Showing posts with label AS. Show all posts
Showing posts with label AS. Show all posts

Friday, December 10, 2021

INGGRIS HARUS MINTA MAAF

Inggris berutang permintaan maaf kepada ayah saya dan jutaan orang Indonesia lainnya

Oleh: Kartika Sukarno

Putri Presiden Indonesia Bung Karno menanggapi tulisan tentang perang propaganda yang dilancarkan terhadap Bung Karno. (theguardian.com, Minggu, 7 Nov 2021)

Ayah saya, Sukarno, presiden terpilih pertama Indonesia, dimasukkan ke dalam tahanan rumah pada Maret 1967 beberapa hari setelah saya lahir. Dia berusia 67 tahun. Pada bulan-bulan sebelumnya, telah terjadi pertumpahan darah di negara di mana dia kehilangan banyak teman dan sekutu terpercayanya. 

Setahun sebelumnya, dia mengirim ibu saya, yang sedang mengandung saya, ke Jepang, tanah airnya, menasihatinya untuk kembali ke Indonesia ketika situasinya membaik.

Itu tidak pernah terjadi. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1970, saya melihat ayah saya untuk pertama kalinya, di ranjang kematiannya. Ibu saya dan saya tidak diizinkan untuk kembali ke negara itu dan kami telah tinggal di Prancis. 

Ayah saya meninggal beberapa jam setelah pesawat kami dari Paris mendarat. Karena pemerintahan lalim dari presiden kedua – Jenderal Suharto – saya tidak dapat melihat ayah saya hidup, meskipun ibu saya telah mencoba berulang kali untuk masuk ke Indonesia.

Saya sekarang berusia 54 tahun dan masih menderita pedih yang mendalam memikirkan tahun-tahun kesepian ayah saya di bawah tahanan rumah, ditolak perawatan medis dan kunjungan keluarga, karena Suharto tidak ingin mengambil risiko dengan memberinya kesempatan untuk berbicara. 

Suharto telah menguasai media massa dan ayah saya, yang suaranya sering terdengar di radio, dibungkam. Suaranya begitu diredam sehingga dia tidak bisa lagi berkomunikasi dengan anggota keluarganya sendiri.

Setelah Perang Dunia Kedua, kita dapat berargumen bahwa kolonialisme di Indonesia telah digantikan oleh imperialisme AS dan Inggris. Mereka melihat gerakan non-blok, di mana ayah saya adalah pendirinya, sebagai ancaman bagi pembangunan imperium dan kepentingan bisnis mereka. 

Pemerintah AS menolak untuk melihat perbedaan antara nasionalisme dan komunisme. Pemerintah Inggris menginginkan penggulingan ayah saya karena kepentingan bisnis Inggris, seperti yang dilakukan Amerika dan sekutu mereka di wilayah yang kaya akan sumber daya alam. (Papua Barat memiliki tambang emas terbesar di dunia.)

Ayah saya juga membuat marah Inggris dengan meluncurkan “konfrontasi”, kampanye perbatasan militer terbatas untuk menunjukkan penentangan Indonesia terhadap Malaysia yang baru dibentuk, yang ia lihat sebagai ciptaan dan ancaman kolonial. Strategi Amerika dalam menggulingkan ayah saya begitu sukses sehingga pemerintah AS kemudian menirunya di Chili dengan nama sandi “Operasi Jakarta”.

Nasib tragis ayah saya dialami oleh jutaan orang Indonesia yang hidupnya dihancurkan oleh kudeta militer berdarah tahun 1965, yang saya yakini didukung oleh pemerintah Amerika, Inggris, dan Australia. 

Dari dokumen-dokumen yang baru-baru ini dibuka, kami menemukan bahwa, mulai tahun 1950-an, CIA terus mengawasi Sukarno. Pada tahun 1965, Inggris menghasut pembunuhan massal dengan dalih bahwa orang-orang komunis bertanggung jawab atas pembunuhan enam jenderal terkemuka Indonesia. 

Hari ini, masih ada perdebatan tentang siapa yang berada di balik pembunuhan ini. Ayahku tahu komunis tidak membunuh enam jenderalnya; dia juga tahu maksud pemerintah Inggris dan Amerika untuk melihatnya digulingkan.

Dia sangat blak-blakan dengan motonya yang agak agresif, “Amerika kita setrika, Inggris kita linggis”. Namun, dia entah bagaimana tidak berdaya ketika menghadapi rekan senegaranya sendiri. 

Jadi, ketika seorang jenderal militer tak dikenal, Suharto, mengambil alih dan memerintahkan pembunuhan semua komunis dan pengikut Sukarno, banyak warga sipil yang bahkan tidak tahu arti ideologi komunis juga ditangkap, disiksa, dibunuh.

Selama beberapa generasi, anggota keluarga korban juga dianiaya. Mereka ditandai dengan simbol pada kartu identitas (KTP) mereka yang mencegah mereka mendapatkan pekerjaan. 

