...

Aku adalah seorang yang sudah tua.

Di usia seperti aku ini, pasti banyak menyandang sakit-penyakit, tapi yang paling menguatirkan aku adalah terkena penyakit Alzeimer (kehilangan ingatan).

Bukan saja tidak bisa mengatur/merawat diri, bahkan merepotkan n menyusahkan sanak keluarga.

Suatu hari, anakku pulang ke rumah, memberitahu aku (bahwa ia mempunyai teman seorang dokter, mengajarinya satu seri gerakan SENAM LIDAH. Senam lidah tidak cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan / memperbaiki: 

1.Berat Badan

2.Hypertansi

3.Penyumbatan Pembuluh Darah Otak

4.Asthma

5.Rabun jauh

6.Telinga mendengung

7.Infeksi Tenggorokan

8.Infeksi Pundak

9.Insomia (sulit tidur ), dll.

Anakku mengajariku, gerakannya sangat mudah, cukup dengan setiap pagi setelah membasuh muka di depan cermin,

1. JULURKAN LIDAH n MENARIK KEMBALI sebanyak 10x,

Selanjutnya...

2. JULURKAN LIDAH, lalu gerakan ke kanan n ke kiri sebanyak 10x,

Hanya itu saja...

Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, terus-menerus, lebih dari setahun n membuahkan hasil yang baik, tidak hanya otak menjadi lebih jernih dan segar, tetapi :

1.   Rabun Jauh, Kepala suka Pusing juga hilang n juga memperbaiki Problem Pencernaan

2.   Tidak Mudah Pilek, dll

Yang selama ini aku derita, semuanya menjadi lebih meringankan...

Badan menjadi lebih gesit n lincah.

CATATAN REDAKSI :

Senam Lidah mencegah Alzheimer ada dasar nya, 

Dari penelitian Ilmu Kedokteran, syaraf lidah berhubungan dengan Otak Besar.

Saat badan kita menjadi tua dan lemah,

Tanda² yang muncul terlebih dahulu adalah lidah menjadi kaku n kadang lidah suka tergigit sendiri.

Maka, sering menggerakan lidah dengan Senam Lidah, akan 

1. Men"Stimulasi" ( memberi kejutan positive ke ) Otak Besar,

2. Mencegah Otak Mengecil

3. Mencapai tujuan menyehatkan Tubuh kita.

Kami sarankan kepada semua teman² kami yang sudah Lanjut Usia maupun yang masih muda agar dengan rutin setiap hari melakukan senam lidah.

Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%....100

Alangkah Bahagianya Kita bisa berbagi kepada banyak orang.

Senam lidah juga bermanfaat utk mengetahui gejala "stroke/pian sui".

Kalau lidah sulit utk dijulurkan, atau digerakan ke kiri/kanan; itu berarti ada gejala stroke ringan.

Lebih baik lagi dibarengi dengan menarik kuping kiri/kanan.

Selamat mencoba

Salam sehat selalu...!!

SEMOGA BERMANFAAT

TOLONG SEBAR LUASKAN KEPADA PARA KERABAT DAN SAHABAT

SEMOGA JADI BERKAH UTK SESAMA... 

Sunday, December 12, 2021

LANSIA DAPAT VAKSIN BOOSTER GRATIS

Hanya Lansia dan Peserta Miskin BJPS Kesehatan yang Dapat Vaksin Booster Gratis

Kompas TV - 2021/11/08 17:14

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau vaksin booster pada kelompok tertentu peserta BPJS Kesehatan di 2022.

Kelompok pertama yang berkesempatan menerima vaksin booster adalah warga lanjut usia (lansia).

Lalu, warga miskin yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan pun akan menerima vaksin booster secara gratis.

"Kita sudah bicarakan dengan Presiden, prioritas booster vaksin itu lansia dulu. Baru nanti yang akan ditanggung oleh negara adalah peserta PBI,” kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021).

Sementara, masyarakat umum, termasuk anggota dewan mesti membayar vaksin booster ini.

“Jadi nanti, anggota DPR yang penghasilannya cukup, bayar sendiri vaksin booster,” ujar Budi.

Masyarakat yang membayar dapat memilih sendiri merek vaksin Covid-19 di antara Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.

"Itu nanti akan dibuka boleh pilih (vaksin) yang mana," ucap Budi.

Budi menambahkan, pihaknya bersama para peneliti dari universitas di Indonesia masih melakukan riset untuk mengetahui dapat mencampur vaksin (heterologous) atau menggunakan merek sama (homologous).

"Jadi diharapkan akhir Desember 2021 bisa selesai. Jadi contohnya Sinovac, Sinovac, Sinovac, dibandingkan dengan Sinovac, Sinovac, Astrazeneca. Dibandingkan dengan Sinovac, Sinovac, Pfizer," paparnya.

Di sisi lain, penyuntikan booster ini sendiri masih menjadi kontroversi di internasional karena terjadi ketidak-adilan jatah vaksin Covid-19.

“Ini sensitif, karena di dunia orang bilang masih banyak orang Afrika yang belum dapat, kenapa negara maju dikasih booster," jelas Menkes Budi.

Untuk itu, pemerintah mempertimbangkan dinamika dunia di mana salah satu kesepakatan vaksinasi booster adalah 50 persen populasi penduduk di suatu negara harus sudah menerima suntikan dosis kedua atau vaksin lengkap.

