Showing posts with label vaksinasi. Show all posts
Showing posts with label vaksinasi. Show all posts

Tuesday, June 29, 2021

RANGKUMAN KONPERS MENKES

Rangkuman Konferensi Pers MenKes:

Progres kesiapan dan persiapan vaksin:

• Dari 269 juta penduduk Indonesia, untuk mencapai herd immunity perlu minimal vaksinasi terhadap ±188 juta (70%), setelah dikurangi dengan yang beresiko targetnya menjadi ±181,5 juta orang;

• 1 orang 2x vaksin + 15% cadangan total vaksin yang harus disediakan 426 juta dosis vaksin;

• 5 jalur pengadaan vaksin 4 bilateral, 1 multilateral:

- 150 juta Sinovac (China) fix,

- 150 juta Novavac (US Kanada),

- 100 juta Astra- Zeneca (UK) dengan opsi,

100 juta Pfizer-BIONTech (US German) dengan opsi GAVI kasih gratis (belum tahu jumlahnya karena antara 10% -30% populasi).

Rencana vaksinasi:

• Tahap 1 untuk health workers 1.3 juta orang;

• Tahap 2 untuk public workers 17.4 juta orang;

•Tahap 3 lansia diatas 60 th sebanyak 21.5 juta orang;

•Tahap selanjutnya masyarakat normal:

- Nakes garda terdepan jadi prioritas pertama

- Karena uji klinis 3 sinovac subyeknya umur 18-59 tahun, maka itu yang akan divaksin duluan

- Vaksin kita beragam maka lansia akan divaksin di urutan berikutnya sesuai kedatangan vaksin tahap berikutnya 

- Vaksin thd nakes diberikan di seluruh Indonesia secara berbarengan

Pandemi pasca liburan selalu menimbulkan lonjakan karena mobilitas yang sangat tinggi:

- Tempat tidur isolasi covid, icu sudah penuh

- Kemenkes bekerjasama dengan pemda akan memastikan nakes dan faskes cukup dan saat ini terus dipersiapkan

- perkiraan tgl 14 Jan dst akan ada lonjakan

- keluarga yang telah liburan dihimbau mengurangi mobilitas 5-10 hari dengan berdiam diri di rumah

- hal ini membantu Nakes 

- setiap 100 yang terinfeksi 30% dirawat di RS dan 5 % di ICU

- jadi kurangi resiko dengan mengurangi mobilitas

Strain baru covid adalah mutasi dari virus SARSCOV-2, lebih mudah menular, tetapi belum terbukti lebih parah dan juga bisa dideteksi dengan alat deteksi yang sekarang ada saat ini: PCR dan swab antigen

• Strain ini sudah ada di Indonesia? Belum tahu, saat ini sedang dibuat genome sequencing ke laboratorium yang ditunjuk untuk melihat pola penyebarannya.

• Apa yang harus dilakukan masyarakat? Tetap  3M paling utama....!

=====

Mudah-mudahan bermanfaat dan tolong sebarluaskan informasi ini kepada masyarakat! 

Tetap waspada, tetap laksanakan 3T dan 3M dengan disiplin, patuh dan taat, serta lakukan pula AKB (New Normal Lifestyle), Jangan lupa BERDOA semoga Pandemi ini segera teratasi dan terkendali.......

Tuesday, June 15, 2021

BAGI YANG ANTI-VAKSINASI

B๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐˜†an๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐˜‚๐—ฐ๐—ฎ๐—ฝ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ผ๐—ฟa๐—ป๐—ด๐Ÿฎ ๐˜†an๐—ด ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ต ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ต๐—ผ๐—ฎ๐˜… ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐Ÿฎ ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜€๐—ฝ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ:

๐—ค: ๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ฎ ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—ฐ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—ฝ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—–๐—ข๐—ฉ๐—œ๐——, ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐˜‚ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป. ๐—•e๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ต?

A: Betul memang semakin imun kita kuat, semakin kebal kita dr virus. Tapi tidak semua virus, bakteri, atau parasit lain bisa dicegah hanya dengan pola makan sehat. Mau kita sesehat apapun, kalau terpapar rubella, HIV, hepatitis, ebola, polio, dll. bisa tetap kena.