Mereka tidak dapat bersekolah di sekolah umum dan sulit bagi anak-anak mereka untuk bersekolah di sekolah swasta kecuali beberapa sekolah Katolik. Bahkan saudara perempuan saya sendiri, Megawati Sukarnoputri, tidak dapat menyelesaikan studinya di universitas.

Ketika berbicara tentang Suharto, kami akan berbisik, karena takut tembok bisa mendengarkan, begitulah jangkauan negara pengawasannya. Pers sangat disensor, dengan bagian-bagian yang disunting menutupi pers "negatif" tentang kediktatorannya. 

Kami harus meminta izin khusus untuk berdoa di makam ayah kami. Nama kami dipanggil satu per satu oleh perwira militer yang menjaga pagar makamnya saat kami mendekat untuk memberi penghormatan.

Beberapa pandangan Barat yang sinis mungkin memandang rendah negara-negara yang baru merdeka, karena negara-negara itu tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kebebasan mereka. 

Namun, mereka tampaknya tidak menyadari bahwa beberapa pemerintah Barat telah memainkan peran utama dalam menghancurkan jutaan nyawa di bawah ancaman propaganda komunis palsu. 

Komunisme diperbolehkan di negara-negara Eropa, tetapi di negara-negara yang disebut Dunia Ketiga, warga sipil yang terkait dengan komunisme atau dicurigai komunis dibunuh.

Sayangnya, sejarah kelam Indonesia ini sebagian besar masih tersembunyi. Kurikulum sejarah Eropa dan Amerika tidak menyebutkan peran mereka dalam masa kelam kolonialisme dan imperialisme Barat pada masa perang dingin. Sebaliknya, sebagian besar buku teks sebagian besar masih menawarkan peran pemuliaan (glorifikasi) diri dalam sejarah ini.

Seperti yang ditunjukkan oleh tulisan The Observer, Inggris terlibat dalam pembunuhan massal dan memungkinkan 32 tahun pemerintahan Suharto yang lalim. Sudah saatnya pemerintah Inggris meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas kerugian besar yang ditimbulkannya.

Saturday, September 11, 2021

CHINA VS US

"If you think of China as a country that copies rather than innovate - think again!!" (Amy Webb)

Ambillah Tiongkok memang benar mencuri teknologi maka bagi AS untuk mengatasi hal ini sangat mudah. Tinggal buktikan saja didepan pengadilan dan tuntut Tiongkok untuk membayar lunas semua paten yang dilanggar, gampang sekali 'kan? Apalagi AS 'kan gudangnya ahli hukum (lawyer) kelas dunia, kurang apalagi? Jika AS menempuh jalan ini ada banyak keuntungan diperoleh, Tiongkok akan jatuh namanya karena terbukti mencuri dan AS akan menerima banyak uang sebagai ganti rugi paten yang dilanggar. Disinilah kita harus kritis, mengapa AS tidak menempuh jalan hukum yang begitu mudah ini? Namun memilih untuk sekedar berpolitik? Penjelasan rasional yang paling mudah adalah AS tidak memiliki bukti bahwa terjadi pencurian teknologi oleh Tiongkok. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana fenomena ini dapat dijelaskan?

Untuk mendapatkan jawaban ini kita perlu terlebih dahulu memahami perkembang-an teknologi Tiongkok yaitu bahwa ada beberapa bidang teknologi dimana Tiongkok mandiri dari Barat. Sebagai contoh, Kereta Cepat (High-Speed Train), Teknologi Konstruksi, 5G, Space Technology, Railgun Technology, AI, Electric Car, Renewable Energy, Hydrogen Bomb and Thermonuclear yang diluncurkan tahun 1964 - 1967, pada saat Tiongkok masih di-embargo Barat. Disini perlu kita perhatikan hal-hal sbb yaitu:

Pertama, Apa perlunya Tiongkok susah-susah mencuri? Jika Tiongkoklah yang memimpin (world leader) dibidang teknologi tsb? Misalnya untuk Teknologi 5G, Railgun, High-Speed Train, Renewable Technology, AI dan Mobil Listrik.

Untuk 5G, Tiongkok sepenuhnya mandiri, Barat sendiri belum mampu membuat IC 5G dan komponen untuk antena 5G. Oleh karena Huawei memdominasi patent 5G dan semua proyek pembangunan jaringan 5G. (Elizabeth Woyke, "China is Racing Ahead in 5G. Here's What That Means," MIT Technological Review, December 18, 2018;  /s/612617/china-is-racing-ahead-in-5g-heres-what-it-means/).

