Showing posts with label online. Show all posts
Showing posts with label online. Show all posts

Saturday, December 23, 2017

DISRUPSI 7 RAKSASA BISNIS INDONESIA


DISRUPSI 7 RAKSASA BISNIS INDONESIA
7 Raksasa Industri Bisnis Indonesia Yang Diprediksi Akan Terpuruk

Sudah sempat baca berita mengenai sepinya pembeli di pasar Glodok? Miris sekali rasanya, karena dulu buat orang-orang yang tinggal di Jabodetabek, kalau mau beli elektronik, ya ke Glodok. Sayangnya, kondisi sepinya Glodok ini sudah dialami sejak beberapa tahun belakangan disebabkan karena berjamurnya toko online, disisi lain, penjual diberatkan dengan uang sewa toko.
Trend bisnis Indonesia saat ini
Trend sepinya pembeli di pasar tradisional (offline) yang akhir-akhir ini terjadi diramalkan akan terus berlanjut.
Proses penjualan modern, yaitu perpindahan pembelian dari proses tradisional (offline) dimana pembeli bertemu dengan penjual di suatu tempat (seperti toko), kemudian berpindah ke pembelian secara online, dimana pembeli tidak lagi harus bertemu bahkan berinteraksi dengan penjual.
Perubahan trend ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi telah terjadi juga di belahan dunia lain dan akan terus terjadi mengikuti perilaku manusia modern yang mudah dan efisien. Akibatnya, beberapa industri dan bisnis terpaksa atau dipaksa untuk beradaptasi.
Berikut 7 jenis bisnis yang diprediksi bakal terpuruk karena perkembangan dunia digital (online):

1. Bisnis Retail dan Supermarket

Belum lama ini, kita dikejutkan dengan berita kebangkrutan salah satu pioneer supermarket yang mengusung konsep supermarket dan coffee shop, yaitu Seven Eleven. Hal ini menjadi salah satu bukti akan ketatnya persaingan bisnis di area tersebut. Belum lagi gebrakan yang dilakukan Amazon melalui AmazonGo (supermarket yang terintegrasi dengan aplikasi smartphone) yang bisa jadi akan masuk ke pasar Indonesia. Dengan mengusung konsep “No lines, No checkout” atau “Tanpa antri, Tanpa bayar dikasir”, AmazonGo bisa jadi akan menjadi saingan berat untuk brand-brand supermarket ternama seperti Carrefour, Hypermart dan lain-lain.

2. Bisnis Perdagangan Elektronik

Pasar elektronik Glodok menjadi salah satu pusat perdagangan elektronik terbesar di Indonesia pada tahun 1990-an yang berlokasi di Jakarta Barat. Sejak 2-3 tahun belakangan, Glodok menjadi sepi pembeli salah satu penyebabnya karena berkembangnya toko online. Kebanyakan pedagang yang masih bertahan di Glodok karena memiliki toko online, sedangkan pedagang yang tidak menjual online, sudah bisa dipastikan tidak dapat bertahan di Glodok.

3. Bisnis Perdagangan Handphone

Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar telpon genggam. Roxy Square menjadi salah satu saksi bisu geliat di tahun 2000an di Jakarta.
Pembangunan fly over dilakukan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di daerah Roxy Square dan maraknya penjualan melalui online di sinyalir menjadi 2 alasan terbesar sepinya pembeli di Roxy Square saat ini. Belum lagi biaya sewa ruko 20jt/tahun.

4. Bisnis Transportasi

Siapa yang tidak kenal GoJek, Grab atau Uber? 3 brand transportasi terbesar yang saat ini ada di Indonesia. Anehnya, meski berpenghasilan ratusan juta setiap harinya, perusahaan-perusahaan ini tidak memiliki aset transportasi sebagaimana yang layaknya bisnis transportasi sebelumnya, atau lebih dikenal sebagai “share economy” atau “peer economy”. Model bisnis tersebut, berdampak sangat besar bahkan hingga menimbulkan gejolak sosial yang sebelumnya menggantungkan hidupnya pada jasa transportasi seperti ojek pangkalan dan taxi.

5. Bisnis Perhotelan

Hampir serupa dengan nasib transportasi offline, industri perhotelan terus berusaha keras bertahan agar tingkat hunian (occupancy) tetap di angka yang menguntungkan. Salah satu faktor penyebab menurunnya pendapatan pada industri ini yaitu online marketplace (seperti: AirBnB) atau aplikasi budget hotel (seperti: Reddoorz dan Airy Room), perusahaan website/aplikasi yang memungkinkan pemilih rumah, villa, apartement bahkan kamar kos, agar dapat menyewakan propertinya kepada orang lain. Tingkat hunian (occupancy) beberapa hotel dan villa di Bali kurang dari 50% bahkan 0% occupancy selama berhari-hari, sesuatu yang jarang sekali terjadi di beberapa tahun sebelumnya.

