Showing posts with label jokowi. Show all posts
Showing posts with label jokowi. Show all posts

Thursday, September 30, 2021

ASAL BUKAN JOKOWI

Presiden JOKOWI HARUS PIMPIN NKRI beberapa Periode, karena fakta2 ini:

Tulisan Denny Siregar : “Mengapa makan banyak orang-orang bodoh dan munafik ingin agar Jokowi diganti 2019..?

Karena  dibodohin orang-orang yang pundi-pundinya diobok-obok Jokowi, sehingga tidak bisa korupsi!!!

Mengapa seluruh kekuatan-kekuatan jahat kompak bersatu ingin melawan Jokowi...?

1. Jokowi pribadi yang sederhana, tidak terkait dengan TNI-Polri

2. Jokowi sudah menghancurkan kerajaan bisnis Soeharto, Geng Cendana dan kroninya.

3. Kita paham anak SBY kawin dengan anak Hatta Rajasa untuk bisnis mafia BBM, proyek mangkrak, tilep mesin KPU, Bank Century dll.

4. Apakah kita lupa anak Amin Rais kawin dengan anak Zulkifli Hasan untuk amankan korupsi jutaan Ha hutan yang digunduli dan lain-lan fakta-fakta penting lainnya. 

Meskipun cukup panjang, namun wajib dibaca dengan teliti... Sekarang untuk tahu siapa-siapa saja para pengkhianat NKRI itu gampang

Carilah orang, kelompok atau partai yang telah membantu Singapura menjadi kaya dan justru NKRI menjadi miskin... kenapa mereka getol teriak-teriak #2019 Ganti Presiden?

Karena kerajaan pencipta pundi=pundi uang mereka telah diobok-obok Jokowi...

Dulu nih, sebelum Jokowi naik panggung politik nasional, negeri kaya SDA ini harus berdarah-darah harus impor minyak agar kebutuhan BBM dalam negeri terpenuhi. 

Dan impor BBM itu dibiayai dari subsidi agar rakyat merasa teribuuai dengan nyaman. 

Subsidi itu didapat dari hutang, hutang dan hutang

Mengapa ? 

Negeri ini ber-puluh2 tahun memang sengaja dibiarkan tergantung impor BBM karena kapasitas kilang BBM tidak ditambah.  

Bayangkanlah dengan kapasitas kilang yang dimiliki hanya 800 ribu barrel sementara kebutuhan BBM mencapai 1,4 juta barrel, lalu yang 600 ribu barrel dari mana?

Solusinya IMPOR ! 

"Siapa yang diuntungkan" ? 

Perhatikan tataniaganya :  Petral yang merupakan anak usaha Pertamina berubah menjadi lebih berkuasa dan strategis dibanding induknya Pertamina dengan mengontrol 60% impor BBM. 

Artinya Petral mengelola 60% pengeluaran Pertamina. 

Petral yang duduk manis di Singapura dan tidak punya aset, mengendalikan 60% operasional Pertamina.

Semua tahu dibalik Petral adalah para “pemain” yang dekat dengan elit poltik. 

Mari berhitung thn 2012 (saat harga minyak mentah dunia kisaran US$ 100), jika kebutuhan impor 400 ribu barrel/day x BBM impor rata2 US$ 140 x 365 hari x Rp 12.000 = Rp 245 triliun. 

Bagaimana tidak enak, hanya tinggal duduk di belakang meja proyek senilai Rp 245 triliun datang menghampiri. 

Itulah sosok Petral yang begitu menggerogoti Pertamina dan tidak memberikan kontribusi yang berarti. 

Jika impor 400.000 BBM/day x 365 day = 246.000.000 barrel, itu setara dengan 39,3 miliar liter. 

Setara dengan 39,3 miliar ltr x 0,76 = 29,3 miliar kg atau 29,3 juta ton. 

Jika diangkut dengan kapal berukuran 50.000 DWT, membutuhkan 599 kapal.

Lalu siapa yang menikmati bisnis pelayaran, bisnis asuransi, bisnis jasa freight forwarding, LC peribuankan dan lainnya. 

Jadi multiplier effect dinikmati oleh trader yang umumnya menggunakan kapal asing, asuransi asing, LC bank asing dan lainnya.

Misal tarif LC 0,125% maka dengan impor senilai Rp245 triliun maka peribuankan akan menikmati jasa sebesar Rp30,75 miliar. 

Kilang minyak paling baru terakhir dibangun thn 1994 atau dibangun jaman Presiden Soeharto atau 23 thn yll.  

Presiden sudah berganti 5X dari Habibie sampai Sby, Menteri BUMN sudah berganti ber-kali2.

Dirut Pertamina sudah berganti ber-kali2 tapi kilang minyak tidak bertambah. 

Indonesia makin banyak impor BBM. 

Mengapa Indonesia tidak bangun kilang minyak? 

Karena katanya dulu tidak punya uang, jualan BBM rugi IRR hanya 8%, resiko besar dan lainnya. 

Lebih enak impor, makanya sering diberitakan ada lingkaran istana, menteri, direksi Pertamina yang terlibat impor. 

Bahkan ada eks Direktur Pertamina Suroso Atmomartoyo yang dipenjara karena korupsi impor minyak... 

Sebentar lagi nyusul Karen Agustiawan orangnya permaisuri Cikeas...

Ironisnya yang senang tiada kepalang adalah Singapura dengan Para Mafia.... Negeri kecil yang tidak punyak minyak, tapi punya kilang minyak dengan kapasitas sekitar 1,4 juta barel - dengan konsumsi dalam negeri Singapura hanya 150 ribu barrel, artinya Singapura harus mencari pasar ekspor sekitar 1,25 juta barrel agar kilang minyaknya tidak “menjadi besi tua”. 