Demikian juga dengan Railgun yang teknologinya jauh lebih modern daripada Railgun AS. Menurut analis militer, Railgun Tiongkok dapat merontokkan kapal induk AS dalam jarak 150 km dari pantai. Tiongkok begitu maju dalam Railgun Technology ini karena teknologi elektromagnetik-nya jauh lebih canggih daripada Barat (Jamie Seidel, "China's World First: Electromagnetic Railgun Goes to Sea," ,  news-story/ 6e31d167e88308f59ec9633 ef1e867b; Josh K. Elliott, "Why China's Miracle Railgun Weapon Should Scare the US Navy," Global News, January 3, 2019; news/ 4810853/china-railgun-warship-weapon/)

Tiongkok adalah yang terdepan di dunia ini dalam Teknologi Kereta Cepat. Sampai hari ini, AS tidak memiliki sebuah kereta cepatpun, sedangkan Tiongkok memiliki jaringan kereta cepat yang melayani seluruh kota besar yang ada (Agence France Presse, "China First in the World for High-Speed Train," The Jakarta Post, July 4, 2019;  life/2019/07/03/china-first-in-the-world-for-high-speed-trains.html).

Demikian juga untuk AI (Artificial Intelligent), mega investasi yang bernilai multi-milyar dollar US menyebabkan Tiongkok yang terdepan dibidang ini (Amy Webb, "China is Leading in Artificial Intellegence," 201809/amy-webb/china-artificial-intellegence.html; James Vincent, " China is about to overtake America in AI Research." The Verge, March 19, 2019; Louis Columbus, " How China is Dominating Artificial Intellegence." Forbes, December 16, 2018)

Untuk Enerji Terbarukan (Renewable Energy) ini adalah enerji masa depan. Pada saat perkembangan enerji terbarukan di Barat terhambat karena lobby politik perusahaan minyak. Tiongkok justru memimpin kemajuan di bidang ini (Dominic Dudley, "China is Set to Become the World's Energy Superpower," Forbes, January 11, 2019; Dominic Chiu, "The East is Green: China's Global Leadership in Renewable Energy," CSIS Report, e-energy)

Demikian juga dengan Teknologi Mobil Listrik. Teknologi ini adalah masa depan industri mobil. Saat ini kemajuan teknologi mobil listrik di Barat stagnan. Kini Tiongkoklah yang terdepan didunia ini (Bloomberg Businessweek, " China is Leading the World to an Electric Car Future," November 15, 2018; Alex Thornton, "China is Winning the Electric Vehicle Race," World Economic Forum, 04 February 2019;)

Kedua, Bagaimana Mungkin Tiongkok Mencuri Teknologi Jika Saat Itu Tiongkok diembargo dan di-isolasi oleh Barat? Misalnya, Teknologi Bom Hydrogen dan Bom Nuklir? Untuk Hydrogen Bomb (UPI Archives, "China Fires H-Bomb," June 17, 1967; "China First Hydrogen Test Successful, 1967")

Untuk Persenjataan Nuklir, Tiongkok adalah yang terbaik, bahkan melewati AS dan Russia, dalam Teknologi Persenjataan Nuklir (lihat, Alex Lockie, "We Ranked the World's Nuclear Arsenals. Here's Why China Came Out on Top." Business Insider, January 25, 2019).

Ketiga, Apabila Tiongkok Mencuri Teknologi, pasti teknologinya jauh lebih buruk dibandingkan Barat. Bagaimana mungkin bisa mendominasi hak Paten Teknologi? Paten diajukan untuk penemuan produk & teknologi baru dari segi ini Barat telah tertinggal oleh Tiongkok.

World Intellectual Property Organisation melaporkan bahwa untuk tahun 2017 dari 3.17 juta paten yang diterbitkan. Paten dari Tiongkok ada 1.38 juta (43.53%) sedangkan AS 607,000 (19.14%), Jepang 318,000 (10.03%), Korea Selatan 205,000 (6.46%). Baru disusul Uni Eropa 167,000 (5.26%). Data ini menunjuk kan bahwa selain dominasi teknologi Tiongkok; juga dominasi Asia karena dari 3 negara Asia Timur tsb sudah mendominasi 58.82% paten teknologi. Jika dilihat Asia secara keseluruhan ada 65% dari total paten. Sedangkan AS dan Eropa hanya 24.40%, jadi kini penemuan teknologi didominasi Asia, bukan oleh Eropa dan AS. Trend seperti ini stabil sejak tahun 2011 yl. Ini membuktikan bahwa Asia telah bangkit dan telah mendominasi teknologi ("China Continues to Dominate Worldwide Patent Applications" Engineering and Technology, December 4, 2018; Barney Thompson and Nian Liu, "China Leads the Way in Legal Technology Patents," Financial Times, 17 February 2019; IPPro, "China is Overtaking the US as the World's Largest Innovator," 20 November 2018,  specialistfeatures/ specialistfeature.php?specialist_id=26).