๐—ค: ๐—ฆ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฝ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ธ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป. ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜‚ saya ๐˜๐—ฑ๐—ธ ๐—บ๐—ฎ๐˜‚, ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ. ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ?

A: Jika anda hidup sendirian di pulau tanpa orang lain, mungkin betul vaksinasi itu adalah hak/pilihan pribadi. Tapi kita hidup berdampingan dgn orng lain. Apalagi di pulau Jawa, penduduk sangat padat. Jadi, vaksinasi itu bukan masalah kesehatan pribadi saja, tapi mencegah penularan dan membentuk herd immunity (herd immunity terbentuk jika krng lbh 70% orng divaksin). Dengan divaksin, kita melindungi orang lain yang tidak bisa divaksin (misal lansia, orng kelainan imun, yang menjalani kemoterapi, penderita alergi langka, dll*) agar tetap sehat. Jika mereka terlular COVID-19 dan meninggal, maka itu kesalahan para orang sehat yang memilih utuk tdk divaksin.

*๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ท๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ

๐—ค: ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ถ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐˜‚/๐—บ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ฏ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ด ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป? ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ?

A: Dalam hal COVID sekarang pemerintah sebaiknya mewajibkan vaksinasi untuk melindungi orang2 tertentu yang tdk bisa vaksin, kasihan mereka yang tidak punya pilihan. Kasihan orng yang ingin divaksin tapi tidak bisa, lansia dan orng2 sakit yang ingin hidup. Hanya karna egoisme orang2 anti-vaksin yang percaya hoax dan konspirasi, orang2 yang benar2 menghargai hidup bisa meninggal. Pilihanmu sbg anti-vaxxer dapat membunuh orang yang sakit dan lemah. Saya yakin di agama apapun membunuh itu perbuatan dosa, apalagi terhadap orng tua dan orng yang sakit.

๐—ค: ๐—ฉ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐—ต๐—ผ๐—ฎ๐˜…, ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ-๐˜ƒ๐—ถ๐—ฟ๐˜‚๐˜€. ๐—–๐—ข๐—ฉ๐—œ๐——-๐Ÿญ๐Ÿต ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ถ๐˜€๐˜‚. ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ต?

A: Bagi yang mau percaya hoax atau teori2 konspirasi silahkan. Yang jelas, science itu bukan agama, science bukan untuk dipercaya. Biologi itu fakta. Jantung kita ada 1, itu fakta, tidak peduli mau percaya atau tidak. Mau kita tidak percaya vaksin, tetap saja faktanya segelintir orang tertentu akan menjadi korban dari pilihan egois orng yang tidak vaksin. Lakukan 3M dan tolong nanti ambil vaksin jika kalian bisa divaksin. Bantu bentuk herd immunity untuk melindungi orng lain yang secara fisik tidak mampu mendapatkan vaksin.

๐—ค: ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป, ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐˜€๐˜‚ ๐—น๐—ฎ๐—ถ๐—ป, ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎt ๐—ฑ๐—ถ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ. ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ?

A: Kalau yang tdk percaya pemerintahan Indonesia, percayalah pd kami para ilmuan dan tenaga medis. Ambil vaksinasi untuk melindungi nyawa orng lain yang tidak bisa divaksin (lansia, orng kelainan imun, yang kemoterapi, dll). Atau percayalah pemerintahan negara lain saja yang menurut kalian terpercaya. Jutaan orang dari negara lain juga sudah divaksin.

๐—ค: ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐˜‚๐—บ๐—ฎ ๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ถ๐—น ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป, ๐˜ƒ๐—ถ๐—ฟ๐˜‚๐˜€๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—บ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ผ๐—ฟ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ด ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—น๐—ฎ๐—ด๐—ถ. ๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป?