Maka Indonesia dengan potensi pasar impor BBM sebesar 400 ribu barrel/day adalah potensial, sudah besar pasarnya dekat pula jaraknya, sehingga biaya logistik menjadi murah.

Jika tahun 2025 nanti konsumsi BBM Indonesia bertambah menjadi sekitar 2,2 juta barrel dan kalau kapasitas kilang Pertamina tidak bertambah tetap 800 ribu barrel (tambah tua, tambah sering rusak, waktu operasi makin berkurang, bisa produksi 700 ribu barrel di tahun 2025 sudah bagus) 

Maka Indonesia butuh 1,4 juta barrel BBM.

Nahh...lho...

Singapura yang awalnya harus ekspor jauh2 agar kelebihan 1,25 juta barrel terserap (Indonesia 400 ribu dan 825 ribu negara lain), maka 100% bisa diekspor ke Indonesia. 

Makin kaya tuch Singapura.  

Dan Indonesia makin sengsara karena impor minyak harus pakai Dollar. 

Agar punya Dollar harus ekspornya di atas impor, agar punya devisa. 

Jika devisa kecil dan impor besar maka kurs rupiah akan jauh terhadap dollar, akibat-nya impor minyak butuh uang lebih banyak lagi. 

Akibat lainnya impor produk/jasa lainnya juga akan semakin mahal. 

Harga HP mahal, harga Laptop mahal, harga obat mahal, harga pakaian mahal (bahan baku masih impor), semua seribua mahal.

Itu masa lalu.... adek ku

Sekarang....,

Langkah berani Presiden Jokowi adalah membubar-kan Petral lalu membangun kilang minyak dengan cara bangun kilang baru di Tuban 300 ribu barrel, di Bontang 300 ribu barrel, upgrading/RDMP di Cilacap, Balongan, Balikpapan dan lainnya. Di thn 2025 diperkirakan Pertamina akan produksi BBM 2,2 juta barrel dengan sebagian besar sudah standar Euro 5. 

Bandingkan dengan kilang Singapura yang masih Euro 3. 

Dengan kampanye energi ramah lingkungan, suatu saat negara2 yang impor BBM akan gunakan Euro 5. 

Spore Closed file. 

Itu hanya masalah waktu asalkan semangat kemandirian dan smart terus dipertahankan.  

Hasil dari dibubarkannya PETRAL dan diberangus nya MAFIA MIGAS, Presiden Jokowi bisa membayar Warisan Hutang era Soeharto dan Sby sbb :

Thn 2014 - Rp174Triliyun

Thn 2015 - Rp382.Triliyun

Thn 2016 - Rp505Triliyun

Thn 2017 - Rp264Triliyun

Thn 2018 - Rp400.Triliyun

TOTAL HUTANG WARISAN yang DIBAYAR JOKOWI = Rp.1.725.T.

Bagaimana kalau JOKOWI tidak terpilih lagi....,

Jadi Pantas khan Klo "Mereka2" ini TOTAL dan GILA2-AN Kucurkan Dana Guna Menyerang "ASAL BUKAN JOKOWI"

Pikirkanlah Baik2 itu...., Demi INDONESIA MAJU

Please segera Copy dan sebarkan jangan cuma baca, biar makin2 banyak yang paham dan MELEK Serta PEDULI ...! 

Thursday, August 26, 2021

MARKIBONG

YUK, KITA BONGKAR SIAPA SEBENARNYA SI RAJA HUTANG DAN KORUPSI SETELAH DINASTY CENDANA

SIAPA SEBENARNYA YANG RAJA HUTANG 

YUK KITA COBA CEK KE BELAKANG AGAR TIDAK GAGAL PAHAM

SIAPA SESUNGGUHNYA SI RAJA HUTANG

▪Hindia Belanda - 4 Milyar USD

▪Soekarno - 2.3 Milyar USD

▪Suharto  - 61 Milyar USD

▪Habibie - 8.5 Milyar USD

▪Gus Dur - (minus) 3.76 Milyar USD

▪Mega - 11 Milyar USD

▪SBY - 211 Milyar USD

▪Jokowi  - 10.5 Milyar USD

http://mobile.seruu.com/utama/sketsaindonesia/artikel/siapa-raja-hutang-sesungguhnya

Hutang yang 211 milyar USD, tidak ada hasil apa2, digunakan untuk impor dan korupsi. Kok gak pada rame ?

Sedangkan yang 10,5 milyar, untuk bangun infra struktur dimana-mana, kok jadi masalah. 

Memang, beberapa orang kita mikirnya sudah kebolak-balik 

#Viralkan!

[6/4 04:17] Suhardi: Inilah 47 Prestasi Kepemimpinan Presiden Jokowi untuk memakmurkan rakyat dan kemajuan NKRI.

1. Membubarkan PETRAL yang bisa hemat anggaran sebesar Rp.250.miliar/hari

2. Mencabut subsidi BBM , sehingga dana nya dapat digunakan untuk berbagai hal yang produktif

3. Meresmikan pembuatan jalan toll Trans Sumatera tahap I dari Lampung-Palembang-Indralaya

4. Meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah dengan Kapasitas 2.000.MW yang mangkrak selama empat tahun

5. Dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yang berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu , pengairan sawah sawah di Jawa Barat serta pembangunan PLTA dgn kapasitas 110.MW

6. Pada Tanggal 09-09-15, dimulainya pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang (info: Kemen PUPR)

7. Pada Tanggal 21-09-15, peresmian dioperasikannya Bor Raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus-Kebayoran Baru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia

8. Pemerintahan Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp.16.triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat

9. Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua : Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke , serta infrastruktur pembuatan jalan yang menghubungkan kota kota di Papua.

10. Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp.140 triliun yang selama ini pembangunan Kilang Minyak tidak pernah terwujud sejak era Soeharto.

11. Dengan beroperasinya pada bulan Nopember 2015 ini unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap Jateng dan Kilang TPPI di Tuban Jatim, maka Import BBM Premium bisa berkurang 30% atau Negara bisa hemat Rp.150.M/hari, atau setara dgn 100 ribu Barrel per hari.

12. Kasus Lumpur Lapindo yang selama 8 tahun tidak selesai di era SBY, oleh Jokowi hanya dalam kurun waktu 8 bulan rampung ganti rugi semuanya diterima warga Sidoarjo.

13. Komite Explorasi Nasional (KEN) yang dibentuk pemerintah Jokowi pada tgl.12 Juni-2015 telah menemukan cadangan Minyak dan Gas di Indonesia Timur sebesar 5.2. miliar barrel untuk minyak sebanyak 2.7.miliar barrel dan untuk Gas14.TCF Gas.

14. Pemerintah targetkan pekerjaan Tol Trans Papua dirancang sepanjang 4.320.Km (Sorong-Manokwari-Wamena-Jayapura-Merauke) (Timika-Oksibil) tersambung pada tahun 2018 ( info : Men PUPR Berita Satu TV-14.10.15 )

15. Satu tahun Jokowi memimpin sudah membuat jalan Tol sepanjang 132.35. Km

16. Izin investasi untuk para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia di era SBY harus menunggu sampai 2 tahun (536.hari) Tetapi di era Jokowi urus Izin Investasi cukup dengan 3 jam.

17. Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No.115 tahun 2015 untuk Kementrian KP yang isinya tidak perlu ke Pengadilan lagi jika Satgas Ilegal Fishing menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan bisa langsung tenggelamkan.

18. Dalam kurun waktu 9 bulan Jokowi bisa membayar sebagian hutang warisan peninggalan SBY sebesar Rp.293.triliun.

19. Sejarah baru Indonesia, dalam waktu 9 bulan Investasi masuk Rp.400 triliun, Jokowi memang ber keinginan kuat untuk membuat Indonesia sejahtera.

20. Mulai beroperasinya 6 rute Tol Laut Jokowi dari Tanjung Priok – Papua. Tanjung Priok – Natuna. Tanjung Perak – ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

21. Dalam satu tahun pemerintahan Jokowi sedang proses pekerjaan pembangunan 15 Bandara baru di wilayah terluar Indonesia, diantaranya Bandara di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, Wakatobi , dll.

22. Pemerintahan Jokowi selama satu tahun dapat menurunkan Import Premium sebesar 37.% dari semula 378.5. ribu BPH turun jadi 236. ribu BPH. Begitu juga dengan Solar import nya turun sebesar 84.% dari semula sejumlah 121.3. ribu BPH turun menjadi 20.ribu BPH.

23. Setelah 40 tahun Presiden Italia tidak ke Indonesia datang menemui Presiden Jokowi tanggal. 9-11-15 untuk menandatangani MOU investasi sebesar USD.1,055.M atau setara dengan Rp.140 triliun dalam bidang Logistik, Industri Kulit, Industri Otomotif dan Furniture.

24. Presiden Jokowi meresmikan pabrik Pupuk terbesar di Asia Tenggara Pupuk Kaltim 5 Bontang dengan kapasitas produksi Ammonia 825.000.Ton per tahun dan produksi Urea 1.155.000.Ton per tahun, serta dimulainya pembuatan jalur Kereta Api Trans Borneo.

25. Keputusan besar telah diambil Presiden Jokowi, yaitu tidak lagi memperpanjang kontrak Freeport yang telah 45 tahun menggali Emas di Papua.

26. Jokowi Tanggal.25.11.2015 meresmikan pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar-Pare Pare, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi Kereta Api Trans Sulawesi dari Manado ke Makassar.

27. Ground breaking pembangunan jalur Kereta Cepat, Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat.

28. Program pembangunan 1 juta rumah untuk rakyat, akhir Januari 2016 sudah terbangun 700 ribu unit rumah.

29. PLN mulai bulan Februari.2016 menurunkan lagi tarif Listrik dgn daya dari 450.va, 900.va, 1300.va, 2200.va dan 4400.va.

30. Kapal khusus angkut Sapi Camara Nusantara I, berhasil angkut 500 ekor Sapi ke Jakarta dari NTT & NTB, diusahakan setiap bulan bisa angkut 1.000 ekor sapi.

31. Sejak 50 tahun lalu Warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan Listrik, sekarang sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yang dikirim Jokowi bulan Desember 2015 sudah berfungsi full berdaya 120.MW.

32. Sebanyak 2.519 Desa di Indonesia Timur akan mendapatkan aliran Listrik di tahun 2016 – info : Kemen ESDM 18-12-2016.

33. Hari ini tgl.29.02.2016 sebanyak 3.898 rumah tangga di Sorong telah bisa menikmati Gas Alam untuk memasak.

34. Presiden Jokowi programkan dari tahun 2014-2019 akan membangun 49 waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi persawahan , tahun 2015 sedang dikerjakan 13 Waduk dan tahun 2016 sedang dikerjakan 8 waduk.