Keempat, Menurut intelektual dan akademisi Barat yaitu Joseph Needham, seorang ilmuwan yang terhormat (well-respected) dari Cambridge University, UK. Penulis ensiklopedia Science and Civilization in China. Needham menulis bahwa: "Tiongkok adalah Peradaban Sains dan Teknologi (Science and Technology Civilization). Masyarakat Tiongkok sangat menghargai proses belajar, studi dan meneliti, sehingga mereka memiliki kemampuan mengembangkan sains dan teknologi secara mandiri." Tulisan Needham ini menjelaskan mengapa pada saat diisolasi/diembargo Barat. Kemajuan teknologi Tiongkok untuk industri dasar, hydrogen dan nuklir tetap melaju kedepan secara mengesankan.

Lebih lanjut, Needham menulis bahwa kompas, jam (penunjuk waktu), mesiu, senjata api (senapan, meriam, dinamit, roket, dsb), crossbow, astronomi, kertas, uang kertas, bank, bank cheque, teknik percetakan, seismograph - alat pengukur gempa. Saat itu kaisar Tiongkok sudah bisa mengetahui kapan terjadi gempa, seberapa besar gempa tsb dan dimana lokasi gempa sehingga bisa cepat mengirim bantuan. Menarik bahwa seismograph modern masih tetap meng-gunakan prinsip teknologi yang sama dengan seismograph Tiongkok kuno. Serta masih banyak lagi seperti kincir air, irigasi, matematika, dsb. Seluruh teknologi ini telah biasa digunakan di Tiongkok dijaman dinasti Tang. Baru 1000 tahun kemudian diperkenalkan di Barat oleh rahib Jesuit, yang waktu itu ber -kunjung ke Tiongkok, menjadi tamu kaisar dan diijinkan belajar tekonologi Tiongkok. Jadi menurut Needham, Baratlah yang terlebih dulu belajar teknologi dari Tiongkok. Kehadiran teknologi Tiongkok di Eropa mendorong terjadinya Pencerahan (rennaisance) yang merupakan titik awal bangkitnya liberalisme dan humanisme, yang kemudian mendorong kebangkitan Eropa (Joseph Needham, Science and Civilization in China, Cambridge University Press, 2015).

Jika kita meminjam nilai-nilai liberal Barat, fairness, justice, gentleman, ethics dsb yang selama ini dijunjung tinggi dan dibanggakan oleh dunia Barat. AS semestinya membayar lunas semua paten teknologi Tiongkok yang digunakannya terlebih dahulu. Barulah AS bisa klaim pencurian teknologi oleh Tiongkok. Jika hal ini dilakukan maka AS tidak akan lagi mampu tegak berdiri, limbung karena bangkrut.

Selama bertahun-tahun para petinggi di Washington meremehkan (underestimate) Tiongkok. Mereka terjebak kedalam paradigma yang diciptakan sendiri; bahwa Tiongkok dikuasai rejim komunis yang otoritarian, bahwa rakyat Tiongkok menderita dibawah pemerintahan otoritarian, bahwa dengan kemajuan ekonomi yang terjadi, rakyat Tiongkok akan bangkit dan menuntut demokrasi, jika tuntutan demokrasi ini terjadi maka rejim komunispun tumbang dan Tiongkok - pun menjadi demokrasi liberal seperti Barat. Ditambah lagi untuk politisi dari kubu White-Supremacy, Tiongkok adalah non-Caucasian jadi secara budaya, moral dan kecerdasan sangat rendah, jadi tidak mungkinlah bisa berkembang menyaingi AS, dsb.

Ini adalah asumsi yang sepenuhnya irasional; oleh karena tidak didasarkan pada data dan studi kontemporer (contemporary studies) yang mendalam pada struktur sosial-politik Tiongkok. Namun hanya didasarkan pada persepsi "sebagai orang luar terhadap komunisme Tiongkok." Akibatnya seperti intelektual AS Gordon Chang yang laris dan disukai para petinggi Washington. Gordon sejak tahun 2005 yl selalu memprediksikan bahwa rejim politik dan ekonomi Tiongkok akan runtuh dan prediksinya selalu keliru. Sekalipun selalu keliru, Gordon tetap digandrungi para petinggi Washington karena Gordon berceritera apa yang ingin didengar oleh para petinggi Washington, bukan apa yang sebenarnya terjadi. Akibatnya, kebijakan Washington terhadap Tiongkok tidak pernah efektif, bahkan sepenuhnya tidak tepat sehingga Washington gagal menghentikan kemajuan Tiongkok. Puncak dari kegagalan Washington ini adalah perang dagang baru saja berlalu.

Frustasi menghadapi Tiongkok, langkah paling mudah adalah melancarkan hoax politik "mencuri teknologi" dengan tujuan membentuk persepsi dan opini publik AS dan dunia bahwa Tiongkok adalah negara inferior dengan tingkat kecerdasan rendah, bermoral rendah, bisanya cuma mencuri. Sedangkan AS adalah sang adikuasa yang superior, pembela demokrasi dan HAM, sumber ilmu dan teknologi; yang telah mejadi "korban" kejahatan Tiongkok.

