Showing posts with label aplikasi. Show all posts
Showing posts with label aplikasi. Show all posts

Tuesday, June 7, 2016

Generasi Y Dan Z dan Matinya Middle Man
Generasi X (usia diatas 35 thn) - Generasi  ini GapTek alias Gagap Teknologi, walau pengguna internet dan digital namun tidak paham betul tentang sedang terjadinya Revolusi Media Sosial
Generasi Y atau Generasi Millenial (usia 16-35 tahun) 
Generasi Z atau Generasi Post-Millenial (usia 6-16 tahun) yang memiliki paradigma berpikir yang berbeda
Akan lahir ribuan Aplikasi baru sejenis bukan hanya untuk Transportasi tapi untuk Segala Jenis Kegiatan dan Bisnis.
Makin marak berbagai jenis aplikasi online:
·         Aplikasi Online tour dan travel yang segera akan membunuh agen-agen tour dan travel.
·         Aplikasi Online shop yang segera akan membunuh toko-toko bahkan departemen store.
·         Aplikasi Online delivery makanan dan minuman  akan membunuh restoran-restoran tradisional yang hanya sekedar menjual makanan dan minuman.
·         Aplikasi Online asuransi akan membunuh agen-agen asuransi, karena  setiap orang bisa sangat mudah memilih dan membeli asuransi, juga melakukan klaimnya.
·         Aplikasi Online perbankan akan membunuh customer service dan kantor-kantor cabang, karena nasabah bisa langsung berinteraksi dengan semua jasa layanan perbankan secara cepat dan akurat melalui aplikasi online.
·         Aplikasi Online penjualan property akan membunuh agen-property, karena penjual bisa langsung berinteraksi dengan calon pembeli.
·         Aplikasi Online penjualan barang-barang branded  akan membunuh para distributor, karena pembeli bisa langsung membeli ke aplikasi brand yang mereka suka.
·         Aplikasi Online musik akan membunuh toko-toko penjual CD, karena Generasi Muda Z ini lebih suka berlangganan musik dari pada beli musik, (persis seperti jadi anggota perpustakaan musik).
·         Aplikasi Online buku  akan membunuh toko-toko buku, karena Generasi Muda Z ini lebih suka berlangganan online book library dari pada beli buku.
·         Aplikasi Online media akan membunuh media-media konvensional, karena Generasi Muda Z ini tidak mau beli media, tidak mau sajian berita, lebih suka pilih sendiri berita yang mereka suka dan gratis
Bahkan sangking canggihnya maka partai-partai politikpun akan segera mati, generasi ini tidak mau dibodohi partai-partai politik. Mereka ini segera menyampaikan aspirasinya dan ingin segera aspirasinya direspons dengan baik. Maka orang-orang seperti Ahok, Ridwan Kamil, Risma yang paham dan responsif bisa survive dan disukai.
Generasi ini lebih suka berinteraksi langsung dengan Pemimpinnya seperti Jokowi dan Ridwan Kamil dengan Sosial Medianya. Pemimpin yang sulit digapai akan segera mati.
Kedepan sekolah-sekolah yang berbasiskan tembok-tembok dan harus ada propertinya juga akan tutup, karena Generasi yang sangat multitasking ini lebih suka mengatur sendiri pendidikan yang mereka sukai, menyesuaikan waktunya dan ingin lebih cepat dan tidak ingin bertele-tele, serta ingin mempelajari ilmu-ilmu dari berbagai negara lain yang tidak tersedia di wilayah atau negaranya.
Aplikasi online, semua itu akan terjadi !!!
Jadi para sahabat generasi X, Anda harus berubah kalau tidak ingin segera punah seperti Dinosaurus. 
Jaman sudah berubah.
Semua bentuk middle man cepat atau lambat akan mati, akan punah. Generasi Y dan Z tidak suka berurusan dengan perantara, calo, atau  middle man. Mereka mau langsung ke sumbernya.
Ini bukan kiamat, sekedar revolusi jaman saja, yang membuang segala hal yang tidak perlu dan bertele-tele, generasi ini tidak ingin buang-buang waktu seperti macet di jalan, repot cari parkir, harus kerja dikantor, harus repot berbirokrasi. 
Straight Forward, langsung-langsung saja!!!
Mereka juga anti rokok, korupsi dan penikmat-kehidupan.
Demikian juga dalam berhubungan dengan Tuhan Penciptanya, generasi Y & Z ingin  brhubungn langsung dengan Allah Sang Pencipta dalam komunikasi intim sehari-hari, lewat doa, lewat hatinurani persis seperti Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi Daud, Nabi Yunus, Nabi Isa, Nabi Muhammad yang langsung berkomunikasi dengzn Allah Sang Maha Pencipta. Tanpa Perantara !
[Ditulis oleh Christovita Wiloto, Founder & Chairman IYE! Indonesian Young Entrepreneurs Strategic Indonesia & PowerPR Institute]