35. Waduk yang sedang di kerjakan sejak tahun 2015 : Waduk Raknamo-Kupang. Waduk Pidekso-Wonogiri. Waduk Logung-Kudus. Waduk Lolak-Boolang Mongondow. Waduk Kruereto-Aceh. Waduk Passaloreng-Wajo. Waduk Tanju-Dompu NTB. Waduk Bintang Bano-Sumbawa Barat. Waduk Mila-Dompu NTB. Waduk Kairan-Lebak. Waduk Tapin-Tapin Kalsel. Waduk Rotiklot-Belu NTT. Waduk Telaga Jawa-Karang Asem Bali.

36. Waduk yang mulai dikerjakan tahun 2016   : Waduk Rukoh-Aceh. Waduk Sukoharjo-Lampung. Waduk Kuwil Kawangkoan-Sulut. Waduk Ladongi-Sulawesi Tenggara. Waduk Ciawi-Jawa Barat. Waduk Sukamahi-Jawa Barat. Waduk Leuwikeris-Jawa Barat. Waduk Cipanas-Jawa Barat.

37. Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan MPP di Kab.Bangka untuk pembangkit Listrik dgn daya 350.MW guna kebutuhan Regional Sumatera – Yaitu : Bangka-Belitung-Lampung-Nias-Duri Riau-Medan. Tanggal.01-06-2016.

38. Presiden Jokowi meresmikan PLTMG Arun dengan daya listrik 184.MW untuk kebutuhan warga Lhokseumawe. Tanggal 02-06-16.

39. Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan Mobile PP 4×25.MW di Kab.Mempawah. Kalbar Tgl.02-06-16.

40. Melalui video konferensi Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTU Ketapang dengan daya 20.MW. Tanggal.02-06-16.

41. Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTG Paguat Pohuwato di Gorontalo dengan daya 100.MW. Tanggal :03-06-16.

42. Presiden Jokowi ground breaking pembangunan PLTU unit IV Lontar di Kronjo Banten dgn daya 1×315.MW. Tanggal 10-06-16.

43. Presiden Jokowi meresmikan pembangunan MPP Jeranjang PLTG berdaya 2×25.MW di Gerung Lombok Barat NTB. Tanggal 11-06-16.

44. Jokowi menambah Terminal 3 Bandara Soetta Ultimate International yang bisa angkut penumpang 25 juta orang mengungguli Bandara Changi Singapore.

45. Setelah Indonesia merdeka 71 thn baru di era Jokowi warga perbatasan di Krayan Nunukan bisa beli Solar Pertamina dengan subsidi khusus seharga Rp.5.150,- per liter.

46. Warga Sungai Mandau, Kab.Siak selama 71 tahun baru saat ini menikmati aliran Listrik.

47. Warga Kab.Puncak Jaya Papua selama 71 tahun di era Jokowi ini dibangun SPBU pertama dengan harga Premium yang semula Rp.50.ribu, bisa turun ke Rp.6.500.per Liter.

Bani Nyinyir ➡️ Coba mikir, "Nikmat apa lagi yang hendak kau dustakan..? Ini baru 4 tahun, bayangkan jika 10 tahun - Singapura lewat !!"

2019 - 2024 Jokowi adalah Kita.

Bersama Presiden Joko Widodo 

Dari laman Afriyanto Arifin.

Tuesday, August 10, 2021

PRESIDEN UNIK

PRESIDEN UNIK DI DUNIA, PERPANJANGAN SIM DIURUS SENDIRI

Banyak cara Pak Jokowi menegakkan kedisiplinan warga supaya urusan administrasi bisa dilakukan sendiri tidak lewat calo yang berujung budaya korupsi. 

Pak Jokowi terlihat saat memperpanjang SIM, juga turut melakukan sesi foto biasa selayaknya pengendara lainnya.

Tampak foto kedua di unggahan, Jokowi duduk dengan latar belakang biru berlambang Kepolisian.

Di sampingnya juga berdiri Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya.

Jokowi tampak mengenakan stelan jas warna biru.

Penampilannya juga dipadu kemeja putih serta dasi warna merah.

Contoh buat kita semua tertiplah berlalulintas dan lengkapi surat-surat kendaraan kita 

Copas dari M. Hade IHI.

Thursday, July 22, 2021

SANGARNYA JOKOWI

Sangarnya Jokowi Di Dunia, PBB Pusing Banyak Negara Belum Vaksin, Kita Kipas-Kipas!

Ninanoor - Maret 01, 2021

Ketika Presiden Jokowi sudah menjalani vaksinasi Covid, sebagai yang pertama. Ketika banyak pejabat negara juga sudah menjalaninya. Disusul dengan para tenaga kesehatan, lalu para pedagang di Tanah Abang dan di wilayah-wilayah lainnya juga mulai mendapatkannya. Ketika para lansia juga sudah mulai antri mendapatkan vaksin, dan ternyata baik-baik saja. Suara-suara anti-vaksinasi pun langsung tenggelam. Yang ada adalah antusiasme warga mendapatkan vaksinasi. Berbagai inovasi pun diciptakan untuk mempercepat proses vaksinasi. Misalnya ada model drive thru dan adanya mekanisme untuk perusahaan yang ingin melakukan vaksinasi massal buat karyawan masing-masing. So far so good. Kita sedang bergerak maju melawan pandemi.

Ketika Indonesia memulai program vaksinasi, ternyata ada warga negara lain yang memperhatikan kemajuan ini. Pertama adalah para warga Malaysia. Di media sosial ramai beredar kritik warga Malaysia terhadap pemerintah Malaysia. Karena keduluan Indonesia menggelar program vaksinasi ketimbang Malaysia. Mereka pun ramai-ramai protes sama pemerintahnya. Tidak hanya Malaysia, warga Jerman pun memuji program vaksinasi Indonesia. Ini dari komentar netizen di postingan Instagram media Jerman Sumber

Bangga? Iya dong. Kalau bukan karena pemerintahan Presiden Jokowi yang gercep (gerak cepat) mendapatkan vaksin, kita akan bernasib seperti warga Malaysia. Atau seperti ratusan negara lain yang hingga kini belum mendapatkan vaksin. Haaaah? Ratusan? Serius? Wong saya yang menulis juga kaget kok, ketika membaca soal banyaknya negara yang belum mendapatkan vaksin satu dosis pun.