"Semua negara yang memulai booster itu dilakukan sesudah 50 persen dari penduduknya disuntik dua kali," katanya.

Di Indonesia, kata Budi, 50 persen vaksinasi dosis lengkap diperkirakan terealisasi pada Desember 2021.

"Hitung-hitungan kami kan di akhir Desember itu mungkin 59 persen kita bisa capai vaksin dua kali dan 80 persen sudah dapat vaksin pertama," ucap Budi

"Kami memperkirakan akan terjadi di bulan Desember, karena kalau terlalu cepat nanti kita akan dilihat sebagai negara yang tidak memperlihatkan itikad baik untuk kesamaan hak atas vaksin," imbuhnya

 

Friday, July 24, 2020

KASUS COVID-19 LANSIA


Ibu kenalan saya meninggal dalam waktu 3 hari setelah ketahuan Covid-19

Ibu teman saya berumur 87 tahun. Awal bulan ini ngotot renovasi rumahnya. Anak-anaknya sudah melarang karena kalau renovasi akan keluar masuk tukang-tukang yang mungkin saja carier Covid19 . Tukang-tukang ini masih muda mungkin tanpa gejala tetapi bisa jadi sebagai carier Covid19.

Ibu tua ini masih sangat fit dan aktif, maka ia ngotot renovasi rumah yang sudah tertunda sejak awal tahun ini. Ia cari tukang-tukang sendiri tanpa sepengetahuan anak-anak. 

Hari Senin (20 Juli 2020) si ibu agak demam, panas tidak tinggi, hanya sumeng-sumeng saja. 

Di Medistera disarankan scan paru. Hasilnya: dua belah paru banyak terdapat bercak-bercak putih (gelembung paru berisi cairan) maka Medistra menyarankan untuk dibawa ke RS yang menangani Covid-19 karena tidak punya fasilitas karantina. 

Selasa bisa masuk Graha Kedoya dan di Swab-test. Ternyata selasa malam mulai sesak nafas, maka dimasukkan ICU karantina.

Rabu malam sesak nafas menghebat dan beberapa jam kemudian meninggal (22 Juli 2020).

Ini salah satu bukti Lansia sangat rawan terhadap Covid-19

Di Singapura saat wabah merebak, anak-cucu tidak boleh bertemu opa/oma. Bahkan saat itu kalau ketahuan berkunjung ke orangtua kena denda besar.

Saat ini di Pulau Jawa carier Covid-19 yang tanpa gejala ada dimana-mana, karena banyak masyarakat sudah tidak peduli terhadap Covid-19.

Lansia harus menghindari capek (supaya imunitas tidak ngedrop) dan jaga jarak apalagi diruang tertutup. Orang muda bisa tahan terpapar berulang kali, Lansia kalau terpapar terus tidak akan tahan. Imunitasnya tekor!

Lansia harus bisa memanage bed rest buat diri sendiri ketika ada rasa tidak enak pada tubuhnya, jangan sampai terlambat. Dengan bed rest imunitas meningkat dan dengan sendirinya jadi melakukan social-distancing. Menghindari kelebihan virus load. Salah satu tugas Lansia adalah istirahat supaya tidak merepotkan anak cucu. Dalam masa pandemi ini kalau enggan istirahat, maka Lansia akan dipaksa istirahat selamanya (Purnawan EA)

Sunday, July 12, 2020

NASIB BABY BOOMERS DAN GENERASI X

BABY BOOMER DAN GENERASI-X BILA DINILAI NEGATIF, AKAN TERPINGGIRKAN OLEH Y DAN Z PADA 2024, SEBUAH PERSEPSI INTELIJEN

Penulis : Marsda Pur Prayitno Wongsodidjojo Ramelan, Pengamat Intelijen

Penulis kini bergelar Lansia, Young Old, dan  juga Baby Boomer. Sebagai prolog, kemarin ada teman yang sama-sama alumnus Akabri 1970, korps "the Blues" (TNI AU) yang berulang tahun ke-73, usianya beberapa bulan lebih tua dari penulis. Selasa pagi lalu bersama dengan beberapa golfer Laskar Sepuh (LS) ber-golf ria di Modern Land (Protokol kesehatan tetap ketat, maklum sudah kewut semuanya).

Pagi itu partisipan ada yang berumur 75 tahun dan bahkan 78, hebat pisan, Penulis adalah manula yang termuda (72+). Bahkan founder LS sudah berusia lebih 80 tahun, dipanggil Komandan. Kali ini penulis tidak membahas golf atau Virus Corona, tapi yang dibahas soal Lansia serta masa depan Indonesia khususnya gambaran sikon 2024 dari persepsi intelijen dikaitkan dengan perubahan jaman dan teori generasi.

Pengelompokan Lansia

Menurut Smith (1999), Lansia adalah mereka yang berusia lanjut diatas 65 tahun. Lansia terbagi dalam tiga kelompok yaitu Young Old (70-75), Old (75-80) dan Very Old (lebih dari 80). Di sini penulis masih masuk kategori lansia Young Old.

Menurut WHO lansia adalah pria dan wanita yang telah mencapai usia 60-74 tahun. Sementara menurut UU No. 23 tahun 1998, manula adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas.