Hoax politik ini sangat jitu dalam menenangkan publik AS atas rontoknya superioritas teknologi AS oleh Tiongkok. Gambaran bahwa AS adalah "korban" kejahatan dan kelicikan Tiongkok cukup meyakinkan kaum White Supremacist dan dapat menenangkan kemarahan kaum buruh dan para penganggur korban PHK karena relokasi industri ke Tiongkok. Film yang dibuat Peter Navarro, "Death by China" menggambarkan dengan jelas upaya politik ini. Tiongkok menjadi kambing hitam kegagalan kebijakan ekonomi AS sehingga sektor manufaktur dalam negeri rontok, hutang menumpuk, pengangguran meningkat, produktivitas nasional menurun dan AS menjadi sangat konsumtif yang mengakibatkan defisit perdagangan meledak semua ini berujung pada meningkatnya angka kemiskinan. Kini jauh lebih banyak jumlah orang miskin di AS daripada di Tiongkok. Pada tahun 2017 yl UN Rapporteur Philip Alston berkunjung ke AS untuk meneliti kemiskinan yang terjadi dan dia melapor-kan ada sejumlah 51 juta orang yang dikategorikan sebagai on extreme poverty (Ed Pilkington,"The UN Rapporteur on Extreme Poverty in America," The Guardian, 1 December 2017). Pada tahun yang sama jumlah orang miskin di Tiongkok tinggal 9 juta dan Xi mentarget-kan bahwa ditahun 2020 kemiskinan tidak ada lagi di Tiongkok.

Semua ini hanyalah mentalitas pihak yang kalah (the loser mentality). Tidak akan menolong AS untuk memperbaiki dirinya. AS bagaikan atlit yang kalah bertanding kemudian sibuk menyalahkan lawannya (Tiongkok) dan wasitnya (WTO).

"Sebagai akhir kata, data diatas menunjuk dengan jelas bahwa kini Asia memimpin dunia dalam Inovasi Teknologi sehingga langkah Asia memasuki abad 21 adalah dengan tegap. Fajar telah merekah di Asia, yang dulu adalah budak dan jajahan Barat. Akhirnya semua kembali kepada kita, Apakah kita akan menoleh ke Timur dimana fajar merekah dengan indah? Ataukah tetap terpaku ke Barat untuk menyaksikan matahari terbenam? Apakah kita akan ikut berderap bersama para tetangga memasuki abad Asia sambil memberi warna Indonesia? Ataukah kita memilih sibuk bertengkar masalah Suku, Ras, Agama dan Politik? Langkah apapun yang kita ambil adalah pilihan kita sendiri"


Monday, September 6, 2021

WHO'S THE BOSS

NEGARA MANA YG LAYAK DISEBUT NEGARA ADI DAYA/SUPER POWER.

BY Chandra Suwono.

Rombongan pasukan Amerika Serikat terakhir hengkang dari Afganistan pada tgl 31agustus yg lalu dengan meninggalkan berbagai masalah untuk rezim baru diafganistan Taliban, setelah hampir 20 tahun invasi militernya di Afganistan dan GAGAL dalam menjalankan misinya maupun untuk mencapai targetnya. 

Dengan hengkang nya AS dari Afganistan,menteri pertahanan Inggris Ben Wallace sebagai saudara kandung nya AS mengeluarkan pernyataan sebagai penilaian terhadap AS, bahwa AS saat ini tidak layak lagi disebut negara Adi daya atau Super power.

Kini penguasa baru diafganistan Taliban menghadapi masalah baru sepeninggalan AS,karena harus kembali berperang melawan ISIS khorasan dan milisi lembah panjshir. 

AS telah Gagal mengendalikan dan memelihara ISIS ciptaan nya yg selama perang disuriah tidak pernah menyentuh kepentingan AS barat,namun ISIS di Afganistan telah bermutasi menjadi ganas terhadap kepentingan AS Barat. 

Bom bunuh diri yg terjadi di gerbang bandara internasional Hamid Karzai di ibukota Kabul pada tgl 27 agustus yg menewaskan 13 militer AS dan melukai 170 orang, adalah menandakan ISIS - K diAfganistan telah bermutasi dan berbalik menyerang kepentingan As Barat.

Sebab ISIS - K mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh di Bandara internasional di Kabul dan serangan tsb juga merusak kredibilitas rezim Taliban yg telah berusaha keras sebagai penjamin keamanan dan stabilitas disekitar bandara Kabul sementara AS dan sekutunya menyelesaikan evakuasi.

Hal inipun dapat mengganggu kesepakatan antara Tiongkok dengan rezim Taliban, karena didalam pertemuan antara delegasi Taliban dengan menteri luar negeri tiongkok Mr Wang Yi di kota chong Qing pada tgl 16/08-2021.