Negara kita di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, termasuk negara yang berhasil “mengamankan” vaksin Covid dalam jumlah besar, dengan cepat. "Teman-teman pasti lihat WA group dari orang-orang Malaysia yang protes sebab enggak dapat. Kita beruntung kita sudah kunci sampai 600 juta sehingga kondisi indonesia aman, " kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Kalau waktu itu kita sampai telat memesan vaksin, apa akibatnya? “Dibutuhkan 3,5 tahun untuk negara yang telat atau telat booking untuk bisa menyuntikan rakyat. Sebab semua negara maju sudah pesan," kata Menkes Sumber. Wadauuu! Kebayang kalau kita sampai telat kan?

Saat ini soal distribusi vaksin Covid di dunia sudah bikin PBB pusing. Bahkan sampai dibahas di Dewan Keamanan PBB. Terutama untuk membantu distribusi vaksinasi di wilayah-wilayah negara yang dilanda konflik. Apa yang bikin PBB pusing? Karena 75% dari semua dosis vaksin yang tersedia sudah dipesan oleh beberapa negara saja. Sementara, hingga kini, masih ada 130 negara yang belum menerima satu dosis pun vaksin Covid. Oleh sebab itu, Sekjen PBB sampai melontarkan kritik terhadap distribusi vaksin yang sangat tidak merata dan tidak adil. Padahal menurut data global, virus Covid sudah menginfeksi 109 juta orang dan menewaskan sedikitnya 2,4 juta orang. Sementara itu, lebih dari 160 juta orang berisiko tidak mendapatkan vaksinasi, karena mereka tinggal di negara-negara yang dilanda konflik dan ketidakstabilan, termasuk Yaman, Suriah, Sudan Selatan, Somalia, dan Ethiopia. Sumber Sumber

Catet ya. Jika dapat vaksin pun, misalnya dibantu oleh negara lain, soal distribusi masih akan jadi masalah besar buat negara-negara yang dilanda konflik. Beruntung lah kita. Indonesia yang wilayahnya luas dan penduduknya buanyak ini tidak sedang dilanda konflik. Ini juga menunjukkan busuknya para kadrun yang menginginkan negara ini pecah dalam perang saudara. Yang mengusung kekhilafahan buat menggantikan dasar negara Pancasila. Betapa ngerinya, jika sampai bangsa Indonesia terbawa arus perpecahan macam di Suriah. Jahatnya mereka yang menginginkan perpecahan. Betapa beruntungnya kita sekarang ini, ketika pemerintahan Presiden Jokowi dengan solid menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri. Tentunya didukung oleh mayoritas masyarakat yang cinta NKRI.

Fakta-fakta global soal vaksinasi ini juga mencerminkan bahwa seorang Jokowi adalah pemimpin negara yang “sangar”. Soal saingan mendapatkan vaksin Covid sudah dipikirkan dengan matang. Dengan gercep memesan vaksin. Anak buah Presiden Jokowi pun disebar untuk melobi dan bernegosiasi. Kalau nggak gercep ya nggak bakal dapet hingga 600 juta dosis. Kalau bukan karena kerja keras Presiden Jokowi, rakyat Indonesia tidak akan seberuntung ini dalam persaingan global mendapatkan vaksin. Kita sudah dibawa Presiden Jokowi beberapa langkah lebih maju ketimbang ratusan negara lain. Di balik sosok yang sederhana itu, ada kesangaran yang sudah dipertontonkan Presiden Jokowi di mata dunia. Terima kasih, Pak Jokowi!

https://seword.com/politik/sangarnya-jokowi-di-dunia-pbb-pusing-banyak-ncjvLy5UsQ

Monday, July 20, 2020

SEKALI LAGI JOKOWI

Ingat akhir tahun lalu ketika EU marah dan mengancam akan menggugat  Indonesia ke WTO karena Indonesia bersiap menghentikan ekspor nikel ore atau nikel dalam bentuk batuan pada Januari 2020? Jokowi bukan takut justru berkata "siapkan lawyer terbaik!"

Ketika Indonesia bergeming, mereka lantas mengancam boikot CPO kita, apa yang Jokowi bilang pada mereka? " Gak mau beli ya saya makan sendiri."

Sudah, begitu saja Presiden menjawab. Tanpa beban, tanpa harus was-was atas ancaman raksasa ekonomi dunia.

Akhir Desember 2019, Presiden secara resmi mengumumkan penggunaan Diesel B30 sudah siap digunakan dan langsung dijual saat itu juga. EU bingung, EU speechless karena tehnologi yang mereka milikipun masih belum mampu mencampur solar dengan CPO.

Anak-anak Indonesia telah mampu membuat dan memproduksi secara masal disel B30 yakni pencampuran minyak solar 70% dan CPO 30%. CPO, produk nasional kita yang diboikot EU, terbukti benar-benar dipakai sendiri oleh Indonesia sesuai janji Presiden.

Setelah implementasi B30 tersebut, Jokowi memberikan target kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan jajaran direksi Pertamina untuk mempercepat implementasi B50 pada awal 2021.