Menurut C.S. Lewis, penuaan adalah hak istimewa. Anda tidak pernah terlalu tua untuk menetapkan tujuan lain atau memimpikan impian lain. Optimisme ini akan sangat dipengaruhi dengan kondisi sosial lansia serta perubahan jaman akibat kemajuan teknologi.

Pembagian Generasi Menurut Tahun Kelahiran

Diantara tahun 1944 hingga 1995, berdasarkan tahun kelahiran, telah dilakukan pembagian kelompok manusia dalam empat generasi.

Pertama, Generasi Baby Boomer adalah mereka yang lahir antara tahun 1944 dan 1964. Mereka kini di tahun 2020 berusia antara 56-76 tahun. Menurut data BPS, jumlahnya hanya tinggal 35 juta jiwa atau 13% dari populasi penduduk Indonesia.

Beberapa tokoh Baby Boomer  di Indonesia yang masih eksis diantaranya adalah, Wapres Prof Ma'ruf Amin lahir 1943 (77 th), Ibu Megawati lahir 1946 (74 th), Jenderal Purn Luhut Panjaitan lahir 1947 (73 th), Letjen Purn Prabowo S, lahir 1951 (69 th), Presiden Jokowi, lahir tahun 1961 (59 th), Ketum Golkar Airlangga Hartarto lahir 1962 (58 th), Ketua MPR  Bambang Soesatyo lahir 1962 (58 th), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto lahir 1963 (56+ th), Jenderal Pol Tito Karnavian lahir 1964 (56 th).

Kedua, Generasi X, adalah mereka yang lahir antara tahun 1965-1979, saat ini berusia antara 41-55 tahun. Menurut data BPS jumlahnya 53 juta jiwa atau 20 persen dari populasi penduduk Indonesia pada tahun 2020 (271 juta). Beberapa tokoh di level nasional diantaranya, Ketum Partai Demokrat, Agus Yudhoyono lahir 1978 (42 th),  Ketua DPR, Puan Maharani lahir 1973 (47 th), Gubernur Jabar Ridwan Kamil lahir 1971(49 th), Menteri BUMN  Erick  Thohir lahir 1970 (50 th), Gubernur DKI, Anies Baswedan lahir 1969 (51 th), Mantan Cawapres Sandiaga Uno lahir 1969 (51 th), Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo lahir 1968 (52 th), Gubernur Jatim Khofifah, lahir 1965 (55 th).

Ketiga, Generasi Y, disebut Milenium, atau Millenial, lahir antara tahun 1980 dan 1994. Saat ini mereka berusia antara 26-40 tahun. Menurut Data BPS (Biro Pusat Statistik), jumlah penduduk Indonesia berusia 20-40 tahun pada tahun 2020 sekitar 83 juta jiwa atau 34 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta. Diantaranya yang mulai menonjol dan berpendidikan tinggi adalah Menteri Pendidikan Nadiem Makarim 1984 (36 th) dan Wagub Jawa Timur Emil Dardak lahir 1984 (36 th).

Generasi millenial ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan, seperti : email, SMS, media sosial (Facebook, twetter dll). Atau dengan kata lain generasi Y adalah generasi yang tumbuh pada era internet booming (Lyons, 2004).

Keempat, Generasi Z (Pasca Millenial) pertama di Indonesia adalah mereka yang lahir tahun 1995, dimana saat itu internet sudah hadir di Indonesia. Generasi Z kini sudah beranjak dewasa, tertua berusia 25 tahun, mencari dan memiliki pekerjaan, punya kemampuan memengaruhi bidang-bidang dalam kehidupan sehari-hari seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, agama dan lainnya. Mereka selalu terhubung dengan internet.

Perkembangan dan Perubahan Jaman

Perkembangan jaman yang semakin modern di dunia pada era globalisasi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempercepat modernisasi di segala bidang yang demikian cepat dan mencengangkan. Berbagai perkembangan itu semakin maju dengan tuntutan reformasi dan globalisasi serta mengatasi ancaman profil tinggi dan tak terduga.

Untuk itu mutlak diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas serta berkompeten di segala bidang ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing untuk menghadapi tantangan di era globalisasi, khususnya dalam berebut ruang hidup. Tanpa mengikuti kemajuan teknologi dan menyesuaikan dengan perubahan jaman, terlebih apabila pemimpinnya jadul,  maka dipastikan bangsa itu akan tertinggal di dunia internasional. Kemampuan bersaingnya rendah.

Analisis

Pada saat ini bangsa dan Negara Kesatuan Republik  Indonesia dikelola dan dikuasai oleh generasi para Baby Boomer dan generasi X, sementara konglomerasi masih dikuasai oleh para Baby Boomer. Tetapi dalam komponen intelstrat politik dan ekonomi, cepat atau lambat tetapi pasti, kekuatan dan kemampuan generasi Y dan Z akan mampu memengaruhinya. Banyak dari mereka yang terdidik di negara Barat, terlebih jumlahnya melebihi dari setengah jumlah penduduk Indonesia. Dalam sistim demokrasi, jumlah besar berarti peluang keunggulan  besar.