Tiongkok meminta rezim taliban untuk melakukan Rekonsiliasi perdamaian dan Rekonstruksi di Afganistan untuk mewujudkan kebijakan yang sesuai prinsip islam moderat,

Itu merupakan syarat dari tiongkok untuk bekerja sama dengan rezim Taliban dalam membangun kembali,Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk transformasi ekonomi di Afganistan,agar kesejahteraan dan kedamaian dapat dinikmati rakyat Afganistan dibawah Rezim Taliban.

Sektor ekonomi Afganistan yg sudah buruk sejak invasi militer AS tahun 2001 dan akan semakin buruk pasca serangan Isis - K, untuk Rehabilitasi dan tranformasi ekonomi Afganistan akan akan masuk kedalam kamp BRI, Belt Road Initiative mengikuti negara tetangga nya seperti Bangladesh dan Pakistan yg terlebih dahulu ikut dalam kamp tsb.

BRI, BELT ROAD INITIATIVE atau sebelum nya dikenal dengan nama OBOR, ONE BELT ONE ROAD adalah mega proyek di inisiasi oleh pemerintah Tiongkok untuk pembangunan global yg melibatkan puluhan negara didunia ini.

Untuk itu pemerintah tiongkok telah menyiapkan dana investasi sebesar total 8 triliun USD dalam mega proyek BRI untuk mengerakan dan mengedukasi ekonomi global khususnya negara peserta dengan keuntungan yg berimbang,dan berbagi kemakmuran dengan negara peserta mega proyek BRI.

Misalnya Pakistan yg mengambil keuntungan untuk negaranya dalam mega proyek BRI yg diberi nama KORIDOR EKONOMI TIONGKOK - PAKISTAN (CPEC) proyek pembangunan insfraktruktur jalan tol, kereta cepat,dan pipa minyak dan gas yg menghubungkan pelabuhan Gwadar di Pakistan Barat daya dengan wilayah otonom Xin Jiang di tiongkok Barat.

Jalur sutera abab 21 yg membentang dari Gwadar sampai kashgar sepanjang 3000 km ini akan memakan biaya sekitar 46 milliar USD, proyek yg akan memakan waktu pembangunan selama beberapa tahun.

Ini adalah investasi luar negeri terbesar yg pernah dilakukan oleh Tiongkok,dan koridor ini diperkirakan akan segera beroperasi serta akan menjadi pemain penting yg strategis di kawasan ini,proyek yg akan mengubah tatanan nasib negara2 dikawasan Asia Selatan. 

Dalam jangka panjang, koridor ini akan menjadikan negara Pakistan sebagai negara  maju yang kuat, makmur dan sejahterah dari pada masa2 sebelumnya. 

Bangladesh sudah ikut serta dalam mega proyek ini dan mungkin Afganistan akan menyusul,ini akan menjadikan Asia Selatan sebagai kekuatan ekonomi baru,yg sebelumnya untuk bermimpi saja tidak ada yg berani,tapi hari ini dan seterusnya akan menjadi kenyataan.

Demikian juga perjalanan jalur sutera abab 21 BRI  yg telah sampai dibenua Afrika,Etiophia yg beberapa dekade yg lalu merupakan negara termiskin didunia, busung lapar,penyakit kekurangan gizi adalah penyakit yg selalu diderita oleh rakyat dari negara miskin seperti Ethiopia pada beberapa dekade yg lalu. 

Namun sejak masuknya investasi Tiongkok melalui mega proyek BRI, Ethiopia mengalami pertumbuhan ekonomi yg luar biasa dan pada awalnya sempat tumbuh 2 digit dan sekarang stabil tumbuh 8.6%,kemakmuranpun mulai nampak dalam kehidupan rakyat Ethiopia

Bahkan Ethiopia sedang membangun platform media sosial nya sendiri yg mampu menggantikan Facebook, Zoom,Twitter hingga whats App,sehingga 

Ethiopia pun disebut little china, karena juga merupakan pintu gerbang masuk nya investasi Tiongkok keseluruh benua Afrika.

Inilah yg akan menjadikan negara Tiongkok untuk layak disebut sebagai  negara ADI DAYA baru dan dengan kekuatan ekonominya untuk membagikan kemakmuran keseluruh pelosok dunia,SOFT POWER.

Tiongkok akan menjadi pusat ekonomi global dan pusat peradapan manusia untuk saat ini dan pada masa yg akan datang.

Sesuai dengan apa yg pernah diramalkan Napoleon ketika berkunjung ketiongkok pada pertengahan abab ke18, bahwa Tiongkok adalah Naga Raksasa yg sedang tertidur,biarkan lah dia tertidur, namun ketika dia bangun akan mengguncangkan dunia dengan Membawa perdamaian dan kemakmuran pada dunia,dan hari ini telah terbukti. 

Pada sisi lain super power yg kita kenal selama ini AS, setelah perang dunia kedua dan selesainya perang dingin dengan Uni soviet(blok Timur) yg selalu memaksakan kepentingan nya dengan kekuatan militernya pada negara2 ketiga,dengan jargon demokrasi dan Ham AS hamtan kiri dan kanan dengan tujuan untuk menguasai sumber kekayaan alam. 

