Showing posts with label pendidikan seks. Show all posts
Showing posts with label pendidikan seks. Show all posts

Tuesday, May 13, 2014

SERI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK – Bagian 3

SERI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK – Bagian 3

TIPS TENTANG BAGAIMANA BERBICARA TENTANG SEX DENGAN ANAK ANDA

Ini ada beberapa tips yang kiranya dapat bermanfaat untuk membuka pembahasan yang efektif tentang berbagai masalah sex dan seksualitas dengan putra putri anda

  • Orangtua bertanggung jawab untuk memperkenalkan topik pendidikan seks sedikit demi sedikit, jangan menunggu anak anda untuk memulai percakapan.
  • Selidiki apa yang sudah diketahui anak-anak anda, misalnya bertanya, “Dari manalah kamu pikir seorang bayi berasal?” Perbaiki setiap informasi yang keliru dan berikan fakta yang sebenarnya tentang pendidikan seks.
  • Berikan imbalan kepada anak-anak anda untuk setiap pertanyaan yang diajukan tentang pendidikan seks daripada menghindari pokok pertanyaan. Ini akan memungkinkan anak-anak terus merasa nyaman untuk berbicara dengan anda mengenai masalah apapun, khususnya tentang pendidikan seks.
  • Jika anda tidak tahu jawaban atas pertanyaan tentang pendidikan seks, maka itu merupakankesempatan yang baik bagi anda dan anak anda untuk mencari jawabnya bersama-sama.
  • Tidaklah apa-apa bila anda merasa tidak nyaman, dan anda dapat menyatakan hal ini kepada anak anda. Sebagai contoh, “Saya merasa tidak terbiasa untuk berbicara tentang seks karena nenek tidak membicarakan hal itu kepada saya. Tapi saya pikir itu penting dan itu akan lebih mudah bila kita membahasnya bersama-sama”.
  • Carilah kesempatan mengajar yang timbul secara alami yang menyediakan saat yang tepat untuk berbicara tentang aspek seksualitas. Seperti saat suatu adegan pada acara TV atau film, atau jika anak remaja anda tengah bersiap-siap untuk sebuah latihan menari di sekolah. Saat-saat seperti itu akan memberi anda kesempatan untuk mejelaskan nilai-nilai dalam keluarga anda dan memberkan berbagai informasi tanpa harus duduk secara resmi untuk membahas tentang pendidikan seks
  • Fakta saja tidaklah cukup. Anak-anak perlu dididik tentang masalah reproduksi dan pubertas, namun mereka juga perlu mengetahui bagaimana nilai-nilai keluarga anda sendiri tentang pendidikan seks
  • Adalah pekerjaan kedua orang tua untuk mengajar anak-anak mereka tentang pendidikan seksualitas dan seks. Anak-anak perlu mendengar pandangan orang dewasa terhadap kedua jenis kelamin. Selain itu, hal ini mengajar anak-anak bahwa pria dan wanita dapat berbicara bersama-sama tentang seksualitas yang merupakan ketrampilan yang penting di masa dewasa.
  • Juga penting untuk tidak hanya berfokus pada konsekuensi negatif dari aktivitas seksual yang tidak dilindungi. Para remaja juga layak untuk tahu bahwa mengekspresikan perasaan seksual dengan cara yang bertanggung jawab dapat menjadi bagian yang penting dan bermanfaat dari suatu hubungan yang dewasa. Pastikan untuk berbagi nilai-nilai keluarga anda sendiri tentang seksualitas yang sehat dan bertanggung jawab.

Semoga bermanfaat

Wasallam, Mimuk Bambang Irawan
Jakarta, 14 Mei 2014


Sumber: SEX EDUCATION - http://childpsychologist.com.au/resources/by-issue/sex-education - Transalated by: Mimuk Bambang Irawan

SERI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK – Bagian 2

SERI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK – Bagian 2
PENDIDIKAN SEKS - BERBICARA DENGAN BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH TENTANG SEKS
Pendidikan seks sering diawali dengan rasa ingin tahu anak tentang tubuhnya. Berikut ini adalah cara untuk mengatur tahapan untuk pendidikan seks  - dan bagaimana cara untuk menjawab pertanyaan anak anda.