Kekuatan generasi Y akan diperkuat oleh generasi Z, dan diperkirakan pada 2024 akan mampu berkiprah untuk menguasai panggung politik. Mereka menguasai media sosial dan memiliki link ke dunia internasional yang kuat. Teknologi informasi jelas akan makin berkembang dan semakin canggih seiring dengan perubahan jaman. Kemampuan Y dan Z karena memiliki kecepatan di dunia Maya, akan menyulitkan generasi X dan Baby Boomer dalam mengontrol dan mengendalikannya. Kekuatan utamanya terletak pada penguasaan informasi, baik kecepatan maupun akurasi.

Sebagai contoh, pada saat ini stabilitas apapun di sebuah negara tidak terlepas dari perkembangan geopolitik dan geostrategi. Indonesia mau atau tidak mau harus bersikap yang jelas dan terukur di   kawasan regional.  Laut China Selatan kini menjadi wilayah konflik keras kepentingan antara Amerika dengan RRT. Bagaimana respons para pemegang amanah yang bertanggung jawab dengan diplomasi politik? Nampaknya sense of diplomacy membacanya kurang tajam. Salah satu signal yang muncul adalah peringatan Menlu AS, Pompeo yang mantan Direktur CIA beberapa waktu yang lalu.

Nah, dalam waktu yang relatif pendek menuju 2024, hanya sekitar 3,5 tahun, tugas terpenting bagi generasi Baby Boomers dan generasi X adalah mewariskan semangat bela negara dan cinta tanah air kepada generasi penerusnya, bukan mengutamakan ambisi, tetapi bagaimana menyelamatkan Indonesia. Tidak cukup hanya berupa ucapan saja (epok-epok lambe), tetapi dibutuhkan contoh yang konkrit, jujur dan transparan.

Bahaya utama dari luar adalah perebutan ruang hidup, dimana banyak negara lain mengincar untuk menguasai Indonesia.  Kedepan,  pengaruh globalisasi berupa budaya luar dengan gaya hidup yang bebas, individualis, hedonis  jelas akan bisa merusak tatanan budaya, norma serta nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Nah, ini tugas berat para tokoh Baby Boomer, serta generasi X yang masih eksis dalam memilah contoh apa yang baik bagi millenial itu, terlebih saat ini masih gentayanganya ancaman covid.

Bagi Baby Boomer, yang pada 2024 nanti seharusnya sudah pensiun dan menjadi Old, walau ada juga yang bergelar Young Old, jelas tidak akan mampu ikut campur tangan, sudah tertinggal dalam dinamika teknologi. Jaman sudah berubah, serba digital, unggah-ungguh kemungkinan sudah masuk loak. Manusia sudah menyatu dengan internet, berfikir logik, realistis dan praktis.  Baby Boomer diperkirakan sudah tidak berdaya, terpinggirkan tidak mampu berperan apa-apa, mungkin satu dua yang rekam jejaknya baik dan mempunyai kharisma.

Kesempatan generasi X bermain pada 2024 walaupun ada diperkirakan akan semakin menipis, mungkin tersisa beberapa tokoh saja yang mampu menyesuaikan. Perkembangan teknologi hitunganya bukan tahun tetapi bulan, dunia semakin tanpa batas. Integritas mereka dalam 3,5 tahun akan direkam dengan transparan oleh generasi Y dan Z. Aib yang terekam akan mudah ditebar di Medsos. Mr dan Mrs "X" dalam tiga tahun lagi akan gagap (gaptek) menghadapi cara berfikir dan pengambilan keputusan cerdas, hasil kolaborasi manusia dan mesin. Dinamika dan keputusan politik akan jauh berbeda dengan gaya politisi saat ini, semua berubah semakin cerdas, transparan dan semakin liberal.

Kesimpulan dan Saran

Kira-kira demikian gambaran Indonesia pada tahun 2024. Kalau kita cerdas dan mencintai NKRI, jangan lagi saat ini hanya berfikir demi kepentingan kelompok atau pribadi. Siapkan dan arahkan rasa cinta bela negara kepada generasi penerus, agar mereka tidak tergelincir kearah yang salah. Khawatir para founding fathers bangsa ini nangis berguling-guling dari dunia lain melihat Indonesia bisa terbalik-balik, berubah namanya menjadi "IRKN Aisenodni".

Penulis pesimis? Oh No, cuma khawatir saja kalau lihat kelakuan beberapa pemegang amanah, politisi, para konglo-konglo saat ini yang masih memikirkan diri sendiri, kelompok dan bisnisnya. Cinta negaranya bisa dinilai tipis, kongkalikong masih ada. Beberapa waktu lalu kita lihat para pejabat terhormat, bergelar macam-macam, sugih-sugih dimarahin Pak Presiden. Sudah ngasih contoh yang baik, mas, mbak, Den?

Sudah kerja keras melawan Covid dan mengatasi kesengsaraan rakyat kecil? Yakin? Kok malah ada yang eker-ekeran, bikin gerakan politik, bikin RUU yang tidak pas saat presiden sedang prihatin, pusing memikirkan covid dan beratnya tekanan ekonomi.