A: Betul. Tapi perlu diketahui bahwa virus tidak bisa mutasi jika tidak ada penyebaran. Jika kita memvaksinasi cukup banyak orang, maka mutation rate virusnya akan melambat. Lama-kelamaan maka pandemi COVID akan bisa selesai. Maka dari itu, vaksinasi bukan solusi instan, harus tetap 3M sampai herd immunity terbentuk.

๐—ค: ๐—๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ ๐—–๐—ข๐—ฉ๐—œ๐——, ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ?

A: Jika tujuannya hanya untuk proteksi diri sendiri, tidak usah pakai masker. Tapi tidaklah sebaiknya kita juga menyelamatkan org lain yang tidak bisa di vaksin (misal lansia, orng kelainan imun, yang menjalani kemoterapi, penderita alergi langka, dll)? 3M harus tetap dilakukan sampai herd immunity terbentuk (kurang lebih saat 70% orng telah divaksin). Vaksinasi itu bukan masalah kesehatan pribadi saja, tapi mencegah penularan dan membentuk herd immunity. Vaksinasi dan 3M bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga membatu orang lain yang membutuhkan perlindungan.

๐—ค: ๐—ฆ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜„๐—ฎ ๐—ธ๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ฎ ๐—ฏ๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ธ ๐—ธ๐—ฒ ๐˜๐˜‚๐—ฏ๐˜‚๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—น๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฒ๐—ณ๐—ฒ๐—ธ, ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฐ๐—ถ๐—น. ๐—ฉ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—น๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฒ๐—ณ๐—ฒ๐—ธ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐˜†๐—ด ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐˜‚๐—ฏ๐˜‚๐—ต. ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ?

A: Benar. Segala hal yang masuk pd tubuh pasti ada efeknya, dalam hal vaksinasi, tujuan dari vaksinasi adalah memberikan efek positif bagi tubuh, yaitu memberikan imunitas.

Untuk efek samping yang negatif, itu benar bisa terjadi, tapi bukan dalam hal vaksin saja. Makanan sehat bertujuan menyehatkan tubuh. Tapi bagi segelintir orng (sangat sedikit) yang memiliki alergi langka tertentu atau kelainan genetic tertentu, makanan spt tomat, kacang, susu, seafood, bisa sangat berbahaya/mematikan. Sekali lagi, sangat jarang. Sama halnya dengan semua obat dan vaksin.

๐—ค: ๐—ฉ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—บ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ถ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—–๐—ข๐—ฉ๐—œ๐—— ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ธ๐—ต๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—บ๐—ถ, ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—บ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ฒ๐—ณ๐—ฒ๐—ธ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป. ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜„๐—ผ๐—ฟ๐˜๐—ต ๐—ถ๐˜?

A: Iya. Pandemi COVID merupakan prioritas utama pd saat ini. Coba baca analogi dibawah agar dpt memahami lebih mudah dan jelas.

Orang yang pingsan dan tidak bernafas dengan baik, harus diberi Cardiopulmonary resuscitation (CPR) agar jantung terus memompa darah dan otak tidak kekurangan oksigen. Itu prioritasnya. Ada efek dari prosedur CPR, antara lain tulang rusuk retak/patah. Walaupun sudah retak, proses CPR tetap harus dilakukan sampai ambulan datang dengan tabung oksigen dan defibrilator. Rusuk retak bisa obati nanti, tapi jika CPR tdk dilaakukan, maka orangnya pasti 100% akan mati.

Jika itu terlalu extreme (100% akan mati) coba saya beri contoh yang lain. Jika orng mengalami kecelakaan mobil parah dan orngnya tak sadarkan diri di dalam mobil, kita harus menolong untung menjauhkan korban dari kendaraan tsb. Kecelakaan mobil yang parah, memiliki resiko terbakar atau ledakan kecil, katakanlah 70%. Tapi, di sisi lain, memindahkan korban kecelakaan spt itu bisa memperparah cidera (jika ada), terutama pada tulang punggung. Dengan menyelamatakn korban dari api, ada resiko korban jd lumpuh atau meninggal, katakanlah 2%. Disini, memindahkan korban ke area yang lbh aman adalah prioritas, drpd khawatir tentang kelumpuhan atau kematian akibat dipindah.