Pendidikan seks adalah topik yang lebih suka dihindari oleh banyak orang tua. Dan jika anda memiliki anak kecil, anda mungkin berpikir untuk mendiamkan saja topik ini, setidaknya untuk sementara waktu. Tapi itu tidak benar. Pendidikan seks harus dimulai dan bisa kapan saja. Biarkan putra atau putri anda mengatur waktu yang tepat untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan mereka.
EKSPLORASI AWAL
Sebagaimana halnya anak-anak belajar untuk berjalan dan berbicara, mereka juga mulai belajar tentang tubuh mereka sendiri. Bukalah pintu bagi pendidikan seks dengan mengajari anak anda nama yang tepat untuk organ seks mereka, mungkin pada saat mandi atau memandikam mereka. Jika anak anda menunjuk ke bagian tubuh tertentu, maka cukup jelaskan padanya apa nama bagian itu sebenarnya. Ini juga merupakan saat yang baik untuk berbicara tentang bagian tubuh mereka yang bersifat pribadi.
Ketika anak anda bertanya tentang bagian tubuhnya - atau tubuh anda, hindarilah untuk hanya tersenyum, tertawa, tertawa atau malu. Sikapi pertanyaan mereka dengan serius.. Berikan tanggapan langsung sesuai dengan usia mereka. Jika anak anda ingin tahu lebih banyak, biasanya mereka akan bertanya lebih lanjut.
WASPADAI STIMULASI DIRI
Banyak anak balita mengekspresikan keingin-tahuan alami mereka tentang seks melalui stimulasi diri (self stimulation). Anak laki-laki mungkin menarik-narik penis mereka, dan para gadis kecil mungkin menggosok-gosok alat kelamin mereka. Beritahukanlah pada anak anda bahwa masturbasi adalah suatu hal yang biasa tapi merupakan aktivitas pribadi. Jika anak anda mulai melakukan masturbasi di depan umum, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya dari kebiasaan ini. Jika gagal, tariklah anak anda ke tempat yang jauh dari orang atau anak-anak lain untuk mengingatkannya tentang pentingnya privasi.
Kadang-kadang, masturbasi yang sering dapat mengindikasikan adanya masalah dalam kehidupan seorang anak. Mungkin ia merasa cemas atau tidak mendapat perhatian yang cukup di rumah. Ini bahkan bisa menjadi tanda terjadinya pelecehan seksual. Ajarkan anak anda bahwa tidak seorangpun diperbolehkan menyentuh bagian-bagian tubuh pribadinya tanpa izin. Jika Anda mengkhawatirkan perilaku anak anda, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. (Catatan: Nilai-nilai agama tentang masturbasi, sebaiknya di perkenalkan setelah anak-anak lebih besar dan setelah mereka mengenal nilai-nilai dasar dari agama yang dianut)
PENASARAN TENTANG ORANG LAIN
Pada usia 3 atau 4 tahunan, anak sering menyadari bahwa anak laki-laki dan perempuan memiliki alat kelamin yang berbeda. Saat keingintahuan alami mereka semakin besar, anda mungkin menemukan anak anda sedang bermain 'dokter-dokteran' atau memeriksa organ-organ seks anak lain. Eksplorasi seperti ini jauh berbeda dari aktivitas seksual dewasa, dan tidaklah berbahaya ketika hanya anak-anak kecil yang terlibat. Bagaimanapun, sebagai masalah keluarga, anda mungkin perlu mengatur batasan pada eksplorasi semacam ini.
SAAT-SAAT KESEHARIAN ADALAH KUNCI
Pendidikan seks bukanlah merupakan diskusi sekaligus yang hanya satu kali. Sebaliknya, ambillah keuntungan darI kesempatan sehari-hari untuk bisa mendiskusikan seks. Seandainya ada kehamilan dalam keluarga, katakan pada anak anda bahwa bayi tumbuh di satu tempat khusus di dalam ibu. Jika anak anda ingin tahu lebih detail tentang bagaimana bayi bisa ada atau bagaimana bayi akan lahir, tawarkan mereka beberapa penjelasan.
Pertimbangkan contoh ini:
Bagaimana bayi bisa sampai berada di dalam perut ibu? Anda bisa berkata, “ Seorang ibu dan ayah membuat bayi dengan memegang satu sama lain dengan cara khusus”
Bagaimana bayi lahir? Bagi beberapa anak-anak, mungkin cukup untuk mengatakan, “Dokter dan perawat membantu bayi yang siap untuk dilahirkan”. Jika anak anda ingin tahu lebih detail, anda bisa berkata, “Biasanya seorang ibu mendorong bayinya keluar dari vagina-nya”
Mengapa tidak semua orang memiliki penis? Cobalah penjelasan sederhana, misalnya seperti, “Tubuh anak laki-laki dan perempuan dibuat berbeda”
Mengapa anda memiliki rambut di sana? Jawaban sederhana juga sudah cukup di sini. Anda bisa berkata, “Tubuh kita akan mengalami perubahan dengan bertambahnya umur”. Jika anak anda ingin informasi lebih lanjut, tambahkan, “Anak laki-laki tumbuh rambut di dekat penis mereka, dan gadis-gadis tumbuh rambut di dekat vagina mereka”
Ketika anak semakin besar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih rinci, anda dapat memberikan tanggapan yang lebih rinci pula. Berikan jawaban atas pertanyaan yang spesifik menggunakan terminologi yang benar. Bahkan jika anda merasa tidak nyaman, teruslah maju. Ingatlah, bahwa anda sedang menyiapkan satu ruang untuk diskusi terbuka dan jujur dengan anak tentang seks untuk tahun-tahun yang akan datang.