Intelijen selalu berfikir dengan worst condition, kondisi terburuk. Maksudnya bila kondisi buruk  itu terjadi, tokoh-tokoh generasi X dan sebagian Baby Boomer yang mulai beranjak sepuh dan cinta negara itu tidak terkena unsur pendadakan. Percaya deh, kalau sekarang kelakuan tidak beres, para Boomers dan X-er akan dibikin tidak berfungsi, hanya menjadi penonton oleh Mas dan Mbak Y dan Z yang semakin matang dan lihai.

Kalau boleh menyarankan, pada 2024, Baby Boomers yang tersisa tidak usah bermimpi untuk berebut menjadi pemimpin nasional, jadul, istilah obat sudah expired. Diperkirakan tokoh-tokoh generasi X yang kini exis, mungkin hanya beberapa saja yang integritasnya dinilai baik  mampu berkiprah. Kepada para tokoh generasi X, perbaiki kelakuan, dan niat, era baru akan melakukan seleksi ketat kepantasan.

Sebagai penutup, ini berlaku dimanapun, "Bisnis intelijen adalah pekerjaan yang sulit, dan hanya akan berakhir menjadi sebuah prediksi". Semoga bermanfaat, Salam Birdie, Pray Old Soldier


Saturday, May 2, 2020

KERENTANAN LANSIA

Ini Penyebab Lansia Rentan Terinfeksi Covid-19

Lansia termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan virus corona (Covid-19), bersama dengan orang yang memiliki riwayat penyakit penyerta, dan perokok.

Oleh :Pakar Geriatri UGM, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD., K-Ger., S.E., menjelaskan, "lansia rentan terhadap berbagai macam infeksi bakteri, virus maupun penyakit termasuk Covid-19.

Penyebabnya, karena kapasitas fungsional organ-organ tubuh lansia mengalami penurunan akibat penuaan.

“Lansia mengalami penurunan kapasitas fungsional hampir pada seluruh sistem tubuhnya, termasuk imunitasnya sehingga rentan terhadap infeksi apapun”

Ia mencontohkan beberapa fungsi tubuh yang menurun seiring pertambahan usia. Misalnya: hilangnya kelenjar timus, kulit semakin menipis, kelenjar lendir berkurang dan fungsi organ-organ tubuh menurun.

Ditambah nafsu makan berkurang sehingga asupan nutrisi tidak tercukupi. Kondisi itu mengakibatkan kemampuan tubuh saat merespon tidak secepat dan seefektif ketika masih muda.

Lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kelompok ini perlu lebih waspada, terlebih yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit autoimun, diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, dan jantung.

Selain itu, lansia dengan multipatologi atau mengidap sejumlah penyakit, jika tertular Covid-19, ia bakal mendapatkan komplikasi kesehatan yang cukup serius.

"Lansia yang paling rentan atau rapuh adalah lansia tua diatas 80 tahun, diikuti lansia sedang usia 70-80 tahun, dan terakhir lansia muda usia 60-70 tahun,”

TIPS JAGA LANSIA

Lalu bagaimana melindungi lansia dari kemungkinan infeksi virus corona? Probosuseno membagikan

1. Salah satunya menjaga asupan nutrisi yang baik dan halal serta menjaga kebutuhan cairan dengan minum air hangat yang cukup tanpa harus menunggu haus.

"Jaga asupan nutrisi, makan sayur lodeh juga bagus krena mengandung zat-zat yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh,"

2. Berikutnya, ia mendorong lansia untuk melakukan olahraga dengan intensitas ringan dengan durasi total 30 menit setiap hari. Olahraga tidak hanya bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental lanisa.

Contoh olahraga yang dapat dilakukan lansia seperti : tepuk tangan keras-keras selama satu menit dan mengayunkan tangan ke atas dan ke bawah 100 kali saat pagi, siang, dan malam.

3. Lalu menghindari stres. Sebab stres dapat menurunkan imunitas tubuh, memacu adrenalin, meningkatkan tekanan darah dan gula darah.

Istirahat atau tidur yang cukup antara 4 sampai 9 jam setiap harinya. Sebab, saat tidur tubuh melakukan penggandaan sel darah putih dan sel lainnya yang sangat berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

4. Menjaga kebersihan lingkungan juga perlu dilakukan. Salah satunya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau alkohol 70% terutama saat akan mengusap mulut , mengucek mata, atau membersihkan lubang hidung.

5. Selain itu juga meningkatkan ketaqwaan keimanan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ibadah, bersedekah, bersyukur, bersabar, dan berpuasa terbukti mampu meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh.

6. Tak kalah penting tetap beraktivitas di rumah seperti mengembangkan hobi.

7. Langkah lain adalah meninggalkan hal-hal yang tidak perlu. Tidak melakukan perjalanan atau bepergian apabila tidak ada kebutuhan mendesak. Pasalnya, seseorang akan lebih mudah terinfeksi virus saat berada di kerumunan.

“Jika tidak mendesak jangan keluar rumah. Misal : mau kontrol kesehatan bisa dengan telemedicine sebagai alternatif konsultasi dokter secara online,”

8. Upaya lain yang dapat ditempuh dengan tetap melakukan kegiatan sosial. Namun ditengah situasi pandemi saat ini, Probosuseno menganjurkan untuk mengurangi interaksi sosial secara langsung.