Apa yang terjadi? Bukan hanya mengejar B50  disiapkan, B100 justru sudah mampu dibuat dan telah diuji coba di Indonesia. 

Bukan pada tahun 2021 seperti permintaan Presiden,, diesel B100 tersebut justru sudah diuji coba dan dinyatkan berhasil pada tahun 2020.

Diesel B100 bukan tentang BBM, dia adalah BBS Bahan Bakar Sawit, asli Indonesia. Indonesia telah mampu membuat bahan bakar buatan dengan 100% terbuat dari bahan yang dapat diperbarui.

Katalis yang digunakan adalah Katalis Merah Putih yang siproduksi sendiri oleh putra putri terbaik bangsa di Pertamina Research and Technology Centre bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung.

Indonesia memecahkan rekor dalam kedigdayaan olah pikiran, kepintaran otak dalam pencapapian teknologi, dan ini baru terjadi sekali selama Indonesia berdiri, pada era Presiden Jokowi.

Sebenarnya, anak-anak kita itu pintar-pintar dan jenius. Beri mereka kepercayaan, kasih target, jadilah kapal selam, jadilah pesawat terbang, jadilah Maung kendaraan tempur yang menyerupai Humvee milik Amerika, dan jadilah minyak 100% terbuat dari sawit.

"Haruskah itu dibanggakan?"

Saya, bangga! 

Rahayu

Karto Bugel

https://industri.kontan.co.id/news/program-b100-jokowi-berhasil-diwujudkan-pertamina-kini-punya-bahan-bakar-100-sawit 

Tuesday, May 5, 2020

PENGAKUAN JOKOWI

Ini ulasan yang akurat, 

Pengakuan-Pengakuan Mengejutkan Jokowi

Apa pengakuan-pengakuan mengejutkan Jokowi? Ia mengakui bahwa sebagai seorang incumbent, seorang petahana, dia telah dan sedang dihantam bertubi-tubi. Tetapi dia mengaku bahwa dia tidak bisa menyerang balik secara frontal. Dia lebih banyak bertahan dan menangkis serangan.

Mengapa dia tidak bisa menyerang? Karena di seluruh dunia, pemerintah yang sedang berkuasa, termasuk pemerintahannya, menginginkan kestabilan, ketenangan dan kedamaian. Jika dia menyerang balik, maka keadaan semakin hiruk-pikuk, gaduh dan ribut. Jika publik kemudian melihat Jokowi jarang menyerang partner demokrasinya, itu karena alasan di atas. “Lebih mudah merebut kekuasan dari pada mempertahankannya”, kata Jokowi. Lalu apa pengakuan Jokowi selanjutnya?

Jokowi mengaku bahwa saat dia memulai pemerintahannya, dia melihat perusahaan negara, Petral, anak perusahaan Pertamina, sarat dengan para mafia. Ratusan triliun negara setiap tahun, mengalami kerugian akibat permainan mafia di Petral. Ketika dia mengeluarkan perintah untuk membubarkan Petral, dia ditakut-takuti oleh banyak pihak. Katanya, jika Petral di bubarkan, negara bisa runtuh. Diapun bisa jatuh. Sangat menakutkan.

Menteri dan tim yang diperintahkan untuk membubarkan Petral, tiga kali bertanya kepadanya. “Apakah Bapak Presiden telah matang-matang untuk membubarkan Petral? Apakah Bapak Presiden sudah sadar betul dampak, resiko dan konsekuensi jika membubarkan Petral?”

Bayangkan menterinya sendiri terpapar ketakutan dan ikut-ikutan menakuti Jokowi. Apa Jawaban Jokowi? “Bubarkan Petral!” Akhirnya Petral dengan tegas dibubarkan. Lalu apa yang terjadi ketika Petral sudah dibubarkan? Sampai kini, tidak terjadi apa-apa. Ternyata pemerintah sebelumnya tidak berani membubarkan Petral karena takut.

Jokowi mengaku bahwa saat dia memulai pemerintahannya, dia melihat pencurian ikan di laut Indonesia terjadi secara masif. Ratusan juta ton ikan di laut Indonesia dicuri oleh negara lain. Lalu dia memberi perintah kepada Menteri Susi untuk menenggelamkan kapal-kapal asing itu. Jokowi mengaku bahwa Menteri Susi sendiri datang tiga kali bertanya kepadanya.

“Apakah Bapak Presiden benar-benar menenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan? Apakah Bapak Presiden sadar bahwa reaksi marah negara-negara yang kapalnya ditenggelamkan? Apakah Bapak Presiden sudah tahu bahwa ada ‘orang-orang besar’ dari dalam negeri ikut bersengkokol mencuri ikan-ikan kita?” tanya Menteri Susi.

Bayangkan Menteri Susi sendiri ikut menakut-nakuti Jokowi. Lalu apa reaksi Jokowi? “Tenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan! ”Perintah Jokowi tegas. Sejak dimulainya penenggelaman kapal-kapal asing, sudah lebih seribu kapal ditenggelamkan. Sampai kini tak terjadi apa-apa, termasuk serangan dari ‘orang-orang besar’. Kini ikan-ikan di laut Indonesia dinikmati oleh orang Indonesia sendiri. Sekarang ekspor ikan Indonesia terus meningkat. Ternyata pemerintah sebelumnya menutup mata atas pencurian ikan karena takut ditakut-takuti.