6. Bisnis Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll)

Sinar Harapan, Harian Bola, Koran Tempo Minggu dan Jakarta Globe adalah hanya sebagian dari banyak media cetak yang terpaksa harus menutup bisnisnya karena tingginya biaya cetak koran dan tidak mampu bersaing dengan media online (seperti detik.com, okezone), meskipun sebagian media offline sudah beralih ke online. Kejadian serupa juga terjadi di media-media cetak di Amerika, sebut saja The Washington Post dan The New York Times.

7. Bisnis Tekstil dan Pakaian

Pasar Tanah Abang atau dulunya bernama Pasar Sabtu, telah ada sejak tahun 1735 yang menjadi salah satu pusat penjualan tekstil terbesar se-Asia Tenggara yang berlokasi di Jakarta Pusat. Menurut beberapa sumber, penurunan penjualan hingga mencapai lebih dari 50% dirasakan oleh penjual jika dibandingkan dengan tahun lalu hal ini dikarenakan berkurangnya daya beli masyarakat dan persaingan dengan eCommerce (toko online) besar yang semakin digandrungi masyarakat.
Untungnya, sebagian pemilik toko di Tanah Abang masih terbantu dengan adanya pembeli reseller yang menjual kembali barang dagangan mereka melalui online.
Ekspansi bisnis ke dunia digital atau online bukan lagi menjadi pilihan tetapi sudah menjadi keharusan yang harus disegerakan. Mudahnya menjalankan bisnis online mengakibatkan ledakan jumlah toko online di seluruh dunia. Modal kecil, tanpa resiko kerugian, membuat toko online dalam beberapa menit dan peluang keuntungan besar, menjadi beberapa alasan banyak orang untuk terjun ke bisnis online. Pilihannya hanya Beradaptasi atau Tergerus zaman. Ayo mulai toko online kamu sekarang!

Saturday, November 4, 2017

APA ITU E-COMMERCE?

APA ITU E-COMMERCE?

E-Commerce (Electronic-Commerce) atau terjemahan bahasa Indonesia-nya perdagangan elektronik adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet. Bagi kamu yang baru pertama kali mendengar isitlah E-Commerce ini mungkin masih bingung kaitan atau hubungan E-Commerce dengan toko online.
E-Commerce sendiri berfungsi untuk memfasilitasi bisnis di internet, kita dapat membeli dan menjual produk atau jasa secara online. Setiap bentuk transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik disebut dengan E-Commerce. Berikut adalah cakupan umum pada E-Commerce.
Fungsi E-Commerce bagi Toko Online
Belanja Online
Membeli dan menjual barang lewat Internet merupakan salah satu contoh yang populer dari e-commerce. Penjual membuat etalase melalui website toko online mereka dengan menampilkan gambar-gambar menarik, lalu pembeli cukup melakukan obeservasi dengan mengklik barang yang mereka inginkan dan melanjutkan ke pembayaran.
Pembayaran Elektronik
Ketika kamu membeli barang secara online, maka akan ada mekanisme pembayarannya, entah itu transfer, menggunakan kartu kredit atau paypal dan menu pembayaran lainnya.
Tiket online
Tiket pesawat, tiket film, tiket kereta api, tiket bermain, tiket untuk acara olahraga dan hampir semua jenis tiket dapat dipesan secara online. Membeli tiket secara online menghindari antrian pembelian di loket tiket.
Model-Model E-Commerce di Indonesia
Model Iklan Baris
Iklan baris tergolong E-Commerce yang sederhana, atau bisa dibilang iklan baris sebagai evolusi dari iklan yang biasa kita temui di koran-koran yang diaplikasikan ke dunia online.
Penjual bisa memasarkan produknya di website atau forum yang menyediakan sarana untuk beriklan. Cara kerja ini tidak seperti keranjang belanja yang biasa ditemui di toko online, tapi calon pembeli menghubungi penjual dari kontak yang diberikan dari penjual dan berkomunikasi langsung untuk melanjutkan transaksi. Transaksi biasanya berupa transfer atau cash on delivery, tergantung kesepakatan antara si penjual dan si pembeli.
Contoh iklan baris di Indonesia: olx, berniaga dan FJB-Kaskus.
Model Retail
Retail ini seperti kebanyakan toko online pada biasanya. Dimana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Biasanya menggunakan keranjang belanja.
Model retail hanya fokus ke satu-dua kategori produk, jika kamu menjual produk fashion maka kategori hanya sebatas pakaian saja, seperti baju, celana dan yang berhubungan dengan fashion.
Contoh model retail di Indonesia: berrybenka, AccJakarta, dan Waroeng Digital.
Model Marketplace
Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website marketplace yang bersangkutan.
Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.
Contoh model marketplace di Indonesia: tokopedia, bukalapak, lazada dll..
#tebarmanfaat