9. Interaksi disarankan dilakukan secara virtual melalui chat, telepon, maupun video call.

“Dengan cara ini mereka akan tetap terhubung dengan keluarga dan lingkungan sehingga tidak merasa kesepian yang bisa mempengaruhi kesehatan mental dan fisiknya,” pungkas dokter Probosuseno.


Saturday, December 8, 2018

KOMENTAR PARA DOKTER SENIOR

KOMENTAR PARA DOKTER SENIOR
PATUT DIRENUNGKAN KOMENTAR PARA DOKTER USIA SEPUH DARI UI INI !!!   
Mereka adalah api yang tidak terpadamkan di usia senja. Ketika sebagian besar rekan seusianya terbaring tak berdaya di tempat tidur, semangat para senior ini justru menyala-nyala. Menjadi segelintir dari sangat sedikit lansia yang bugar di usia senja, tenaga dan pikiran para kakek dan nenek ini masih disumbangkan agar tak menjadi beban bagi pembangunan. Sejak dini, kesehatan di usia senja ternyata harus benar-benar dikejar.
Tepat 50 tahun menjalani profesi sebagai dokter, para dokter sepuh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan tahun 1968 ini memendam keprihatinan tersendiri. Ketika alumni kedokteran berkumpul, mereka terkejut karena, dari sekitar 120 dokter angkatan 1968, hanya tersisa separuhnya  ”Tinggal 60 yang masih di atas tanah. Itu pun tidak semuanya 100 persen sehat
Ada yang tidak bisa jalan, setengah lumpuh, atau pikun,” kata internis-nefrologis Prof. Dr. Jose Roesma PhD (75).
Jose yang menjadi Ketua Panitia Reuni Alumni 50 Tahun Angkatan 1968 FKUI bersama dengan rekan-rekannya, seperti : Ketua Alumni Angkatan 1968 FKUI Dr Hermansyur Kartowisastro SpBKBD (77), Dr Asril Bahar (75), dan Dr Doddy Pramodo Partomihardjo (74), lantas rutin bertemu hampir setiap pekan hingga puncak acara reuni yang menurut rencana akan digelar pada Desember mendatang. Dalam setiap pertemuan, mereka serius memperbincangkan sumbangsih apa yang harus mereka lakukan bagi terciptanya lansia yang berkualitas.
Seperti pada Rabu (11/7/2018), mereka sibuk membahas buku yang akan diterbitkan bagi kaum dokter dan buku panduan bagi generasi muda demi menggapai usia tua yang berkualitas. ”Dari kami berempat ini yang sehat hanya dokter Hermansyur. Akhir Juni lalu, saya pasang cincin di jantung. Dulu, usia 30-an enggak pernah berpikir tentang kesehatan di masa tua, hanya menjalani hidup dan TERUS MAKAN ENAK. Terlambat sudah karena enggak ada senior yang kasih tahu,” kata Asril yang merupakan dokter ahli penyakit dalam, konsultan pulmonologi, dan geriatri.
Hermansyur, yang anggota tim dokter kepresidenan dari tahun 1987 dan disebut-sebut paling sehat pun, ternyata mengaku tak pernah sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak dini demi kehidupan masa tua yang berkualitas.
Hidup saya cukup sehat secara tidak sadar. Baru sekarang tahu dan menyadari. Keluarga berperan penting mendorong gaya hidup sehat. Nantinya, saya ingin mati di lingkungan keluarga dan tak menderita sakit. Rumah jompo momok bagi saya,” ujar Hermansyur.
Persiapan dini
Keprihatinan semakin mendalam karena mereka yang berprofesi sebagai dokter seharusnya lebih paham terhadap upaya pencegahan dan pengobatan penyakit. Namun, kenyataannya berbeda. Kondisi kesehatan mereka di usia tua sama saja dengan masyarakat awam yang tidak dibekali pengetahuan mendalam tentang kesehatan. Hal ini terutama karena pola hidup yang tidak sesuai dengan teori gaya hidup sehat. Mereka pun tidak mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi masa tua.
Dengan ilmu dan pengalaman 50 tahun menjadi dokter, Jose dan rekan-rekannya lantas berusaha berbuat sesuatu agar generasi milenial tidak mengikuti pola hidup seniornya. Agar tak menjadi tua yang renta, generasi milenial harus sudah mulai sadar untuk mengelola kesehatan dengan perubahan pola hidup yang lebih sehat. Tak sekadar membuat buku, para dokter sepuh ini berupaya menyumbangkan ide dan mendorong pemerintah untuk melindungi generasi baru dengan gerakan yang berorientasi pada lansia. ”Pola hidup salah sehingga berakibat penyakit. Ini menjadi concern (kepedulian) kami,” kata Jose.
Menurut Asril, proses menjadi tua terjadi karena menghilangnya secara pelan-pelan kemampuan jaringan tubuh manusia untuk memperbaiki dirinya dan mempertahankan fungsi dan struktur normalnya. Apabila sudah terkena penyakit, lanjut Asril, pasien geriatri biasanya akan mengonsumsi banyak obat, lambat respons terapinya, dan sering gagal pulih kembali dari sakitnya. Penurunan fungsi semua organ tubuh semakin memperberat kondisi sakit para lansia, sehingga sebisa mungkin harus dicegah.