Jokowi mengaku bahwa saat dia pergi ke Papua, dia mendengar dan melihat langsung harga BBM di lapangan yang selangit. Mengapa bisa terjadi begini? Siapa mafia yang bermain? Itu pertanyaan besar di benak Jokowi. Jokowi kemudian mengeluarkan perintah untuk menyamakan harga BBM di Papua yang seliternya Rp. 50.000 bahkan bisa sampai Rp. 100.000,- Harga itu harus sama harganya di Pulau Jawa yang Rp. 6.500 per liter. Para pejabat di kementerian BUMN, khususnya di Pertamina, berulang-kali menakut-nakutinya. “Itu adalah mimpi di siang bolong. Butuh biaya, usaha besar untuk mewujudkan satu harga BBM. Bisa-bisa Pertamina rugi besar dan bangkrut”, kata mereka. Lalu apa respon Jokowi?

“Samakan harga BBM di Papua sama dengan Jawa!” Perintah Jokowi tegas. Jokowi kemudian bolak-balik ke Papua untuk memastikan harga BBM satu harga. Setelah setahun berjuang berdarah-darah, harga BBM di Papua kini sama dengan Jawa. Demi rakyat Papua, Pertamina lewat orang-orang yang punya tekad tinggi membangun bangsa, berjuang setiap hari menantang medan berat untuk menyalurkan BBM di berbagai pelosok di Papua dan memastikan harganya sama dengan di pulau Jawa. Perjuangan berdarah-darah ini tak banyak orang yang tahu, tak banyak orang yang mengapresianya.

Saat demo besar 212 di Monas, seluruh menteri termasuk Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri dan komandan Paspampres tak setuju mendatangi para demonstran di Monas. “Demi keamanan, Bapak Presiden sangat tidak disaranakan ke Monas”! Lalu Jokowi menghitung. “Berapa menit kita jalan kaki di sana?” tanya Jokowi. “Tujuh menit”, jawab ajudannya. "Saya harus ke sana. Tetapkan waktunya", kata Jokowi. “Jam 11.50 WIB”, jawab ajudan.

Begitu jam 11.40, situasi di istana masih menegangkan. Semua diam. Tak satupun yang berani mendorong Presiden Jokowi ke Monas. “Jam 11.41, Jokowi bangkit. “Mari kita ke Monas jalan kaki”. Di tengah jalan bertemu dengan JK yang berencana sholat ke Mesjid. Tetapi ketika JK diberitahu bahwa Jokowi ke Monas, JK kemudian berbalik langkah dan ikut dalam rombongan Jokowi. Setibanya di Monas, para pengawal hanya mengijinkan Jokowi di bawah panggung untuk mengucapkan sesuatu. Tetapi Jokowi ngotot naik ke atas panggung. Di atas panggung, Jokowi mengucapkan sebuah pidato singkat 2 menit. Setelah pidato, Jokowi segera balik ke istana dengan aman.

Jokowi mengaku bahwa saat dia memulai pemerintahannya, HTI yang tujuannya mendirikan negara khilafah, sudah berakar-berurat di seluruh wilayah Indonesia. Dia heran mengapa organisasi ini yang di banyak negara sudah dilarang, tetapi di Indonesia masih berdiri kokoh? “Bubarkan HTI lewat Perpu”! Dia pun ditanya tiga kali oleh Menkopolhukam Wiranto, Kapolri dan pejabat keamanan lain.

“Apakah Bapak Presiden sudah memikirkan matang-matang untuk membubarkan HTI? Apakah Bapak Presiden sudah sadar betul resiko dan dampak lain jika ormas ini dibubarkan?” Bayangkan, Menteri Wiranto ikut menakut-nakuti Jokowi. Lalu apa respon Jokowi? “Bubarkan HTI besok” Perintah Jokowi tegas. Esoknya HTI dibubarkan. Semua melongo dan menganga. Sejak HTI dibubarkan, keadaan baik-baik saja. Ternyata pemerintah sebelumnya tidak berani membubarkan ormas ini karena takut ditakut-takuti.

Jokowi mengaku bahwa jika ia rakus dengan prestesi ekonomi, silau pujian, maka ia hanya membangun pulau Jawa. Jika ia mau, ia bisa mengucurkan anggaran besar-besaran membangun ekonomi di pesisir Jawa. Ekonomipun bisa dipastikan dengan cepat tumbuh hingga 7 persen. Lalu mengapa Jokowi tidak melakukannya? Keadilan sosil. Pemerataan. Itulah jawaban Jokowi. Ia membangun Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, demi keadilan sosial, demi pemerataan. Pembangun infrastruktur sekarang tidak langsung dinikmati hasilnya. Tetapi 20 tahun ke depan dan bukan di era pemerintahannya.

Jokowi mengaku bahwa seorang pemimpin harus mengambil keputusan-keputusan berani dan tepat. Keputusan-keputusan yang diambil tentu saja bukan tanpa perhitungan. “Ada hitung-hitungnya”, kata Jokowi.

Itulah pengakuan-pengakuan mengejutkan Jokowi. Ternyata menjadi Presiden itu berat. Jadi biarkan Jokowi tetap menjadi Presiden 2019-2024.

 


Sunday, May 3, 2020

SELAIN JOKOWI

SELAIN JOKOWI HADAPI WABAH CORONA INDONESIA BERUNTUNG PUNYA ORANG-ORANG INI

Menghadapi wabah Covid-19 bukan perkara gampang. Kata Bima Arya Walikota Bogor wabah Corona adalah tentang ujian kepemimpinan. Tanpa kepemimpinan yang mumpuni tentu akan porak-poranda. Keberuntungan Indonesia pertama adalah Indonesia dipimpin oleh Jokowi. Jokowi menghitung berbagai aspek. Politik dan bukan politik. Sosial dan ekonomi. Faktor politik menjadi pertimbangan yang paling berat. Kenapa? Karena Jokowi sudah tidak maju lagi di 2024. Maka tak mengherankan seolah Jokowi berjalan sendiri. Para parpol di DPR seakan membiarkan Jokowi berjalan sendirian.