๐—ค: ๐—ฆ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—–๐—ข๐—ฉ๐—œ๐—— ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ต. ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ถ๐—บ๐˜‚๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ถ-๐˜ƒ๐—ถ๐—ฟ๐˜‚๐˜€”? ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—น๐—ฎ๐—ด๐—ถ?

A: Bagus kalau sudah sembuh, selamat. Betul anda sudah imun dan memiliki "anti-virus", tapi tidak bisa dibilang lebih kuat drpd vaksin. Perlu diketahui virus terus bermutasi. Anda masih bisa terkena virus dengan "strain" baru. Jadi lebih baik tetap divaksin. Dengan kata lain, lebih baik "anti-virus"nya di-update dgn versi terbaru.

๐—ค: ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜†๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฟ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐—ธ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚, ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐˜ ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—น๐—ฎ๐—ถ๐—ป? ๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜๐˜€๐—ฏ ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ธ?

A: Tidak semua merek vaksin memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama. Contohnya, misalkan vaksin yang lebih mudah didistribusikan (๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ป๐˜†๐—ฎ tidak perlu suhu -50 untuk menjaga agar tetap bagus), mungkin tidak bisa digunakan untuk orang dgn kelainan genetik tertentu. Contoh trade-offs lain, ๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ป๐˜†๐—ฎ, harga yang lbh mahal bisa digunakan untuk para lansia, sedangkan yang lbh murah tidak. Dari contoh trade-offs faktor2 demikian (usia penerima, metode pengiriman, harga, strain virus dilokasi, dll), sebuah negara sangat mungkin untuk mengkolaborasikan merek2 vaksin yang digunakan sesuai dengan kebutuhan negara tsb. Dengan demikian, herd immunity dapat lbh cepat terbentuk.

๐—ค: ๐— ๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ฝ๐˜‚๐—ป ๐—ท๐˜‚๐—ด๐—ฎ, ๐˜€๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎk ๐—บ๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฑ๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ๐—ป.

A: Sama halnya spt merokok, atau nyetir dengan keadaan mabuk. Karena pilihan anda, orang lain bisa turut menjadi korban jiwa. Kalau org normal hrsnya bakal merasa berdosa ya membunuh orng lain secara tidak langsung. Mungkin kalau anda beda.


Saturday, September 26, 2020

BERENANG TENGGELAM

Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu, 26 September

SETELAH vaksin Covid-19 ditemukan, ternyata kita tidak boleh egois minta untuk divaksinasi duluan. Pun seandainya WHO sudah mengumumkan vaksin buatan Tiongkok akan diizinkan beredar.

Padahal berita gembira itu belum sepasti itu –meski pun kelihatannya akan menuju ke sana. Sampai-sampai sudah membuat harga saham tiga perusahaan farmasi BUMN melejit tiba-tiba di bursa saham Jakarta. Naik luar biasa: sekitar 30 persen. Yakni Indofarma, Kimia Farma, dan Paphros.

Sedang saham perusahaan farmasi swasta seperti Kalbe Farma tetap jalan di tempat.

Dan ilmuwan wanita India ini tiba-tiba dapat simpati luas di Tiongkok –meski dua negara itu lagi bersitegang di perbatasan.

Ilmuwan India itulah yang kemarin disebut-sebut  membuat pengumuman yang melegakan Tiongkok: WHO sudah menyetujui vaksin buatan Tiongkok.

Padahal yang disampaikan Soumya baru tahap harapan agar kalau nanti diizinkan baiknya Tiongkok membuka kesempatan ke seluruh dunia untuk bisa mendapatkan vaksin tersebut.

Tapi ucapannya memang penuh harapan. Apalagi ia ilmuwan senior di WHO.

Nama ilmuwan itu: Soumya Swaminathan Yadav. Jabatannya: ilmuwan WHO. Dia tetap jadi ilmuwan WHO meski baru pensiun sebagai pejabat tinggi di WHO.