Agar tetap berdaya nantinya di usia senja, generasi muda diajak, antara lain, untuk mengurangi berat badan, makan gizi seimbang, menggerakkan tubuh secara teratur, dan mengawasi kesehatan dengan cek kesehatan berkala. Selain pola hidup sehat sejak dini, setiap lansia juga harus tetap beraktivitas kerja sehari-hari. ”Kalau saya satu minggu enggak keluar rumah dan beraktivitas, bisa sangat terganggu pikiran saya. Paling-paling cukup pergi ke rumah cucu setir mobil sendiri,” kata Toni Hartono (79) yang pernah menjabat Ketua 2 Komisi Nasional Lansia.
Ditemui secara terpisah di acara kumpul Komunitas Sahabat Lansia Tangguh pada Kamis (9/8), Toni mengatakan bahwa para lansia yang tinggal bersama keluarga dan terpisah dari komunitas sesama lansia biasanya akan mengalami keterasingan. Keterasingan di tengah keluarga bisa saja terjadi karena adanya jurang antar-generasi yang memisahkannya dengan anak dan cucu.
”Anak cucu main gadget. Ngobrol enggak saling ngerti. Di meja makan enggak berkomunikasi. Pressure (tekanan) lebih tinggi yang tinggal sendiri. Masalah psikologis juga jadi hambatan yang luar biasa,” tuturnya menambahkan.
Psikolog Prof (Em) Dr Saparinah Sadli (90) menyebut bahwa kesehatan para lansia meliputi tak hanya kesehatan fisik, tetapi juga emosional dan sosial. ”Lansia tangguh adalah mereka yang sehat seluruhnya. Orang tua pasti punya penyakit meski sakit harus mandiri. Tetapi tetap menyesuaikan diri dengan kondisi fisiknya,” kata Saparinah.
Negara terhormat
Prof Dr dr Siti Setiati SpPD - KGER MEpid FINASI dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang juga Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia menyebutkan, dari 25-30 juta warga lansia (berusia minimal 60 tahun), hanya 13,2 persen lansia yang sehat, 25 persen lansia renta, dan 61,6 persen kondisinya prarenta.
”Yang namanya sehat di masa tua sangat bergantung pada MASA MUDANYA. Kesehatan pada lansia ibarat life cycle (siklus hidup) dimulai sejak kanak-kanak,” kata Setiati.
Kondisi ini mengkhawatirkan karena jumlah penduduk lansia di Indonesia terus meningkat seiring naiknya usia harapan hidup sebagai dampak dari kemajuan bidang pembangunan dan teknologi kesehatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, usia harapan hidup pada 1971 adalah 55,1 tahun dan pada 2015 menjadi 70,8 tahun. Pada 2015, jumlah manula di Indonesia sekitar 21 juta orang (8,2 persen dari total jumlah penduduk) dan pada 2030 diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi sekitar 38 juta (13,2 persen). Indonesia sudah akan masuk dalam negara aging society, yang satu di antara lima penduduknya adalah orang tua.
Tingginya jumlah lansia ini bisa menjadi beban pembangunan jika mereka yang kondisinya prarenta berubah menjadi renta. Kerentaan membuat beban biaya pengobatan menjadi semakin mahal. Apalagi, saat ini pengobatan bagi kaum lansia belum sepenuhnya ditanggung BPJS. Padahal, mereka yang prarenta cenderung mulai dihinggapi beragam penyakit, mulai dari hipertensi, kolesterol, hingga pengapuran sendi yang memerlukan penanganan komprehensif dan biaya mahal.
Seperti di negara lain, kesejahteraan bagi kaum lansia sesungguhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah harus benar-benar memiliki keberpihakan terhadap nasib lansia. Ia mencontohkan bagaimana Pemerintah Jepang dan Singapura memberdayakan warga senior agar bisa tetap bekerja di usia tua. Mereka juga memiliki kota yang ramah untuk lansia.
Doddy menambahkan, perlu adanya kemauan politik dari pemerintah untuk berpihak kepada lansia. Pendapat umum pun harus benar-benar dibangun untuk pemberdayaan lansia. ”Ini masalah strategis bagi masyarakat Indonesia. Jumlah lansia makin banyak jadi beban atau jadi suatu performa bangsa? Bagaimana idealnya orang tua ini aktif dan produktif,” tutur Doddy.
Indikator negara terhormat, lanjut Setiati, adalah negara yang menghargai warga senior dan membuat sistem yang berpihak kepada lansia, antara lain mempermudah mereka mengakses pengobatan. ”Enggak seperti sekarang ini. Tantangan yang harus segera dicari solusinya,” kata Setiati.