AS selama beberapa dekade ini telah menjadi kerajaan jahat, dengan dalih palsu nya mengebom Libya, Suriah, Irak,yaman dan Afganistan,dengan menciptakan bencana kemanusiaan pengungsi yg harus ditanggung masyarakat dunia. 

AS juga mengguncang Amerika latin seperti Argentina, meksiko, Venezuela dan juga beberapa negara Afrika dengan target penguasaan atas sumber kekayaan alam,AS adalah negara diatas hukum internasional dan dapat melakukan apa saja yg mereka suka dan menguntungkan mereka.

Bagaimana pengganggu  besar dan bajingan dipanggung internasional, yg berkelakuan seperti preman kampung ini layak disebut ADI DAYA,sehingga kita menjadi sepakat dengan pernyataan menteri pertahanan Inggris Ben Wallace, bahwa AS saat ini tidak layak disebut negara ADI KUASA,dan Afganistan adalah kutukan terakhir untuk masyarakat dunia.

Sesuai dengan tulisan MARTIN JACQUES bahwa abab 21 adalah waktu kebangkitan dunia Timur dan akhir dunia barat,when China Rules the world,perdamaian dan kemakmuran dunia akan terwujud.

Jakarta 6 september 2021. 

Monday, April 6, 2020

COVID-19 REKAYASA AMERIKA?

COVID-19 REKAYASA AMERIKA?

Mengapa pejabat Cina seperti Zhao Lijian mendorong narasi bahwa COVID-19 direkayasa oleh Amerika untuk menyakiti Tiongkok?

Oleh David Widihandojo, mantan Pengamat Politik Pembangunan

Diperbarui April 6, 2020 ·

Benarkah virus Corona berasal dari AS?

Twitter Zhao jelas menunjuk AS lah asal virus ini. Kita mungkin bisa mengetahui apa bukti yang berada di tangan Zhao. Namun sebagai pihak luar, kita bisa mencari dari sumber-sumber lain.

Namun ada satu hal yang pasti adalah makin banyak bukti yang berdasarkan penelitian para saintis menunjuk bahwa virus tsb berasal dari AS. Dengan demikian faktor AS tidak bisa diabaikan, dengan alasan:

Pertama. Dalam artikel di Jurnal Science ini,

Jon Cohen menyatakan bahwa virus Corona di Wuhan adalah virus generasi ke tiga. Oleh karena virus generasi sebelumnya yaitu generasi 1 dan 2 tidak ditemukan di China. Jadi dapat dipastikan virus tsb tidak berasal dari Wuhan. Selanjutnya Jon Cohen menunjuk bahwa hanya di AS dapat ditemukan virus Corona secara lengkap yaitu generasi 1 s/d 5.

Kedua. Sekitar pertengahan Februari yang lalu muncul publikasi temuan para saintis dari Nankai University yang mengejutkan, bahwa virus Corona ini berbeda dengan bapak & ibunya yaitu virus Sars. Ditemukan perbedaan genetik yang membuat virus lebih menyukai dan efektif menyerang sel-sel tubuh manusia dan bermutasi secara cepat seperti yang terjadi pada HIV atau Ebola. Hasil penelitian Nankai University mencatat bahwa,

Terjadi perubahan pada virus tsb dimana 1,000 kali lebih efisien dalam menempel di tubuh manusia daripada induknya. Perubahan semacam ini hanya mungkin dilakukan melalui rekayasa laborarium karena tidak mungkin terjadi melalui proses mutasi virus secara alamiah/natural.

Satu hal yang pasti disini bahwa teknik perubahan genetik semacam ini biasa digunakan dalam pembuatan senjata biologi yang dilarang oleh PBB.

Hasil penelitian tim Nankai University ini menjadi head-lines di banyak media non AS di dunia ini seperti di SCMP, tgl 27 Feb '20 yl.

Ketiga. Jurnalis sibuk menggali informasi tentang senjata biologi AS. Mereka menemukan informasi yang dipublikasikan di The Independent UK, 6 Agustus 2019 tentang kebocoran yang terjadi pada laboratorium senjata biologi AS,

Dalam artikel ini Tim Wyatt melaporkan bahwa CDC AS memerintahkan penutupan laboratorium senjata biologi AS di Fort Detrick. Oleh karena sistem pengamanan dan prosedur di laboratorium tsb sangat buruk sehingga dikhawatirkan terjadi kebocoran. Tim Wyatt melaporkan juga bahwa laboratorium tsb memproduksi misalnya virus anthrax, ebola dan small pox yang digunakan untuk perang biologi.

Keempat. Diawal Februari 2020 yaitu tanggal 3 kemudian updated tanggal 4 Februari. CNBC Health & Science mempublikasikan epidemi flu AS yang jauh lebih parah dari apa yang terjadi di Wuhan.