SERI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK – Bagian 1

SERI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK – Bagian 1

PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN SEKS
Development and Sexual Education

Pendidikan seks adalah sebuah proses seumur hidup guna memperoleh informasi dan pembentukan sikap, keyakinan, dan nilai-nilai tentang masalah penting seperti misalnya identitas, hubungan, dan keintiman. Orang tua sering mempertanyakan bilakah pendidikan seks harus mulai diperkenalkan, atau siapa yang kiranya bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak tentang seksualitas

Berikut ini adalah tahapan perkembangan dan pendidikan seks yang dimulai sejak bayi sampai masa remaja:

MASA BAYI DAN BALITA – Anak-anak belajar tentang seksualitas mereka dimulai pada usia ini, dan para orang tua merupakan guru-guru utama mereka. Pada tahap ini amat penting untuk menyebut nama semua bagian tubuh, supaya mengajarkan pada anak-anak bahwasanya seluruh tubuhnya sehat dan alami. Selain itu, berbicara dengan anak anda dan menjawab kebutuhan mereka pada usia dini akan meletakkan dasar bagi kepercayaan dan diskusi terbuka saat mereka tumbuh lebih dewasa.

MASA PRA-SEKOLAH -  Pada masa ini anak sangat ingin tahu tentang tubuh mereka sendiri dan orang-orang lain. Mereka mencoba melakukan peran dan perilaku dan sampai meniru orang dewasa seperti misalnya bermain dokter, perkawinan atau memeluk dan berciuman. Kombinasi antara keingin-tahuan alami dan memainkan peran kadang-kadang menjurus kepada bermain seks masa kanak-kanak. Ini dapat menjurus kepada penyentuhan, dan mereka menemukan bahwa bersentuhan seperti itu terasa nikmat. Dengan kata lain, jenis bermain seperti ini memang diharapkan akan terjadi di antara anak-anak pra-sekolah namun tidak berbahaya. Walaupun begitu, pada usia ini penting untuk mengajar kepada anak-anak bahwa tubuh mereka adalah milik mereka dan bahwa tidak ada yang mempunyai hak untuk menyentuh mereka tanpa izin. Selain itu, mengajar anak untuk mengatakan “TIDAK”  jika mereka merasa tidak nyaman dan mengajarkan untuk berbicara hanya dengan seorang dewasa yang terpercaya jika mereka membutuhkan bantuan. Hal ini diajarkan untuk menyiapkan mereka jika mereka dihadapkan pada situasi yang membuat mereka merasa tidak aman..

PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA MUDA – Anak usia muda mampu memahami isu-isu yang lebih kompleks tentang kesehatan, penyakit dan seksualitas. Orangtua sering menemukan bahwa anak-anak mereka tertarik pada kelahiran, keluarga dan kematian dan akan sering mengungkap pertanyaan, kekhawatiran atau keperdulian. Dengan menciptakan sebuah rumah-tangga di mana seorang anak bisa merasa bebas untuk bertanya tentang tubuh, kesehatan dan seksualitas mereka, anak-anak akan belajar bahwa rumah mereka adalah lingkungan yang mendukung dan bahwa mereka akan bisa mendekati orang tua mereka di masa depan. Pada tahap ini, anak-anak dapat diberikan informasi dasar dan akan dipahami paling baik bila informasi didasarkan pada contoh-contoh konkret dalam kehidupan mereka.

PENDIDIKAN SEKS UNTUK USIA PRA-REMAJA - Anak-anak pada usia ini akan melalui semua perubahan di masa pubertas. Sering mereka sangat perduli tentang keadaan tubuh mereka, tampilan mereka dan apa yang disebut “normal”. Anak akan mendapat banyak tekanan sosial pada usia ini, oleh karena itu anak-anak membutuhkan bimbingan anda dalam membuat keputusan yang baik tentang hubungan pertemanan, berkomunikasi tentang batas seksual dan melindungi diri mereka dari situasi yang tidak aman.

PENDIDIKAN SEKS UNTUK REMAJA – Para remaja sering sangat ingin tahu tentang seks. Pada tahap ini, sangat penting bahwa mereka telah diajarkan informasi dasar dan akurat, termasuk apa yang dimaksud dengan hubungan seksual, homoseksualitas, konsekuensi negatif dari seks, dan informasi tentang perlindungan.

Semoga bermanfaat

Wassalam, Mimuk Bambang Irawan
Jakarta, 14 Mei 2014

Sumber: SEX EDUCATIOAN - http://childpsychologist.com.au/resources/by-issue/seks-education - Terjemah: Mimuk Bambang Irawan