Dia seorang wanita. Umur 60 tahun. Lahir di Chennai India. Satu keluarga ilmuwan semua. Bapak-ibunyi pasangan sama-sama profesor. Kakak-adiknyi profesor. Suaminyi juga profesor.

Sebelum persetujuan itu  diumumkan, kini WHO harus  mengatur kapan vaksinasi boleh dilakukan di seluruh dunia.

Masing-masing negara tidak boleh berebut duluan.

Itu menyangkut masalah strategi pemberantasan pandemi sedunia. Agar Covid-19 lenyap dari muka bumi.

Prinsip ilmiahnya: vaksinasi itu harus dilakukan serentak dalam waktu yang sama.

Kenapa kita tidak boleh berebut duluan melakukan vaksinasi?

Itu karena daya tahan imunisasi itu terbatas. Sekitar 1 tahun. Setelah itu imun kita terhadap Covid-19 habis. Saat imun habis itu tidak boleh ada virus Covid-19 yang masih gentayangan di dalam tubuh sebagian orang. Bisa jadi virus itu menyerang lagi dengan serangan yang lebih ganas.

Demikian juga imun yang sudah muncul setelah seseorang sembuh dari Covid-19. Mereka tidak imun selamanya. Saya belum menemukan literatur berapa lama imunitas seseorang yang sembuh dari Covid bisa bertahan. Ada yang bilang 3 bulan. Ada yang bilang 6 bulan. Mungkin tergantung kondisi badan masing-masing. Ada orang yang ”boros” imun. Ada juga yang ”hemat”. Pun ada yang saat terkena Covid imunnya muncul dalam jumlah besar. Ada yang kemunculan imunnya tidak banyak.

Manusia begitu dibuat berbeda-beda.

Tapi dalam hal imunisasi Civid-19 ini semua harus taat pada aturan bersama –yang dibuat WHO.

Ada istilah yang bisa menyadarkan kita untuk tidak egois: kita ini akan berenang bersama atau tenggelam bersama.

Kalau sebagian dari kita melakukan vaksinasi duluan, kelihatannya kita hebat: tetap bisa berenang menuju pantai. Sedang yang lain tenggelam. Tapi akhirnya kita akan tenggelam juga sebelum sampai di pantai.

Vaksinasi harus bersamaan waktu. Tentu tidak harus di tanggal dan jam yang sama. Setidaknya dalam satu kurun. Misalnya, harus selesai seluruh dunia dalam waktu 1 tahun.

Gerakan vaksinasi sudah harus selesai mencapai 70 persen penduduk tiap-tiap wilayah sebelum kelompok yang pertama divaksinasi kehabisan imunitasnya.

Masalahnya begitu jelas: dari mana negera miskin bisa beli vaksin untuk setidaknya 70 persen penduduknya.

Kali ini negara kaya tidak bisa mentang-mentang kaya. Itulah sebabnya semua teman saya di Tiongkok belum ada yang vaksinasi. Padahal, semula, saya menduga mereka akan vaksinasi duluan.

WHO sudah mendata: ada 92 negara yang tidak mampu membeli vaksin. Kalau mereka dipaksa untuk membeli vaksin, bisa-bisa mereka mati duluan sebelum vaksin tiba: mati kelaparan.

Yang mampu mandiri  hanya 80 negara. Tiongkok, Rusia, Amerika sudah menyatakan bisa beli sendiri. Tentu juga Indonesia?

Untuk 92 negara miskin tersebut diperlukan dana 15 miliar dolar. Sekitar Rp 20.000 triliun. Dana yang ada di WHO baru terkumpul 3 miliar dolar.

Sekaya-kaya Bill Gate, sumbangannya hanya cukup untuk membeli 300 juta unit.

Padahal sebelum jatah untuk negara-negara miskin tersebut tersedia, vaksinasi tidak bisa dimulai.

Ups… Ini yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Tapi ini juga sekaligus membuat kita untuk lebih sabar.

Kita ingin bisa berenang bersama.

Entahlah kalau  Donald Trump –yang memutuskan Amerika keluar dari WHO– akan berenang sendirian, menuju Wuhan.

https://memorandum.co.id/berenang-tenggelam/