Berdasarkan laporan CNBC tsb sejak Oktober 2019 s/d Januari 2020 telah 19 juta warga AS jatuh sakit flu dengan korban mati mencapai 10 ribu orang. Walaupun pihak medis AS menyatakan itu adalah wabah flu biasa tapi ditemukan berbagai kasus dimana pasien terinfeksi Corona virus.

Sekalipun CNBC menyebutkan hanya "a dozen cases" kemungkinan angka ini terlalu kecil. Oleh karena AS tidak siap dan tidak melakukan testing deteksi Corona virus yang memadai/efektif. Tulisan Aylin Woodward & Skye Gould di Business Insider, 11 Maret 2020 ini menunjuk hal ini,

Kelima. Kesaksian Paramedik AS. Katie Smith, seorang paramedis AS, menulis di Facebooknya sebagai berikut,

Facebook Katie Smith ini menunjuk kegelisahan dia sebagai paramedis bahwa berdasarkan pengamatan dia cukup banyak orang yang memiliki tanda-tanda Covid 19 namun karena tidak efektifnya testing dilakukan pemerintah AS. Mereka dilewati begitu saja dan dikatakan flu biasa.

Kesaksian Katie Smith menunjuk indikasi bahwa kemungkinan besar penderita Covid 19 di AS sejak Oktober 2019 jauh lebih tinggi.

Keenam. Bukti-bukti baru terus ditemukan oleh para saintis dan semuanya menunjuk bahwa asal virus tsb adalah AS.

Sebagai contoh tulisan Larry Romanof di Global Research, 11 Maret 2020. Dalam artikel ini Larry Romanof menunjuk pada diagnosa yang ditulis oleh seorang dokter Taiwan yang bekerja di AS pada akhir Agustus dan awal September 2019.

Dokter tsb mencatat bahwa menemukan banyak pasien yang menderita penyakit mirip pneumonia yang ekstrim parah dan mematikan. Temuan ini dilaporkan ke CDC dan Depatermen Kesehatan AS tapi diabaikan.

Selanjutnya, di bulan September 2019 di Hawaii ditemukan catatan diagnosa dari dokter-dokter yang menyatakan merebaknya pneumonia yang parah dan mematikan di Hawaii. Laporan ini juga diabaikan. Seluruh kejadian diatas ini terjadi setelah laboratorium Fort Detrick ditutup di bulan Agustus 2019 karena dicurigai CDC terjadi kebocoran virus.

Ketujuh. Bagaimana caranya virus tsb tiba di Wuhan? Zhao dengan jelas menunjuk peristiwa ini,

Dengan bukti tidak terbantahkan bahwa sejak Agustus 2019 flu dengan pneumonia yang parah telah merebak di AS. Bukan tidak mungkin bahwa tentara AS yang ikut Military World Games Oktober 2019 di Wuhan ada yang terinfeksi dan menyebar di Wuhan.

Atas dasar itu pemerintah China telah mengajukan permintaan kepada pemerintah AS untuk melakukan testing COVID 19 kepada semua peserta dari AS. Namun ditolak dan direspons AS dengan upaya penggantian nama tsb. Semua respons Washington tsb dibaca Beijing bahwa ada yang tidak beres dan disembunyikan. Itulah yang dinantikan Zhao.

Jika saja AS lebih positif thinking dan terbuka mengijinkan testing kepada semua peserta AS di World Military Games Wuhan. Upaya global mengatasi wabah COVID - 19 global akan jauh lebih efektif.

Kesimpulan

Apa yang pasti dari semua rangkaian data ini bahwa virus ini berasal dari AS. Selain itu kemungkinan adanya rekayasa genetik tidak dapat diabaikan.

Apakah dengan sengaja ditujukan ke China? Ini tidak jelas dan belum ditemukan buktinya. Namun kemungkinan besar tersebar akibat buruknya sistem pengamanan.

Saat ini epicentre wabah COVID-19 telah beralih ke AS dan menyebar ke seluruh dunia. Umat manusia mengalami krisis, wabah ini jika tidak segera tertangani akan memakan korban sangat besar. Inilah saatnya kita mengembangkan solidaritas kemanusiaan bagi sesama untuk mengatasi wabah ini bagi kepentingan masa depan kita sendiri.

Jikapun pada suatu saat nanti ditemukan bukti baru yang sepenuhnya definitif bahwa virus ini mengalami rekayasa genetik untuk penciptaan mutant-virus. Mereka yang merekayasa wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bukan demi seorang Zhao Lijian atau bagi kemenangan China, bukan demi kalah atau menang. Namun untuk kepentingan dirinya sendiri. Untuk membuktikan kepada dunia ini bahwa dirinya adalah warga global yang terhormat, yang bisa jatuh dalam kesalahan namun sebagai warga yang terhormat, bermoral dan elegan berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.