Usia panjang tidaklah akan ada artinya apabila kemudian menjadi tidak berguna dan tidak bahagia.

Friday, September 21, 2018

LANSIA TETAP SEHAT

LANSIA TETAP SEHAT
INTISARI SEMINAR PENSIUNAN KOMPAS GRAMEDIA TUA TETAP SEHAT (USIA 40 TH KE ATAS)
Oleh: Dr. Hendrawan Nadesul - 18 Juli 2018
Untuk menjaga agar di usia tua tetap sehat kita harus memperhatikan beberapa hal antara lain:
1. Gaya hidup terutama  pola makan, semua jenis makanan boleh dimakan asal jangan berlebihan.
2. Faktor kecelakaan: harap hati-hati untuk naik turun tangga dan lantai licin.
3. Jangan terlalu banyak mikir, stres yang akan membebani otak
4. Bangun tidur tidak boleh kaget akan menyebabkan serangan jantung
5. Kalau lagi tidur dan bangun jangan langsung berdiri dan jalan tetapi duduk dulu beberapa saat.
6. Olah raga jalan pagi sangat baik untuk kesehatan selama 50 menit
7. Dianjurkan tidak olah raga berat seperti badminton. tennis, jogging dll.
8. Kalau mau angkat barang harus jongkok terlebih dahulu
9. Hati-hati minum obat China efeknya akan kena ginjal
10. Saat olah raga atau jalan kaki  hindari menginjak-nginjak kerikil  sebab akan menyebabkan kerusakan syaraf kaki (bila tidak pakai alas kaki/sepatu)
11. Kita harus bersyukur bila makan dan tidur masih enak dan nyenyak
12. Tidak  makan ikan asin dan minum sirup merah terutama sejak anak-anak jangan dibiasakan minum sirup merah banyak mengandung zat kimia
13. Bila sakit dianjurkan berobat ke dokter tidak ke alternatif sebab dokter  lebih tahu tentang penyakit  dan obatnya
14. Penyebab sakit kanker akibat banyak makan daging dan banyak lemak, kurangi makan daging 
15. Tidak baik banyak makan gorengan karena  minyak banyak menyebabkan hiperkolesterol, perbanyak makan sayuran seperti: bayam, kangkung, brokoli, jamur
16. Jangan sering stres sebab stres akan mengalahkan sehebat apapun kuatnya phisik kita dan jangan frustasi, hidup jangan mengejar kekayaan, harta dan kekuasaan tapi carilah kebahagiaan
17. Dikatakan sehat itu: bugar badan, jiwa, sosial dan spiritual.
18. Usia diatas 60 tahun tidak boleh sering naik turun tangga dan tidak  boleh angkat barang berat
19. 5 kunci hidup sehat:  Menu makanan harian yang tepat, bergerak badan memadai, stres terkendali, check up kesehatan rutin, check up kehidupan apa yang sudah kita lakukan dalam hidup ini
20. Untuk makanan selingan  ubi rebus adalah makanan sehat banyak mengandung vitamin, dilarang makan daging olahan seperti HAM DAN SOSIS,  
21. Bila suka makan daun-daun lalapan akan lebih baik dimakan mentah.
22. Supaya kita tetap sehat dan kuat agar setiap pagi sarapan, dan jangan makanan yang sering dipanaskan sebab makanan tersebut sudah kurang sehat  dan jangan makan makanan yang terlalu asin sebab akan menyebabkan hypertensi
23. Makanan udang, kepiting, cumi tidak menyebabkan hiperkolesterol  asal makannya jangan berlebihan begitu juga buah durian
24. Usia diatas 60 tahun tidak perlu minum susu sebab di usus kita sudah tidak ada pemecah susu, penggantinya banyak makan buah-buahan dan sayuran
25. Terlalu lama menyimpan makan di kulkas tidak baik sebab menurunkan kwalitas
26. Perlu minum suplemen:  Anti oksidan Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B1, Calsium, Omega dan Vitamin untuk Retina mata.
27. Jaga Badan agar tidak kegemukan karena akan menyebabkan kencing manis.
28. Tanda-tanda serangan jantung:   keringat dingin, sesak napas dan dada sakit.
29. Tambahan bagi orang tua dalam mendidik anak, jangan dimanjakan,  harus mandiri biar tahan banting, didiklah anak jangan menjadi orang kaya, tetapi didiklah menjadi  orang yang bahagia.

SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT SILAKAN DICOBA DAN DILAKSANAKAN TERUTAMA YANG SUDAH USIA 40 TAHUN KETAS.

Saturday, February 10, 2018

LANSIA AWAS JATUH

LANSIA AWAS JATUH
Para pensiunan harap menyimpan artikel ini :

Sebuah studi di Amerika Serikat menyebutkan lebih dari 51% hubungan antara orang lanjut usia (lansia) jatuh dan naik tangga.
Setiap tahunnya ada 20.000 kematian di AS akibat naik tangga.
Para ahli menyarankan setelah berusia 65 tahun/lansia untuk TIDAK melakukan 10 tindakan alias 10-TIDAK di bawah ini :
1. Tidak Naik tangga 
2. Tidak Terlalu cepat menoleh/membalikkan badan 
3. Tidak Membungkuk menyentuh telapak kaki
4. Tidak Mengenakan celana sambil berdiri
5. Tidak Sit up
6. Tidak Memutar pinggang ke kiri kanan 
7. Tidak Berjalan mundur 
8. Tidak Membungkuk untuk mengangkat barang berat
9. Tidak Mendadak berdiri meninggalkan ranjang 
10. Tidak Mengejan/ngeden terlalu keras 
Bagikan kepada banyak orang: sebuah gerakan yang setiap tahunnya menyebabkan 20.000 orang meninggal dunia di AS.
Setelah berusia 65 tahun/lamsia usahakan tidak melakukan 10 tindakan tersebut.
Silahkan berbagi dengan rekan kerja, teman sekolah, sahabat pensiunan.