Untungnya Jokowi mengikuti instink politik hebat, sebelum virus merebak. Saat pendukung dan penentang Jokowi ingin menjauhkan rekonsiliasi politik. Jokowi tetap menginginkan Prabowo menjadi bagian dari pemerintahan.

Lewat KaBIN Budi Gunawan, Mas Pram, Budi Karya akhirnya Prabowo masuk ke pemerintahan. Dengan perjuangan alot – termasuk revival of Perjanjian Batutulis. Prabowo-Puan. Itu urusan politik yang menjadi blessing in-disguise.

Tanpa Prabowo di pemerintahan, yang suka tak suka masih cukup berpengaruh di militer dan purnawirawan, saat ini akan sangat sulit bagi Jokowi untuk menyeimbangkan kepentingan kompleks: politik dan kepentingan.

Hiruk-pikuk internal TNI yang didiamkan oleh Jokowi ternyata kini menjadi berkat kuat. Bagi Jokowi. Bagi Indonesia. Jokowi mengangkat Jenderal (Purn.) Terawan Agus Putranto sebagai Menkes. Tak terbayangkan jika posisi ini tidak di bahwah tentara. Pertimbangan kebijakan Menkes memberikan data konkrit tentang lockdown kepada Jokowi membuat Jokowi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bukan lockdown.

Lockdown di Wuhan Provinsi Hubei dengan penduduk 58 juta (4% penduduk China) dikabarkan telah menghabiskan dana US$180 milyar. Kalau Indonesia menerapkan lockdown – artinya seluruh kebutuhan masyarakat dipenuhi negara – hanya dalam dua minggu Indonesia akan bangkrut.

Strategi isolasi dan penetapan rumah sakit Covid-19 yang didukung oleh TNI, c.q. KASAD Jenderal Andika Perkasa memimpin pemanfaatan RSPAD dan RSAD di berbagai daerah. Doni Monardo didukung oleh Menkes Terawan menerapkan fungsi rumah sakit pemerintah dan swasta sebagai garda depan penanganan Covid-19, dengan subsidi khusus. Itupun Menkes baru menggunakan tak lebih dari Rp25 triliun dari dana Rp70 triliun.

Dan, membangun tempat isolasi Covid di Wisma Atlet dan pulau galang: jadi murah, karena bukan di rumah sakit. Untung ada Basoeki Hadimoeljono yang sigap membangun fasilitas kesehatan.

(Ini yang menyebabkan Daeng M. Faqih dari IDI berteriak tak karuan karena justru penanganan Covid-19 menjauhkan peran para mafia kesehatan. Berisik tidak karuan padahal dia bukan Jubir Covid-19. Akhirnya kini dia diam.) 

Jokowi pun didukung penuh Luhut Binsar Pandjaitan yang senior Prabowo. Ditambah soliditas BIN di bawah pimpinan Budi Gunawan yang mendapat dukungan penuh dari Guru Intelijen Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, menjadikan fungsi intelijen sepenuhnya di tangan Jokowi.

Keputusan Jokowi memberhentikan dan mengangkat Tito Karnavian juga sangat tepat. Instink yang luar biasa. Di bawah Tito, kepala daerah cenderung diam. Sistem kerja strategis Satgas meredam kegilaan dan kengawuran para kepada daerah. Yang bandel jadi bulan-bulanan media sosial.

Rekan Tito Karnavian, Jenderal Idham Aziz dipilih sendiri oleh Jokowi. Hasilnya? Penyeimbangan kekuatan di Polri. Komjen Listyo Sigit Prabowo pun dipasang di Bareskrim. Dari Korlantas Polri pun Irjen Istiono muncul mengamankan kebijakan. Tak berhenti di situ, ada Firli Bahuri Ketua KPK yang menghindari kegaduhan. Pasokan kebutuhan makanan dipegang oleh Budi Waseso.

Puan Maharani dan Bambang Soesatyo pun menjaga di DPR/MPR. Tenang. Tidak berisik. Ditambah dengan keberuntungan mengangkat Erick Thohir di BUMN yang berani melawan mafia. Tingkat kebijkan energi untuk rakyat ada di Pertamina dan PLN juga aman. Ada Ahok di Pertamina dan Darmawan Prasodjo di PLN sebagai pelapis kebijakan.

Untuk meredam berisik dua gubernur cari sensasi Jabar dan DKI Jakarta – tidak usah sebut nama ikuti gerakan Lockdown dia di media – ada Ganjar Pranowo, Risma, Khofifah. Gubernur Jatim mengirimkan bantuan sampai ke Kepulauan Kangean yang posisinya kalau ditarik garis lurus di utara Karangasem Bali.

Beruntunglah Jokowi masih memiliki orang-orang tersebut. Tanpa mengecilkan peran siapa pun. Yang akhirnya rakyat Indonesia mengikuti aturan. Melihat kesungguhan mengatasi Corona wabah Covid-19.

Dengan strategi awal social distancing dan PSBB yang tidak membangkrutkan, namun menenangkan rakyat Indonesia. Indonesia kini melihat wujud asli Jusuf Kalla dan Susilo Bambang, hanya politikus dan bukan negarawan sama sekali. Kalau Presiden Habibie masih ada pasti telpon-telponan dengan Jokowi, memberi dukungan.

Beruntung. Indonesia punya Jokowi. Bukan Bolsonaro. Bukan Trump. Relawan dan rakyat Indonesia yang waras mendukung kepemimpinan Jokowi. (Penulis: Ninoy Karundeng).