Tuesday, June 7, 2016

Generasi Y Dan Z dan Matinya Middle Man
Generasi X (usia diatas 35 thn) - Generasi  ini GapTek alias Gagap Teknologi, walau pengguna internet dan digital namun tidak paham betul tentang sedang terjadinya Revolusi Media Sosial
Generasi Y atau Generasi Millenial (usia 16-35 tahun) 
Generasi Z atau Generasi Post-Millenial (usia 6-16 tahun) yang memiliki paradigma berpikir yang berbeda
Akan lahir ribuan Aplikasi baru sejenis bukan hanya untuk Transportasi tapi untuk Segala Jenis Kegiatan dan Bisnis.
Makin marak berbagai jenis aplikasi online:
·         Aplikasi Online tour dan travel yang segera akan membunuh agen-agen tour dan travel.
·         Aplikasi Online shop yang segera akan membunuh toko-toko bahkan departemen store.
·         Aplikasi Online delivery makanan dan minuman  akan membunuh restoran-restoran tradisional yang hanya sekedar menjual makanan dan minuman.
·         Aplikasi Online asuransi akan membunuh agen-agen asuransi, karena  setiap orang bisa sangat mudah memilih dan membeli asuransi, juga melakukan klaimnya.
·         Aplikasi Online perbankan akan membunuh customer service dan kantor-kantor cabang, karena nasabah bisa langsung berinteraksi dengan semua jasa layanan perbankan secara cepat dan akurat melalui aplikasi online.
·         Aplikasi Online penjualan property akan membunuh agen-property, karena penjual bisa langsung berinteraksi dengan calon pembeli.
·         Aplikasi Online penjualan barang-barang branded  akan membunuh para distributor, karena pembeli bisa langsung membeli ke aplikasi brand yang mereka suka.
·         Aplikasi Online musik akan membunuh toko-toko penjual CD, karena Generasi Muda Z ini lebih suka berlangganan musik dari pada beli musik, (persis seperti jadi anggota perpustakaan musik).
·         Aplikasi Online buku  akan membunuh toko-toko buku, karena Generasi Muda Z ini lebih suka berlangganan online book library dari pada beli buku.
·         Aplikasi Online media akan membunuh media-media konvensional, karena Generasi Muda Z ini tidak mau beli media, tidak mau sajian berita, lebih suka pilih sendiri berita yang mereka suka dan gratis
Bahkan sangking canggihnya maka partai-partai politikpun akan segera mati, generasi ini tidak mau dibodohi partai-partai politik. Mereka ini segera menyampaikan aspirasinya dan ingin segera aspirasinya direspons dengan baik. Maka orang-orang seperti Ahok, Ridwan Kamil, Risma yang paham dan responsif bisa survive dan disukai.
Generasi ini lebih suka berinteraksi langsung dengan Pemimpinnya seperti Jokowi dan Ridwan Kamil dengan Sosial Medianya. Pemimpin yang sulit digapai akan segera mati.
Kedepan sekolah-sekolah yang berbasiskan tembok-tembok dan harus ada propertinya juga akan tutup, karena Generasi yang sangat multitasking ini lebih suka mengatur sendiri pendidikan yang mereka sukai, menyesuaikan waktunya dan ingin lebih cepat dan tidak ingin bertele-tele, serta ingin mempelajari ilmu-ilmu dari berbagai negara lain yang tidak tersedia di wilayah atau negaranya.
Aplikasi online, semua itu akan terjadi !!!
Jadi para sahabat generasi X, Anda harus berubah kalau tidak ingin segera punah seperti Dinosaurus. 
Jaman sudah berubah.
Semua bentuk middle man cepat atau lambat akan mati, akan punah. Generasi Y dan Z tidak suka berurusan dengan perantara, calo, atau  middle man. Mereka mau langsung ke sumbernya.
Ini bukan kiamat, sekedar revolusi jaman saja, yang membuang segala hal yang tidak perlu dan bertele-tele, generasi ini tidak ingin buang-buang waktu seperti macet di jalan, repot cari parkir, harus kerja dikantor, harus repot berbirokrasi. 
Straight Forward, langsung-langsung saja!!!
Mereka juga anti rokok, korupsi dan penikmat-kehidupan.
Demikian juga dalam berhubungan dengan Tuhan Penciptanya, generasi Y & Z ingin  brhubungn langsung dengan Allah Sang Pencipta dalam komunikasi intim sehari-hari, lewat doa, lewat hatinurani persis seperti Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi Daud, Nabi Yunus, Nabi Isa, Nabi Muhammad yang langsung berkomunikasi dengzn Allah Sang Maha Pencipta. Tanpa Perantara !
[Ditulis oleh Christovita Wiloto, Founder & Chairman IYE! Indonesian Young Entrepreneurs Strategic Indonesia & PowerPR Institute]