Saturday, April 9, 2016

GRAB ITU MARKETPLACE

Grab Itu Marketplace

Ada tulisan menarik nih : 
Kasian nih, pemerintah pasti bingung soal Online Taxi dsb, sebetulnya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di banyak negara termasuk Perancis. Saat disana kemarin ada demo besar-besaran para sopir taxi, masalahnya kurang lebih sama....
GrabTaxi, Uber, Gojek itu tidak bisa disebut Perusahaan Transportasi, mereka itu Marketplace. Jadi sudah pasti tidak akan bisa kalau disuruh ngikutin aturan atau UU yang ada seperti uji kir, menyediakan bengkel dsb. Mereka tidak sama dengan perusahaan transportasi seperti pada umumnya yang selama ini ada.
Saya punya mobil, kemudian Anda datang pada saya, minta tolong di antar ke sebuah tempat dengan imbalan tertentu, saya setuju, lalu saya antar, kemudian saya mendapat upah dari jasa tersebut. Clear, tidak ada yang salah dengan transaksi tersebut. Saya rasa itu hal biasa dan banyak terjadi di masyarakat, nah lalu ada orang yg membuat aplikasi untuk mempertemukan keduanya, antara yang lagi butuh diantar dengan yang siap mengantar. Itulah GrabTaxi, Uber dan Gojek. Hal yang sama juga terjadi dengan "Nebenger", semua itu Marketplace bukan perusahaan transportasi. Jadi aturannya tidak bisa sama dengan perusahaan transportasi....
Contoh lain, Anda punya kamar lebih dirumah, kemudian ada orang datang dan bersedia membayar kamar Anda untuk dipakai menginap beberapa hari. Apakah boleh? ya boleh, tidak ada yang melarang, wong kesepakatan. Nah, ketika ada orang lain yang membuat aplikasi yang mempertemukan antara yang punya kamar lebih dan yang butuh kamar seperti AirBNB, perusahaan aplikasi itu tidak bisa disebut perusahaan sejenis hotel, AirBNB adalah marketplace....
Di Perancis, ada aplikasi yang mempertemukan antara orang yang kelebihan masak dan yang butuh makanan rumahan, jadi orang makan dirumah yang bersedia menyediakan makanan. Apakah boleh? ya boleh, siapa yang mau melarang orang melakukan hal seperti ini. Kasus aplikasi ini menjadi ramai di Perancis, karena banyak restoran yang protes, hahahaha mungkin akan terjadi sebentar lagi di Indonesia....
Dulu, individu-individu yang berlebih dan membutuhkan ini sulit bertemu, media yang ada sangat tebatas, dengan adanya internet di tambah booming nya mobile-phone, menjadikan keduanya sangat mudah dipertemukan.
Jadi pemerintah harus jeli, mana perusahaan transportasi, hotel, dsb, mana yang Marketplace, dan saya juga sepakat bahwa marketplace juga harus diatur, supaya bayar pajak, dan konsumen terlindungi...
Seperti yang sering saya bilang, sekarang itu eranya Indie, anda bisa menghasilkan uang secara mandiri, selama anda punya kemampuan yang dibutuhkan orang.
Ingat bukunya Bill Gates, The Road a Head? akan selalu ada aplikasi yang membunuh aplikasi sebelumnya yang telah dianggap mapan selama itu. Killing Application.
Dan sekarang memang eranya “Yang Cepat Memakan Yang Besar....”

Artikel-Artikel Tentang Transport Berbasis Aplikasi Online: